Mesin pendingin Cold Storage semi hermatic pada pembekuan ikan di perusahaan umum (Perum) Perikanan Indonesia unit Natuna Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau
Untuk mempertahankan mutu dan kualitas ikan, maka diperlukan sebuah treatment (perlakuan) yang berupa pengawetan dengan menggunakan suhu rendah untuk menghambat mikroorganisme yang dapat menyebabkan kemunduran mutu ikan. Untuk maksud tersebut maka di butuhkan alat untuk menahan aktifitas bakteri dengan menurunkan suhu ikan agar tidak mengalami pembusukan yakni menggunakan sistem pendingin cold storage. Cold storage di gunakan untuk menerima dan menyimpan bahan baku yang belum di olah sampai siap di pasarkan.
Maksud dari Kerja Praktek Akhir ini adalah untuk mempelajari serta mengetahui cara penanganan perawatan kompresor semi hermatic pada pembekuan ikan yang dilakukan di perusahaan umum perikanan Indonesia unit Natuna.
Tujuan dari Kerja Praktek Akhir ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan dan wawasan tentang mesin pendingin cold storage semi hermatik pada pembekuan ikan.
Ikan merupakan salah satu produk hasil laut yang disukai dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Ikan juga telah menjadi komoditas ekspor yang tinggi, yang banyak tersedia dalam bentuk produk beku. Tetapi ikan memiliki kelemahan yaitu sifatnya yang mudah busuk (perishable food) sebagaimana produk perikanan lainnya. Dengan kondisi yang demikian diperlukan adanya upaya-upaya untuk memperpanjang daya tahannya melalui penanganan dan pengolahan yang baik. Atas dasar tersebut mesin yang digunakan untuk proses pendinginan atau pembekuan harus dilakukan perawatan agar performa mesin tetap terjaga serta perlu adanya penanganan ikan sesuai dengan prosedur atau dengan cara berproduksi yang baik dan benar.
Disini kompresor dan eloktro motor masing-masing berdiri sendiri dalam keadaan terpisah. Tetapi di hubungkan sehingga seolah-olah menjadi satu buah. Untuk memutarkan atau menggerakkan kompresor, poros motor listrik (electro motor) dihubungkan dengan poros kompresornya langsung. Dilakukan dengan menggunakan couple yang menyambung dengan poros (shaft) dari elektro motor. Pada umumnya kompresor semi hermatic dan kompresor open type tidak jauh berbeda hanya saja motor penggeraknya terpisah bagi open type.
Kerja Praktek Akhir ini yang sudah laksanakan pada tanggal 19 Maret sampai dengan 7 Juni 2018 di Perusahaan Umum Perikanan Indonesia unit Natuna. Metode pelaksanaan yakni dengan metode survey dan magang, untuk jenis data dengan cara mengambil data kuantitatif dan kualitatif sedangkan sumber data di ambil dari data priemer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi dan wawancara. Teknik pengolahan data di olah dengan proses editing, tabulating dan analizing. Teknik analisa data yakni analisa data teknis dan analisa data ekonomis.
Unit Pendingin pada Perum Perindo Unit Natuna memiliki 8 kompresor berjenis Semi Hermatik yang di operasikan secara bergantian dikarenakan listrik PLN tidak mampu menyuplai daya yang di butuhkan pada setiap kompresor, pembagian mesin kompresor terbagi menjadi 4 kompresor untuk cold storage dan 4 kompresor untuk Air Blast Freezer (ABF), dengan setiap ruangan memakai 2 kompresor. Kompresor untuk mendinginkan cold storage menggunakan kompresor satu tingkat (Single Stage) sedangkan untuk ABF dua tingkat (Double Stage). Refrigerant yang digunakan pada setiap mesin ialah Freon (R-404A).
Komponen mesin pendingin terbagi menjadi tiga kelompok yakni komponen utama, bantu dan alat control dimana komponen ini saling melengkapi sehingga menjadi suatu sistem hal ini sependapat Komponen mesin pendingin yang di gunakan untuk ruangan bersuhu rendah atau cold storage di Perum Perindo Unit Natuna berjenis Semi Hermatik yakni kompresor dan penggerak menjadi satu rumah dan mempunyai beberapa komponen utama yakni oil separator yang berfungsi untuk memisahkan oli dengan uap refrigerant, kondensor untuk mengembunkan dan mengkondesasikan refrigerant, kondensor yang digunakan berjenis pendingin udara ( air cooled ), receiver tank untuk menampung cairan refrigerant yang melebihi dari kapasitas kondensor, filter drier untuk menyaring kotoran yang ikut bersirkulasi dengan refrigerant, sight glass digunakan untuk melihat cairan refrigerant, katup ekspansi digunakan untuk mengabutkan cairan refrigerant sehingga menjadi uap cairan, evaporator berfungsi sebagai tempat menguapnya cairan refrigerant, akumulator digunakan untuk memisahkan cairan dengan uap refrigerant.
