Manajemen Cold Storage pada pengolahan value added product di CV Sakana Indo Prima desa Parung Poncol Kota Depok Jawa Barat
Produk Value Added adalah nilai tambah yang ditambahkan pada suatu produk untuk meningkatkan harga jual produk tersebut di pasaran, nilai tersebut dapat ditingkatkan dengan meningkatkan fungsi atau mengurangi biaya dalam pengolahan produk tersebut.
Maksud dari Kerja Praktek Akhir ini adalah Mempelajari, memahami dan mempraktekkan secara langsung tentang penggunaan cold storage serta Memperoleh data teknis maupun ekonomis terkait dengan penggunaan cold storage pada pengolahan value added productpada umumnya dan manajemen cold storage pada khusunya di CV. Sakana Indo Prima, Desa Parung Poncol Kota Depok- Jawa Barat.
Kerja Praktek Akhir telah dilaksanakan dari Tanggal 19 Maret 2018 sampai dengan 6 Juni 2018 di CV. Sakana Indo Prima, Desa Parung Poncol – Bojongsari, Kota Depok- Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam Kerja Praktek Akhir ini adalah metode survey dengan pola magang. Dan data yang akan diambil berupa data primer dan data sekunder. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara dengan teknik pengolahan data menggunakan editing dan tabulating. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data teknis dan ekonomis.
CV. Sakana Indo Prima memproduksi olahan yang bahan baku utamanya adalah gilingan ikan Nila, Tuna, Salmon dan Surimi, kemudian diolah menjadi sebuah produk olahan yang mempunyai nilai pasar yang tinggi dan menguntungkan, setelah itu hasil olahan yang sudah di cetak di rebus dengan mesin rebus atau steamer dengan kurun waktu 15 menit dan suhu 90 – 100 0C, produk yang sudah direbus kemudian di dinginkan, dikemas lalu ditimbang, dan dibekukan di dalam pembekuan cepat ABF (air blast freezer) dengan suhu berkisar -22 – (-27) 0C selama 1 malam dan keesokan paginya diambil untuk dipindahkan pada ruang penyimpanan beku (cold storage) sesuai dengan pproduk dan kemasan masing-masing. Perlakuan terhadap ABF dan cold storage di CV. Sakana Indo Prima dengan melakukan monitoring suhu tiap 4 kali sehari pagi, siang, sore dan malam.
Hasil perlakuan pada monitoring cold storage di CV. Sakana Indo Prima bulan Maret, April, Mei dan Juni (2018) yaitu Suhu cold storage I paling rendah pada bulan Maret -13,46 0C ,sedangkan suhu paling tinggi pada bulan Juni -13,05 0C. Dan suhu cold storage II paling rendah pada bulan Maret -13,67 sedangkan suhu paling tinggi pada bulan Juni -13,1 0C dan suhu paling rendah pada cold storage III pada bulan Maret -12,17 0C dan suhu paling rendah pada bulan April -11,82. Di CV. Sakana Indo Prima,dengan fluktuasi yang terjadi ± 2. CV. Sakana Indo Prima menggunakan 3 Unit mesin untuk penyimpanan beku produk dan bahan baku, berikut data yang di dapat yang di dapat dari hasil penggunaan cold storage untuk total produk dengan kemasan Sakana plaing banyak pada bulan April sebanyak 121.273 pack dan kemasan Distributor sebanyak 79.116 pack pada bulan Mei, dan barang yang keluar dari cold storage untuk produk Sakana paling banyak pada bulan April yaitu 119.511 pack dan kemasan distributor sebanyak 45.343 pack pada bulan Mei.
