Mesin pendingin Cold Storage pada penyimpanan hasil produk akhir udang beku di PT Bumi Menara Internusa (BMI) Makassar Sulawesi Selatan
Perikanan adalah suatu kegiatan perekonomian yang memanfaatkan sumber daya alam perikanan dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kesejahteraan manusia dengan mengoptimalisasikan dan memelihara produktivitas sumber daya perikanan dan kelestarian lingkungan. Salah satu komoditas perikanan indonesia yang sampai sekarang masih menjadi kebutuhan adalah udang. Udang merupakan salah satu sumber daya hayati yang tersedia diseluruh perairan indonesia dan merupakan salah satu komoditas ekspor sektor perikanan. Setiap tahunnya, terjadi peningkatan pasar ekspor udang ke negara – negara tujuan ekspor seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Permasalahan yang sering terjadi adalah penumpukan stok udang yang ada dan jika dibiarkan seperti itu maka udang akan mengalami pembusukan dan tidak dipasaran (Departemen Pertanian, 1999). Oleh sebab itu, mesin pendingin cold storage digunakan untuk mengatasi permasalahan tentang penumpukan stock bahan baku dan sebagai tempat penyimpanan hasil produk – produk sebelum di eksport keluar negeri.
Kerja Praktek Akhir ini dilaksanakan selama 80 hari mulai pada tanggal 19 maret sampai dengan 6 juni 2018. Adapun tempat pelaksanaan Kerja Praktek Akhir ini di PT. Bumi Menara Internusa cabang Makassar, Sulawesi Selatan. Sedangkan maksud dan tujuan dari pelaksanaan Kerja Praktek Akhir ini adalah
Maksud : Untuk mengikuti dan mengetahui mesin pendingin cold storage sebagai penyimpanan hasil produk akhir udang beku di PT. Bumi Menara Internusa (BMI) cabang Makassar, Sulawesi Selatan.
Tujuan : Untuk mengetahui jenis – jenis komponen dan cara kerjanya komponen utama (kompresor, kondensor,katup ekspansi, dan tangki penampung), komponen bantu(oil separator, filter dryer,indicator dan kaca pengamat,dan akumulator) dan komponen kontrol (high pressure control, low pressure control, oil pressure control,defrost timer dan thermostat) di PT. Bumi Menara Internusa (BMI) cabang Makassar Sulawesi Selatan, Untuk memproleh pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana cara pengoperasian dan perawatan mesin pendingin, Untuk mengetahui tentang manfaat mesin pendingin cold storage, Untuk mengetahui tentang sistem instalasi pemipaan (piping diagram) mesin pendingin cold storage. Adapun metode yang digunakan pada pelaksanaan Kerja Praktek Akhir ini adalah Metode surve dan magang. Sistem refrigerasi PT. Bumi Menara Internusa Makassar mempunyai komponen utama, bantu dan kontrol.
Adapun komponen utama mesin pendingin cold storage yang dimiliki PT. Bumi menara internusa cabang Makassar adalah : Kompresor semi hermatic : Berfungsi untuk menaikkan tekanan uap refrigerant yang datang dari evaporator. Kondensor pendingin udara paksa : berfungsi mengembunkan uap mampat yang berasal dari kompresor dengan cara membuang panas yang telah diambil oleh refrigerant. Katup ekspansi thermostatic : berfungsi untuk mengontrol jumlah refrigerant yang mengalir ke evaporator sesuai dengan beban evaporator. Evaporator : berfungsi untuk menguapkan refrigerant dari bentuk cair menjadi uap. Receiver tank : berfungsi untuk menampung cairan refrigerant yang bertekanan tinggi dari kondensor.
Selain menggunakan komponen utama, PT. Bumi Menara Internusa cabang Makassar juga menggunakan komponen bantu untuk membantu memperlancar aliran bahan pendingin/refrigerant sehingga mesin pendingin dapat bekerja lebih sempurna.. Adapun komponen bantu yang digunakan di PT. Bumi Menara Internusa cabang Makassar dalah sebagai berikut : Oli separator berfungsi untuk memisahkan minyak pelumas dengan uap refrigerant yang telah dimampatkan oleh kompresor. Filter dryer berfungsi untuk menyerap kandungan uap air dan kotoran yang ada bersama refrigerant pada isntalasi mesin pendingin. Kaca pengamat dan Indikator berfungsi untuk memberi keterangan apakah ada cairan yang akan masuk kedalam katup ekspansi bercampur gas atau tidak. Akumulator berfungsi untuk memisahkan antara cairan dan uap bahan pendingin yang bertekanan rendah, agar cairan tersebut tidak ikut terisap oleh kompresor.
Sedangkan untuk komponen kontrol berfungsi untuk mengontrol keadaan mesin pendingin sehingga dapat mempertahankan kondisi kerja mesin sesuai dengan yang diinginkan. Adapun komponen kontrol yang digunakan di PT.Bumi Menara Internusa Makassar adalah sebagai berikut :High pressure control (HPC) berfungsi untuk mematikan kompresor jika tekanan mencapai batas maksimum. Penggunaan alat ini merupakan tindakan pengamanan,sebab kompresor yang bekerja pada tekanan pengeluaran tinggi lebih cepat rusak, memaksa motor penggeraknya untuk bekerja lebih berat dan mengurangi kinerja mesin. Low pressure control (LPC) berfungsi untuk mematikan kompresor secara automatis jika tekanan kerja pada sisi tekanan rendah suatu unit refrigerator terlalu rendah dari batas normal yang ditentukan oleh karena suatu hal. Alat ini akan menjalankan kompresor secara automatis apabila tekanan rendah telah naik dan normal sampai batas yang ditentukan, sehingga pada alat ini terdapat pengaturan skala untuk : cut out, cut in dan defferensial. Oil pressure control (OPC) berfungsi untuk mengontrol minyak pelumas dan apabila tekanan minyak pelumas kurang dari batas level yang ditentukan maka mesin kompresor akan mati. Thermostat berfungsi untuk mematikan kompresor jika suhu pendinginan dalam ruangan pendingin telah mencapai dengan batas yang diinginkan dan secara automatis akan menghidupkan kembali kompresor apabila temperature ruangan telah naik kembali sampai batas yang ditentukan agar suhu dalam ruangan pendingin selalu stabil berada pada batas yang ditetapkan.
