Mesin pendingin Cold Storage pada pembekuan udang vannamei di PT Panca Mitra Multi Perdana Kabupaten Situbondo Jawa Timur
Perikanan adalah suatu kegiatan perekonomian yang memanfaatkan sumberdaya alam perikanan dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kesejahteraan manusia dengan mengoptimalisasikan dan memelihara produktivitas sumberdaya perikanan dan kelestarian lingkungan.
Pelaksanan Kerja Praktek Akhir (KPA) ini dilaksanakan di PT. Panca Mitra Multiperdana Situbondo Jawa Timur. Maksud dari KPA ini untuk mengikuti dan mengetahui proses pengoperasian mesin pendingin Cold Storage di PT. Panca Mitra Multiperdana Situbondo. Tujuannya adalah Untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam pengawasan operasional dan maupun perawatan mesin pendingin cold storage pada penyimpanan produk udang vannamei PT. Panca Mitra Multiperdana, Situbondo Jawa Timur. Metode yang dilaksanakan adalah metode survey dan magang.
PT. Panca Mitra Multi Perdana (PMMP) merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis khususnya pengolahan dan pembekuan udang yang berdiri sejak 16 september 1998. namun, karena suatu hal sempat tidak berproduksi selama dua tahun (2002-2004) dan mulai aktif kembali bereproduksi pada 8 september 2004 dengan kantor pusat di surabaya.
Sistem refrigerasi yang berlangsung dalam proses penyimpanan hasil produk udang di PT. PMMP Situbondo menggunakan refrigerant berupa ammonia (NH3) dan menggunakan siklus secara kompresi.
Sistem refrigerasi PT. Panca mitra multiperdana mempunyai komponen utama, dan bagian-bagiannya. Adapun komponen utamanya adalah:
Kompresor berfungsi untuk memompa bahan amonia (NH3) atau bahan pendingin keseluruh bagian mesin cold storage dan menghisap gas yang bertekanan rendah, jadi kompresor disini memiliki tiga fungsi yaitu sebagai fungsi penghisap, fungsi penekan, dan fungsi pemompa. Kompresor dua tingkat tekanan (double stage) pada sistem refgrigasi di PT. Panca Mitra Multiperdana memiliki fungsi khusus dimana yang digunakan adalah dua kompresor dengan fungsi salah satu kompresor tekanan keluar ke kondensor, tekanan hisap dari intercooler dan salah satu kompresor tekanan keluar ke intercooler dan tekanan hisap dari vassel
Kondensor yang digunakan di PT. PMMP Situbondo menggunakan tipe kondensor dengan sistem pendingin air dan udara (evaporative). Dimana gas uap refrigerant dialirkan dalam pipa-pipa yang berada didalam rumah-rumah pendingin melalui bantuan pompa disemprotkan didalam kondensor dan pendingin udara sebagai pendingin kedua.
Mesin cold storage yang ada di PT.PMMP menggunakan evaporator jenis basah yaitu mempunyai sebuah tabung (low pressure tank) yang digunakan untuk menampung ammonia dan berfungsi juga sebagai akumulator.
Mesin pendingin yang dimiliki PT.PMMP memiliki tangki penampung (receiver tank) merupakan suatu alat yang digunakan untuk menampung cairan refrigerant yang berlebihan dari kondensor dan penggunaannya juga hanya digunakan untuk unit yang berkapasitas besar.
Thermostat berfungsi untuk mencegah terjadinya pembekuan atau frosting yang terjadi pada kipas evaporator akibat menurunnya aliran udara serta kapasitas pendingin jika suhu pengabutan refrigerant menurun dibawah 0 ºC. Intercooler memiliki fungsi menampung pendingin refrigerant dari kompresor dengan tekanan rendah, suhu pada intercooler yaitu -10 ºC. Floating switch liquid level control pada sistem refrigasi di PT. Panca Mitra Multiperdana berfungsi otomatis sebagai pelampung amonia, serta sebagai pengatur jumlah amonia dari intercooler ke vassel. Vassel ini memiliki tekanan tinggi untuk menampung gas pendingin atau refrigerant yang didorong pompa dari intercooler, vaseel ini memiliki suhu rendah yaitu dengan suhu -38 ºC. defrost heater ini berfungsi sebagai pencegah terjadinya penimbunan bunga es pada ruangan cold storage. Floating valve di PT. Panca Mitra Multiperdana pada sistem refrigasi berfungsi untuk menampung atau pengatur banyaknya gas, jika cairan refrigerant penuh maka otomatis floating akan menutup dan jika cairan kurang makan floating valve otomatis akan membuka dan mengisi cairan refrigeran. Regulating valve adalah pembuka dan penutup katup dibagian kompresor dengan berbentuk lingkaran.
Cold storage merupakan ruang atau gudang beku yang digunakan untuk menyimpan produk udang yang telah jadi dan telah dikemas dengan menggunakan kemasan primer, sekunder maupun tersier. Untuk menunggu pelaksanaan ekspor maka produk yang sudah siap disimpan di dalam gudang ini agar tidak mengalami penurunan mutu dan untuk menjaga suhu udang yang telah di kemas.