Komponen mesin pendingin tersebut diantaranya kompresor, kondensor, evaporator dan katup ekspansi. Ke empat tadi merupakan komponen yang harus ada didalam sistem pendinginancoldstorage, jika salah satu tidak ada maka sistem pendinginan tidak akan berjalan lancar. Selain komponen diatas, juga terdapat beberapa komponen yang mampu membantu memperlancar sirkulasi mesin pendingin sehingga sistem pemipaan didalam mesin pendingin bisa berlangsung sempurna, diantaranya oil separator, receiver tank, filter drier, sight glass dan akumulator. Ada juga alat kontrol untuk mengetahui kondisi tekanan mesin stabil atau tidak, diantaranya yaitu ,manometer, thermostart, defrost timer,dual pressure switch.
Penerapan manajemen cold storage di CV. Sakana terdiri dari Perencanaan bahan baku serta alat penyimpanan ruang, juga perencanaan ruang penyimpanan ya ng akan digunakan. Pengorganisasian meliputi manajer teknik, kepala bagian cold storage dan pegawai yang bertugas di bagian pengangkutan produk ke dalam cold storage. Pelaksanaan/pergerakan meliputi cara penyimpanan produk yang baik dan benar, penataan produk di dalam cold storage dan cara packing yang bagus dan benar. Pengawasan meliputi QC dan kepala team serta pengawasan terhadap semua pegawai yang terlibat langsung dalam awal produksi sampai produk masuk pada ruang penyimpanan cold storage.
Unsur manajemen yang digunakan adalah Teory 5M (Masya, Dkk, 1980) yaitu Man meliputi semua kalangan yang ada di perusahaan CV. Sakana Indo Prima mulai dari manajer sampai kurir semua sudah memiliki tanggung jawab kerja masing-masing, Material meliputi bahan bakun utama pada value added product yang mana bahan baku disini merupakan bahan baku berupa ikan yang disimpan di cold storage yang terdapat di muara baru karena terbatasnya tempat untuk cold storage yang ada di CV. Sakana Indo Prima, Metode yang digunakan untuk penyimpanan produk yaitu FIFO (first-in-first-out), sedangkan untuk di dalam ruang penyimpanannya meliputi penataan produk yang disusun pada rak harus diberikan jarak untuk udara dingin ± 10cm antara produk satu dengan yang lain, Money merupakan faktor utama dari terbentuknya suatu perusahaan, dengan menerapkan harga Rp. 22.000,- untuk agen dan dengan modal Rp. 30.000.000,- sudah bisa mendapatkan keuntungan yang lebih, Machine meliputi, semua mesin yang digunakan dalam produksi olahan, seperti mesin pengaduk adonan, mesin pencetak bakso dan mesin produksi lainnya, dan juga di dukung dengan mesin pendingin yang berupa pembekuan ABF dan penyimpanan beku cold storage.
Keselamatan kerja pada umumnya dibutuhkan baik terhadap pekerja atau perusahaan dan produksinya, untuk menjaga hal-hal yang tidak dinginkan terjadi sehingga keselamatan kerja ini diselenggarakan agar akibatnya menjadi seminimal mungkin. Penerapan K3 di CV. Sakana Indo Prima sudah cukup baik. Keseluruhan manajemen mesin telah berjalan dengan baik namun masih terdapat beberapa kekurangan seperti :Masih banyak kotoran yang menempel pada kondensor yang bisa mempengaruhi pada proses pengoperasian mesin cold storage. Untuk mencapai suhu pendinginan yang diinginkan (-18) 0C pasa mesin cold storage masih perlu waktu yang lama ± 5-6 jam. Tindakan untuk menyikapi hal tersebut yaitu dengan mengoperasionalkan mesin cold storage beberapa jam sampai mencapai suhu (-18) 0C sebelum produk dimasukan.
Saran : perlu adanya pengawasan karyawan khususnya pada tahap perbaikan mesin dan pengemasan produk lebih diperketat agar perbaikan yang dihasilkan cepat tercapai dan bahan baku tidak mengalami kemunduran mutu.. Peralatan K3 perlu dilengkapi dari segi jenis dan jumlah untuk menjaga keselamatan karyawan, alat dan lingkungan kerja.