Bahan pendingin yang digunakan di PT. Bumi Menara Internusa cabang Makasar menggunakan refrigerant 404A dimana hasil dinginnyapun relative baik. Untuk 1 mesin pendingin membutuhkan 3 buah tabung refrigerant pada saat pengisian pertama kali. Dalam pengisian refrigerant yang dilakukukan di PT.Bumi Menara Internusa menggunakan alat – alat sebagai berikut : Tabung refrigerant 404A, Manifold gauge (alat untuk mengukur tekanan freon), tang Ampere.
Pengoperasian mesin pendingin yang dilakukan di PT.Bumi Menara Internusa hanya dengan memutar switch dari posisi off ke posisi on pada panel listrik. Saat mesin beroperasi teknisi PT. BMI melakukan pengontrolan mesin setiap 2 jam sekali terhadap kondisi mesin, tekanan bahan pendingin, dan dan kondisi komponen – komponen lainnya. Sedangkan untuk cara mematikan mesin pendingin di PT. Bumi Menara Internusa hanya dengan cara mengembalikan posisi switch dari posisi on ke posisi of.
Perawatan mesin pendingin cold storage yang dilakukan di PT.Bumi Menara Internusa menerapkan 3 tahapan perawatan yaitu : Perawatan harian, perawatan bulanan, dan perawatan tahunan. Cold storage yang ada di PT.Bumi Menara Internusa Makassar dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan hasil produk akhir ikan tuna bentuk loin dan udang beku sebelum di ekspor ke PT.Bumi menara internusa yang berpusat di Surabaya. Penerapan K3 di PT. Bumi Menara Internusa Cabang Makassar masih kurang baik. Hal ini dikarenakan tidak lengkapnya alat – alat kelengkapan kerja yang digunakan. Seperti halnya pemakaian baju untuk teknisi mesin yang hanya menggunakan baju ruang proses dan menggunakan sepatu boot. Sedangkan untuk kerusakan yang pernah terjadi PT.Bumi Menara Internusa Cabang Makassar adalah pengisian minyak pelumas yang terlalu berlebihan, tersumbat saluran refrigerant, dan terbakarnya motor listrik kipas evapotaror.
Adapun kesimpulan dan saran yang dapat diambil pada saat pelaksanaan Kerja Praktek Akhir ini adalah :
Kesimpulan :
Mesin pendingin cold storage di PT. Bumi menara internusa cabang makasar memiliki beberapa komponen utama antara lain (Kompresor semi hermetik, Kondensor pendingin udara paksa, katup ekspansi thermostatik, evaporator kering dan tangki penampung). Komponen bantu (Oil separator, filter dryer, kaca pengamat dan indikator dan tabung akumulator). Komponen kontrol (HPC, LPC,OPC, Defrost timer, thermostat).Bahan pendingin yang digunakan adalah freon 404A.
Ruangan cold storage PT. Bumi menara internusa cabang Makasar dengan kapasitas penyimpanan untuk cold storage 1 =18 ton dan untuk cold storage 2 = 10 ton berat produk yang disimpan.
PT. Bumi Menara Internusa cabang Makasar menerapkan 3 sistem tahapan perawatan mesin pendingin yaitu,(perawatan harian,perawatan bulanan,dan perawatan tahunan).
Pengoperasian mesin pendingin cold storage di PT.Bumi menara internusa cabang Makassar tidak sesuai dengan standar operasional pengoperasian.
Ruangan cold storage yang dimiliki PT. Bumi menara internusa cabang Makassar dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan hasil produk akhir udang beku dan ikan tuna bentuk loin yang akan di ekspor dan di olah kembali di PT.Bumi menara internusa yang berpusat di Surabaya.
Kurangnya alat – alat kesehatan dan keselamatan kerja yang ada di PT. Bumi menara internusa cabang Makassar.
Dari instalasi diagram pipa mesin pendingin yang ada di PT. Bumi menara internusa cabang Makassar maka sistem pendinginan mesin pendingin menggunakan satu tingkat tekanan.
Sedangkan untuk saran adalah :
Sebaiknya pada saat pemasangan awal mesin pendingin dalam pipa instalasi harus dibersihkan terlebih dahulu agar tidak menghambat sirkulasi bahan pendingin.
Sebaiknya pihak PT. Bumi Menara Internusa cabang Makassar melengkapi alat – alat kesehatan dan keselamatan kerja untuk karyawan dan menegaskan karyawan untuk pentingnya penggunaan alat K3 terutama karyawan dibagian mesin.
Sebaiknya pihak perusahaan melengkapi alat – alat kesehatan dan keselamatan kerja untuk seluruh karyawan.
Sebaiknya pengoperasian mesin pendingin cold storage sesuai dengan standar operasional pengoperasian agar umur teknis mesin dapat bertahan lebih lama.







