Manajemen Ekspor Ikan Teri Nasi (Stolephorus commerrsoni) di PT Insan Citraprima Sejahtera Tuban Jawa Timur
Perikanan, seperti halnya sektor ekonomi yang lain, merupakan salah satu aktivitas yang memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan suatu bangsa (Fauzi, 2006). Ikan merupakan salah satu komoditas yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Di Indonesia, produksi perikanan selain bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani, juga merupakan sumber penghasilan devisa negara melalui ekspor. Salah satu produksi perikanan tersebut adalah ikan teri.
Ekspor sendiri pada hakikatnya adalah suatu transaksi sederhana yang tidak lebih dari jual beli barang antara pengusaha-pengusaha yang bertempat tinggal atau berdomisili di negara-negara yang berbeda. Namun dalam pertukaran barang dan jasa yang menyeberangi laut ataupun darat ini tidak jarang timbul berbagai masalah yang kompleks antara para pengusaha yang mempunyai bahasa, kebudayaan, adat istiadat, dan cara yang berbeda-beda (Heruwati, 2002). Sehubungan dengan hal tersebut perlu dilakukan kegiatan manajemen yang baik dalam kegiatan ekspor ikan teri nasi. Sehingga diharapkan dengan manajemen yang baik maka akan menghasilkan manajemen yang terkontrol.
Maksud dari pelaksanaan Kerja Praktek Akhir (KPA) ini adalah untuk mempelajari manajemen ekspor ikan teri nasi di PT. Insan Citraprima Sejahtera Tuban, berpartisipasi secara langsung dalam proses produksi hingga pelaksanaan ekspor produk, mengetahui masalah atau hambatan yang ada dalam pelaksanaan ekspor produk serta memperoleh data primer terkait pelaksanaan kegiatan ekspor produk teri nasi. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan tentang manajemen ekspor ikan teri nasi di PT. Insan Citraprima Sejahtera Tuban.
Kerja Praktek Akhir akan dilaksanakan mulai tanggal 19 Maret 2018 sampai dengan 6 Juni 2018, bertempat di PT. Insan Citraprima Sejahtera JL. Jenu Merak Urak 148 C Desa Sekardadi Kabupaten Tuban Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam Kerja Praktek Akhir ini adalah metode survei dengan pola magang. Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi dan wawancara, sedangkan teknik pengumpulan data melalui editing, tabulating, dan analisa data deskriptif.
Proses produksi ikan teri nasi dimulai dari penerimaan bahan baku, pencucian, perebusan, penirisan, penjemuran, penimbangan, sortir I, sizing, precooling, mesin finishing, sortir II, packing, sampling, dan penyimpanan.
PT. Insan Citraprima Sejahtera telah menerapkan 3 faktor penentu lancar tidaknya kegiatan ekspor oleh perusahaan antara lain:
1. Faktor kualitas produk yang menjadi daya saing perusahaan dalam persaingan bisnis baik didalam dan luar negeri
2. Faktor harga yang disesuaikan dengan perkembangan pasar di dalam dan luar negeri
3. Faktor pengiriman barang baik bahan baku ataupun bahan pendukung yang telah terjadwalkan dengan adanya supplier tetap
Dalam melaksanakan usahanya PT. Insan Citraprima Sejahtera turut menerapkan fungsi manajemen demi mempermudah jalannya kegiatan ekspor sehingga tujuan dapat tercapai secara teratur dan efisien. Fungsi manajemen sendiri berisi planning, organizing, actuating, dan controlling (Terry, 1991).
1. Perencanaan yang dilakukan perusahaan dalam rangka ekspor antara lain merencanakan bahan baku produksi, modal usaha yang akan digunakan, memenuhi persyaratan dalam pendirian perusahaan ekspor, merencanakan SDM dalam berproduksi, melengkapi dokumen yang dibutuhkan dalam rangka ekspor, serta mengidentifikasi pasar sasaran ekspor.
2. Organising (pengorganisasian)
a. Struktur organisasi di PT. ICS Tuban berbentuk garis dan staff yang biasanya digunakan oleh organisasi besar yang daerahnya luas dan memiliki karyawan yang banyak dengan pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing.
b. Terdapat pelaku kegiatan ekspor yang saling berpengaruh dalam pelaksanaan ekspor seperti PT. Insan Citraprima Sejahtera sebagai Eksportir, Importir, Bank, Depperindag, Freight Forwarder, EMKL, Bea Cukai, dan Departemen Karantina.
3. Actuating (pelaksanaan)
a. Proses transaksi ekspor oleh perusahaan dimulai dari tahap Promosi, Inquiry (permintaan), Offersheet (lembar penawaran), Ordersheet (lembar pemesanan).
b. Prosedur pelaksanaan ekspor di PT. ICS Tuban dimulai dari kontrak dagang, penerbitan L/C, persiapan barang, booking jadwal container, stuffing, penerimaan PEB dan NPE, pengiriman data fix ke EMKL/forwarder, penerimaan draft B/L dari forwarder, pengiriman barang, pengurusan COO, pengurusan HC, pengambilan original B/L, pencairan L/C dengan pengiriman dokumen kelengkapan ke importir.
c. Transaksi pembayaran ekspor di PT. ICS Tuban melalui Letter of Credit (L/C) dan Telegraphic Transfer (TT).
4. Controlling (pengendalian)
a. Permasalahan pada perusahaan berasal dari faktor internal berupa naik turunnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, isu di negara tujuan ekspor, labelling, perbedaan standar buyer dan infrastruktur serta faktor eksternal berupa pembiayaan, kekurangsempurnaan dalam mempersiapkan barang, perbedaan kualitas SDM dan kualitas bahan baku.
b. Pengendalian yang dilakukan berasal dari perusahaan diantaranya pengendalian karyawan, keuangan, produksi, waktu, penjualan, dan pemeliharaan serta pengendalian dari lembaga diantaranya terdapat inspeksi, surveilan, dan stuffing.
Unsur manajemen telah digunakan dalam pelaksanaan ekspor di PT. Insan Citraprima Sejahtera mulai dari SDM (man) yang berupa pimpinan beserta staff dan karyawan yang saling bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama, material (materials) yaitu bahan baku yang digunakan berupa ikan teri nasi, mesin (machines) yang berupa mesin produksi dan juga transportasi dalam pelaksanaan ekspor, metode (methods) yang digunakan dalam ekspor berupa ekspor langsung dengan metode pembayaran lewat L/C dan TT, (uang) money yang berasal dari modal sendiri dan pinjaman serta yang terakhir unsur pasar (market) yang dituju berupa pasar Internasional yaitu negara Jepang dan Singapura.







