Optimalisasi Contact Plate Freezer pada proses produksi pembekuan udang vannamei (Litopenaeus vannamei) di PT Sumber Karunia Laut Pergudangan Meiko Abadi V Blok C16 - C18 Kec. Buduran Sidoarjo Jawa Timur
Udang merupakan komoditi ekspor dari hasil perikanan. Dari segi harga maupun permintaan pasaran luar negeri, udang mempunyai kedudukan yang relatif baik. Seperti halnya hasil perikanan yang lainnya, udang juga mudah sekali mengalami kerusakan. Dalam waktu yang singkat setelah masa kekakuan yang berlalu atau kurang lebih 1 jam setelah penangkapan udang menjadi busuk (Hadiwiyoto, 1993).
Dalam usaha pembekuan udang yang menjadi sarana da prasarana penting dalam menunjang proses produksi adalah unit pendinginnya. Supaya di dalam usaha pembekuan udang dapat menghasilkan produk yang optimal, tepat waktu, tepat jumlah dan tepat mutu, maka cara penempatan, pengoperasian serta perawatan unit pendingin harus dioptimalkan. Maksud pelaksanaan Kerja Praktek Akhri ini adalah untuk mempelajari dan ikut serta dalam melaksanakan cara optimalisasi mesin CPF (Contact Plate Freezer) pada pembekuan udang di PT. Sumber Karunia Laut Meiko Abadi V Blok C16-C18 Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur dan adapun tujuan Kerja Praktek Akhir ini Untuk mengetahui cara mengoptimalkan penggunaan unit pendingin khususnya Contact Plate Freezer guna menunjang kegiatan produksi udang beku.Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pengoperasian, perawatan dan pengolahan unit pendingin. Untuk lebih terampil dalam menanggulangi masalah-masalah yang mungkin timbul dalam pengoperasian unit pendingin.
Kerja Praktek Akhir ini di laksanakan pada tanggal 19 Maret sampai dengan 06 Juni 2018 di PT. Sumber Karunia Laut Meiko Abadi V Blok C16-C18 Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Kerja Prakter Akhir (KPA) adalah metode survey dan magang, sumberdata yang dipakai data primer dan sekunder, teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Teknik pengolahan data yaitu editing, tabulating, analyzing.
Alur proses pembekuan udang di PT. Sumber Karunia Laut dilaksanakan berdasarkan langkah-langkah kerja dan hasil/tujuan yang diharapkan dari masing-masing tahapan proses. Proses pembekuan udang bentuk head less terdiri dari beberapa tahapan diantaranya penerimaan bahan baku, pencucian I, pemotongan kepala, penimbangan II, pencucian II, sortasi size dan mutu, sortasi final, penimbangan III, pencucian III, penyusunan, pembekuan, penggelasan, deteksi logam, pengemasan, penyimpanan.
Prinsip kerja mesin contact plate freezer yaitu untuk pembekukan udang setelah dari ruang produksi lalu dibekuan di contact plate freezer dalam bentuk blok yang disusun dalam inner pan dan siap dibekukan selanjutnya disusun dalam long pan. Berikut merupakan langkah – langkah alur proses atau prinsip kerja pembekuan mesin contact plate freezer dari bahan baku sampai menjadi udang blok : Pembersihan inner pan atau long pan yang digunakan tempat untuk membekukan udang, Penataan inner pan yang siap untuk diisi bahan baku, Pengisian bahan baku ke inner pan yang sudah ditiriskan, Pengisian air secukupnya pada inner pan yang sudah terisi bahan baku, Setelah itu masukan inner pan ke dalam contact plate freezer, Start mesin contact plate freezer proses pembekuan berjalan selama 4 jam dengan suhu -42 0C, Setiap 1 jam di cek suhu dan tekanan manometer
Komponen pada mesin Contact Plate Freezer pada PT. Sumber Karunia Laut dibagi menjadi tiga yaitu komponen utama, komponen bantu, komponen control. Komponen utama terdiri dari kompresor, kondensor, Cooling tower, katup ekspansi dan evaporator komponen utama tersebut sangat berpengaruh dalam jalannya proses pendinginan.
