Optimalisasi mesin IQF (Individual Quick Freezer) pada pembekuan udang di PT Surya Alam Tunggal Sidoarjo Jawa Timur
Salah satu cara pembekuan yang efisien adalah pembekuan cepat, salah satu mesin pendukung diantaranya yaitu mesin IQF (Individual Quick Freezer) yaitu pembekuan bahan satu persatu dengan waktu yang singkat. Cairan pendingin yang digunakan untuk proses pembekuan adalah cairan ammonia (Fellows, 2000).
Maksud dan Tujuan dari pelaksanaan Praktek Kerja Akhir ini adalah memahami dan ikut serta dalam kegiatan Optimalisasi mesin IQF dan memahami cara Pengoperasian dan Perawatan Mesin IQF di PT. Surya Alam Tunggal Kota Sidoarjo Provinsi Jawa Timur.
Kerja Praktek Akhir ini dilaksanakan mulai tanggal 19 Maret sampai tanggal 6 Juni 2018. Adapun tempat pelaksanaan yaitu di PT. Surya Alam Tunggal dengan metode survey sedangkan untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan adalah sistem magang.
Mesin IQF di PT. SAT memiliki spesifikasi sebagai berikut : merk AOWID, made in China, model QSDW – 1000, kapasitas produksi 1000 kg/jam, refrigerant amoniak, pembuatan Desember 2014, panjang x lebar 15 m x 2,5 m
Komponen Mesin IQF : kompresor untuk menggerakkan sistem refrigerasi, kondensor alat untuk mengkondensasi cairan refrigerant, shipon tank alat pemisah antara liquid (cairan) amoniak dengan uap amoniak yang belum terkondensasikan, receiver tank untuk menampung cairan refrigerant, Inter cooler untuk medinginkan atau mengurangi superheat uap refrigeran dari kompresor tk I yang akan dimampatkan lagi pada kompresor tk II, separator liquid tank adalah tangki yang digunakan untuk menampung bahan refrigerant bersuhu rendah, pompa liquid untuk memompa refrigerant cair yang berada pada tabung low pressure, evaporator alat yang digunakan untuk menempatkan bahan yang akan didinginkan, blower untuk mendinginkan dan menstabilkan ruangan dalam mesin, konveyor untuk penggerak udang pada saat proses pembekuan dan meniriskan udang dari kandungan air.
Cara pengoperasian ada 3 tahap, sebelum menyalakan mesin IQF : nyalakan inverter kompresor pada posisi ON, nyalakan kipas dan pompa pada kondensor pada posisi ON, nyalakan air purger dan pompa oli pada posisi ON, nyalakan selector switch pada posisi ON untuk mengalirkan listrik pada selenoid valve, tekan START pada layar touch screen pada Kompresor, jika suhu pada separator liquid tank sudah rendah sekitar -20°C maka buka saluran pada mesin IQF pada posisi ON, tekan Pompa liquid posisi ON.
Pada waktu menyalakan mesin IQF : pada layar touch screen mesin IQF tekan tombol system pada posisi ON, tekan Cooler switch pada posisi ON guna untuk menyalakan blower, tekan Refrigeration posisi ON, untuk mengalirkan refrigerant pada evarator, sebelum konveyor dinyalakan atur terlebih dahulu kecepatan konveyor sesuai dengan size udang yang dibekukan, jika sudah diatur batas kecepatan maka tekan konveyor posisi ON
Pada waktu mematikan mesin IQF adalah sebagai berikut : konveyor dan refrigeration tekan posisi OFF, tekan cooler switch pada posisi OFF, jika sudah dimatikan semuanya baru bisa dimatikan pada tombol system posisi OFF, rpm pada inverter pada kompresor harus berada di 3000 rpm, lalu matikan solenoid valve, kompresor dimatikan dengan cara menurunkan tekanan kompresor sampai 0, lalu matikan kompresor pada posisi OFF, matikan pompa oli dan pompa kondensor, lalu matikan kipas kondensor dan air purger.
Optimalisasi mesin IQF ada 3 tahapan, Sebelum Pengoperasian : kondisi mesin IQF harus dalam keadaan baik, menurunkan suhu tekanan pada separator liquid tank baru bisa disuplaykan ke mesin IQF, bertujuan agar evaporator pada mesin lebih optimal, udang yang akan dibekukan, suhunya harus rendah sekitar 0°C Sampai 4°C, melakukan pemanasan awal (precooling) pada mesin terlebih dahulu. Biasanya pemanasan awal membutuhkan waktu 1,5 – 2 jam, pada pipa saluran sistem refrigerasi dilapisi dengan PIYU (Polyyuritant).
Pada waktu Pengoperasian : setiap 1 jam sekali dilakukan penjurnalan mesin selama beroperasi, jika suhu pada mesin IQF tidak mencapai batas yang di inginkan, maka akan menyalakan kompresor lagi untuk menambah laju cairan amonia agar suhu amonia dapat tercapai, mengatur kecepatan konveyor sesuai dengan size udang yang akan dibekukan, agar udang beku dengan maksimal, menambah konveyor tambahan berguna untuk menata udang sebelum masuk mesin IQF, agar udang tidak menempel dengan yang lain, spray udara harus terbebas dari bunga es, agar hembusan udara dingin bisa keluar secara optimal, ika evaporator mengalami defrost, segera nyalakan heater pada mesin IQF, agar proses produksi lancar.
Pada waktu pengoperasian : jika mesin sudah selesai dipakai maka segera bersihkan sisa – sisa kotoran pada mesin tersebut, sebelum mematikan kompresor biasanya menurunkan tekanan pada kompresor, agar kompresor lebih awet.
Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil yaitu : mesin IQF di PT. SAT memiliki spesifikasi sebagai berikut : merk AOWID, made in China, diproduksi oleh YANTAI AOWEI REFRIGERATION EQUIPMENTS CO.,LTD., model QSDW – 1000, kapasitas produksi 1000 kg/jam, refrigerant amoniak, tanggal pembuatan desember 2014, panjang x lebar 15 m x 2,5 m. Komponen mesin IQF terdiri dari sebagai berikut : kompresor screw, evaporatif kondensor, shipon tank, receiver tank, separator liquid tank, evaporator, blower, spray udara, konveyor. Alat bantu mesin IQF terdiri dari sebagai berikut : oli separator, selenoid valve, switch level liquid, high dan low pressure, inter cooler, heater, pompa liquid, pompa oli.
Cara optimalisasi mesin IQF meliputi : Kondisi mesin IQF harus dalam keadaan baik, udang yang akan dibekukan suhunya harus rendah sekitar 0°C Sampai 4°C, melakukan pemanasan awal (precooling) pada mesin terlebih dahulu, Pada pipa saluran sistem refrigerasi dilapisi dengan PIYU (Polyuritant), setiap 1 jam sekali dilakukan penjurnalan mesin selama beroperasi, mengatur kecepatan konveyor sesuai dengan size udang yang akan dibekukan, spray udara harus terbebas dari bunga es.
Saran
Saran yang dapat disampaikan yaiu : Sebaiknya alat keselamatan dan kesehatan kerja digunakan demi kepentingan pekerja, karena sudah tersedia alat K3. Sebaiknya merekrut teknisi khusus yang berpengalaman pada mesin IQF agar perawatan mesin tetap bisa terawat dan bisa digunakan dengan jangka waktu lama. Sebaiknya diadakan penambahan peralatan perbengkelan untuk mendukung perawatan mesin