Sebelum mengoperasikan sebuah unit mesin pendingin, kita harus mengetahui prosedur pengoperasiannya dengan tepat dan benar. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengoperasian mesin pendingin pada Perum Perindo Unit Natuna adalah persiapan sebelum pengoperasian, mengoperasikan mesin pendingin, memperhatikan semua unit mesin selama beroperasi, mematikan mesin.
Arti semi hermatik adalah seal pada housing compressor didesain agar bisa dibuka untuk proses perbaikan dan overhaul compressor atau motornya. Sama halnya dengan kompresor hermatik panas motornya didinginkan melalui refrigerant dari suction line, refrigerant dari injeksi liquid line dan oli kompresor.
Permasalahan yang sering di alami di perum perindo unit natuna adalah di evaporator sering terdapat bunga es yang mengkristal, akibatnya menghambat aliran udara yang di hembuskan oleh fan jika dibiarkan terus menerus bunga es akan tebal dan bisa membuat kerusakan pada fan. selain terjadi kerusakan pada fan, listrik yang digunakan akan terbuang percuma karna pemakaian daya listrik akan tetap berjalan.
Permasalahan lain adalah arus PLN yang tidak bisa menyuplai arus ke seluruh mesin dikarenakan travo yang di tiang PLN hanya 200 KVA sedangkan kebutuhan Pabrik adalah 300 KVA ini membuat mesin tidak bekerja secara maksimal. Kemungkinan hal yang akan terjadi adalah terjadi kerusakan pada motor penggerak. Untuk mengatasi hal ini teknisi Perum Perindo memakai kompresor secara bergantian.
Perawatan yang ada di Perum Perindo Unit adalah membersihkan debu-debu yang menempel pada mesin kompresor, kondensor, dan pipa pipa menggunakan majun. Pembersihan ini di lakuka setiap hari pada saat mesin tidak di operasikan atau mesin di hidupkan secara bergilir. Pada saat mesin mati wajib di lap dengan majun dan di cek baut-baut atau komponen-kompenen yang kendor untuk mengatantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena kompresor cold storage harus selalu prima.
Mengecek semua komponen kompresor karena lokasi Perum perindo yang di kelilingi laut atau air asin yakni dengan mengecek pipa-pipa biasanya terdapat yang korosi atau karatan. Teknisi diahrapkan untuk selalu mengecek hal sekecil ini untuk menghindari kebocoran refrigerasi.
Dari hasil Kerja Praktek Akhir yang dilakukan di Perum Perindo Unit Natuna, penulis dapat mengambil kesimpulan adalah PLN belum bisa memenuhi kebutuhan listrik pabrik sehingga membuat mesin pendingin tidak bisa bekerja secara maksimal. Kompresor tidak di lengkapi dengan LP,HP dan OP Gauge untuk proses pengecekan dan proses penjurnalan,padahal alat ini sangat penting sehingga membuat teknisi tidak bisa menjurnal, jadi jika terjadi trouble teknisi menggunakan manifold gauge alat yang berfungsi untuk menambahkan Freon untuk mengecek LP dan HP. Kompresor semi hermatik cocok di gunakan pada cold storage berkapasitas 100 ton, dari segi keefisiensi pemakaian.
Dari pelaksanaan Kerja Praktek Akhir ini saran yang dapat di ambil adalah Penerapan K3 tidak lengkap hanya menggunakan sepatu safty pada saat melakukan perawatan atau pada saat bekerja diruang mesin. Sebaiknya teknisi menggunakan perlengkapan keamanan seperti sarung tangan, helm safty, penutup telinga serta kacamata untuk menghindari kecelakaan kerja. Untuk perawatan mesin harus di tingkatkan lagi untuk meminimalisir terjadinya trouble saat mesin beroperasi.