Hasil produk yang telah diproduksi oleh PT. PMMP Situbondo akan dikemas dalam master carton dan dibawa keruangan cold storage menggunakan kereta dorong. Tujuan dari penyimpanan beku adalah untuk mempertahankan suhu udang setelah dibekukan sehingga mempunyai daya awet sepanjang mungkin dan mempertahankan semua faktor mutu yang diinginkan diperusahaan, udang yang telah dikemas langsung disimpan cold storage berdasarkan jenis produk, size produk dan waktu produksi, hal ini bertujuan untuk mempermudah dalam proses proses produk.
Pengoperasian mesin cold storage di PT. Panca Mitra Multi Perdana dilakukan selama 24 jam dengan tujuan mengawetkan ataupun menyimpan hasil produksi yang akan di ekspor maupun diproses. Untuk menjalankan mesin cold storage ini dilakukan dengan cara menyalakan panel listrik yang ada didalam ruang operator mesin, mesin dinyalakan menggunakan listrik dari PLN, apabila PLN mengalami pemadaman listrik maka mesin cold storage dinyalakan menggunakan generator dengan tenaga mesin diesel yang dimiliki oleh PT. Panaca Mitra Multi Perdana.
Pemeliharaan di PT. Panca Mitra Multiperdana dilakukan mingguan, bulanan ataupun setahun sekali dengan rincian pekerjaan pemeliharaan sebagai berikut :
1. Perawatan Kondensor Evaporatif
2. Pengecekan konektor dan kabel
3. Pengecekan persediaan bahan NH3
4. Pengecekan kapasitas oli kompresor
5. Pembersihan ruang operator mesin luar
6. Running test Kompresor selama 15 menit
7. Pengecekan V-Belt
8. Pembuangan endapan pada tangki-tangki sistem refrigasi
9. Ganti oli
Pada penggunaanya cold storage di PT. Panca Mitra Multi Perdana menggunakan bahan refrigrant amonia (NH3). Bahan amonia (NH3) sendiri sangat berbahaya bagi kesehatan meskipun tergolong gas yang tidak mudah terbakar namun amonia tergolong sebagai bahan beracun jika terhirup
Keselamatan kesehatan dan keamanan kerja yang dilakukan pekerja di PT.PMMP dengan memakai alat dan pakaian sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP) yang sudah disediakan di dalam ruang operator mesin. Untuk para pekerja diwajibkan menggunakan fasilitas yang telah diberikan kepada pekerja khususnya bagian operator mesin.
Seperti halnya di PT. Panca Mitra Multi Perdana Situbondo dengan skala industri yang besar perlu adanya pengawasan biaya operasional pengoperasian, salah satunya mesin cold storage yang digunakan untuk menyimpan produk pengolahan udang vannamei. Perlunya perhitungan yang baik agar perusahaan tidak mengalami kerugian, melainkan mendapatkan keuntungan karena itulah diperlukan perhitungan dan menganalisa keuangan khususnya pada penggunaan mesin cold storage.
Kesimpulan Kegiatan Kerja Praktek Akhir Mesin pendingin cold storage yang digunakan di PT. Panca Mitra Multi Perdana menggunakan kompresor jenis double stage atau dua tingkat tekanan. Mesin cold storage di PT. Panca Mitra Multi Perdana dioperasikan dengan menyalakan panel listrik, mesin dioperasikan dengan menggunakan listrik dari PLN dan apabila listrik dari PLN mengalami pemadaman listrik maka mesin dioperaikan dengan menggunakan generator dengan tenaga mesin diesel, mesin cold storage beroperasi selama 24 jam. Perawatan pada mesin cold storage yang ada di PT. Panca Mitra Multi Perdana setiap harinya yaitu dengan dilakukan pengecekan setiap bagian mesin, Bahan pendingin yang digunakan di PT. Panca Mitra Multi Perdana menggunakan bahan pendingin ammonia (NH3), Keselamatan kesehatan dan keamanan kerja (K3) disana meliputi sepatu, baju wearpack, kaos tangan , penutup telinga, pelindung kepala atau helm, masker, dan kacamata.
Saran Penggunaan bahan pendingin ammonia (NH3) sangat berbahaya bagi lingkungan karena gas dari ammonia (NH3) tersebut beracun bila dihirup. Jadi perlu adanya bahan pendingin lain yang lebih ramah lingkungan dan tidak beracun. Penerapan sistim Keselamatan Kesehatan dan Keamanan Kerja (K3) di PT. Panca Mitra Multi Perdana tidak dilaksanakan para pekerja dengan baik, karena para pekerja jarang memakai kaos tangan, masker, dan kacamata saat bekerja. Jadi para pekerja harus melaksanakan penerapan keselamatan kesehatan dan keamanan kerja agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan pada waktu kerja.