Contact Plate Freezer yang digunakan pada tahap pembekuan produk block adalah jenis Horizontal Plate Freezer. Supaya penggunaan CPF bisa optimal maka sebelum beroperasi kondisi CPF harus baik, pelat – pelat CPF bebas dari frost (bunga es), karet pintu CPF masih dalam kondisi baik serta setiap sisi/dinding CPF harus dilapisi dengan bahan insulasi.
Tahap pengecekan awal sangat penting dilakukan dikarenakan berfungsi untuk mengetahui kondisi mesin apakah masih optimal atau tidak, tahap pengecekan dilakukan setiap pagi hari dan 1 jam sebelum pemakaian mesin contact plate freezer. Langkah – langkah dalam tahap awal pengecekan yang biasa dilakukan adalah sebagai berikut, Pengecekan kondisi ruangan sekitar mesin contact plate freezer, Pengecekan cooling tower, Mengecek kondisi pompa air di cooling tower. Mengecek kondisi luar cooling tower, Mengecek kondisi dan tingkat kekeruhan air pada cooling tower, Mengecek saluran air dari cooling tower ke kondensor, Pengecekan kelistrikan terutama tegangan dan hambatan pada panel, Pengecekan contact plate freezer
Tahap pengoperasian mesin contact plate freezer yang ada di PT. Sumber Karuina Laut meliputi pemeriksaan, pemanasan, menjalankan mesin, pengontrolan, pengawasan, penjurnalan dan mematikan mesin. Tahap – tahap mengenai pengoperasian mesin rutin dilakukan guna menjaga umur mesin dan menjaga mesin agar tetap bekerja secara optimal.
Perawatan mesin juga berarti perbaikan atau pengontrolan mesin yang bertujuan untuk menjaga mesin agar tetap stabil, memperpanjang umur mesin. Berikut merupakan beberapa langkah dalam pemeliharaan mesin contact plate freezer pada PT. Sumber Karunia Laut Penambahan refrigerant, Pembersihan Cooling Tower, Pembersihan Kondensor.
Jenis bahan pendingin Refrigerant yang digunakan pada PT. SKL (Sumber Karunia Laut) adalah Freon Dupont Suva R404a Freon ini bertekanan tinggi yang digunakan pada mesin-mesin chiller low temperatur.
Bahwa keselamatan, dan kesehatan kerja (K3) pada saat pengoperasian harus diperhatikan, hal ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya suatu kecelakaan kerja, antara lain yaitu : memakai sepatu yang safety, memakai baju teknisi, bila membongkar produk di contact plate frezeer harus pakai sarung tangan pengaman, memakai masker dan tutup kepala.
PT. SKL (Sumber Karunia Laut) selalu memperhitungkan biaya pemakaian listrik agar biaya yang dikeluarkan dapat digunakan untuk memperhitung hasil dari penjualan produk udang tersebut. Perhitungannya adalah sebagai berikut : Mesin kompresor Contact Plate Frezeer 1 beroperasi 12 jam ( 3 jam pada Waktu Beban Puncak (WBP) dan 9 jam di Luar Waktu Beban Puncak (WBP). Berikut adalah cara menghitung keseluruhan biaya listrik komoresor selama 1 bulan = Waktu Beban Puncak (WBP) + Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) × 30 = (Rp 228.792,- + Rp 457.585,-) × 30 = Rp 20,591.310,-
Kesimpulan Bentuk produk yang dibekukan dengan mengunakan contact plate freezer adalah produk block (Head Less). Faktor yang mendukung optimalisasi pemanfaatan unit pendingin khususnya contact plate freezer yaitu : Kondisi contact plate freezer harus baik yang meliputi, Alat – alat yang rusak segera diperbaiki dan dirawat, Setelah proses pembekuan, frost yang menempel pada pelat – pelat CPF harus dibersihkan supaya tidak menghambat proses pembekuan selanjutnya, Ruang pembekuan selalu diberi insulasi supaya udara dingin tidak keluar ke lingkungan proses pada saat pembekuan.
Saran, Perawatan sebaiknya dilakukan secara intensif dan berkala untuk menghindari kerusakan mesin secara menyeluruh, Peralatan bengkel yang digunakan untuk perawatan seharusnya menggunakan peralatan yang memadai. Pembersihan mesin seharusnya dilakukan secara rutin untuk menghindari adanya korosi.







