Manajemen pemasaran ikan cakalang beku (Katsuwonus pelamis) pada PT Delta Mina Perkasa Komplek Industri Pergudangan Sinar Buduran II Sidoarjo Provinsi Jawa Timur
Pengolahan dan pemasaran hasil perikanan memiliki peran strategis dalam menciptakan produk perikanan bermutu tinggi dan aman dikonsumsi. Dan dalam suatu kegiatan produksi pengolahan hasil perikanan terdapat unsur yang tidak kalah pentingnya yaitu pemasaran. Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian terhadap program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran dan hubungan yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Maksud dari Kerja Praktek Akhir ini adalah ikut berpartisipasi dalam proses penyimpanan ikan cakalang, mengetahui pengelolaaan sumberdaya manusia di lokasi KPA, mengetahui manajemen pemasaran ikan cakalang beku dan mengetahui permasalahan – permasalahan yang timbul dalam pemasaran. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah memperbaiki pengetahuan dan keterampilan tentang Manajemen Pemasaran serta memecahkan masalah – masalah yang timbul pada pemasaran Ikan Cakalang Beku (Katsuwonus pelamis) di PT. Delta Mina Perkasa Sidoarjo Jawa Timur.
Kerja Praktek Akhir ini dilaksanakan mulai tanggal 19 Maret – 6 Juni 2018 di PT. Delta Mina Perkasa, Pergudangan Sinar Buduran II Blok A no. 40 Sidoarjo, Jawa Timur. PT. Delta Mina Perkasa berdiri pada tahun 2016 sebagai perusahaan PT (perseroan terbatas) dengan akta pendirian no 23 yang disahkan pada tanggal 28 Mei 2016.
Produk yang dipasarkan oleh PT. Delta Mina perkasa yaitu ikan pelagis beku dengan komoditi utama yaitu ikan Baby Tuna, Cakalang, Deho, Layang dan salem. Dalam KIPA ini penulis membahas tentang pemasaran ikan cakalang beku, ikan cakalang beku yang dipasarkan didapatkan dari produsen didaerah Sorong, Bitung dan Kendari. Ikan cakalang dipasarkan dengan berbagai size, dengan harga yang juga berbeda - beda tergantung dari size dan kualitas. Harga produk yaitu mulai dari Rp. 19.000 – Rp. 20.000 untuk grade A dan Rp. 17.000 – Rp. 18.000 untuk grade B. Produk dipasarkan di daerah Jawa Timur seperti Madura, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Malang dan Tulungagung.
Proses penyimpanan produk yang ada di PT. Delta Mina Perkasa yaitu: Penerimaan produk, sortasi size, Penyimpanan atau pembekuan dan penjualan. Penerapan fungsi Manajemen yang ada di PT. Delta Mina Perkasa seperti yang dikatakan oleh Manullang (1996) ada perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan. Penerapan unsur – unsur manajemen yang ada di PT. Delta Mina Perkasa adalah seperti yang dikatakan oleh Manullang (1996) yaitu ada unsur manusia, uang, material, mesin, metode dan pasar.
Penerapan konsep pemasaran di PT. Delta Mina Perkasa adalah seperti yang dikatakan oleh Oentoro (2012) yaitu adanya konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran dan konsep pemasaran sosial. Akan tetapi dalam konsep produksi masih belum sesuai karena perusahaan tidak melaksanakan proses pengolahan, perusahaan hanya membeli produk dari produsen. Dalam penerapan bauran pemasaran seperti yang dikatakan oleh Riadi (2013) yaitu ada product, price, place, promotion. Sistem pemasaran yang ada di perusahaan yaitu: sistem pemasaran dengan saluran vertikal, saluran horizontal dan saluran ganda. Strategi pemasaran yang dilaksanakan oleh perusahaan yaitu, strategi kebutuhan primer dan strategi kebutuhan selektif.
Saluran pemasaran yang diterapkan oleh perusahaan yaitu sebagaimana yang dikatakan oleh Kotler (1991), Pemasaran ikan cakalang dilaksanakan dengan saluran pemasaran satu tingkat, saluran pemasaran dua tingkat dan saluran pemasaran tiga tingkat. Perusahaan tidak melaksanakan pemasaran langsung karena perusahaan telah menjadi pihak kedua setelah produsen. Dalam proses jual beli pelanggan biasanya datang langsung ke perusahaan guna melaksanakan proses transaksi.
Pengelolaan sumberdaya manusia yang ada diperusahaan yaitu mulai dari uraian tugas melalui job descriptions, rekruitmen, seleksi, pemeliharaan karyawan pemberian kompensasi dan pemutusan hubungan kerja. Dari hasil analisa biaya pemasaran didapatkan pada bulan April dengan total produk yang terjual 17003,7 kg, biaya pemasaran sebesar Rp. 6.660.111, sementara untuk biaya setiap kilogramnya yaitu Rp. 391,7,-/kg. pada bulan Mei dengan total produk terjual 12920 kg, biaya pemasaran sebesar Rp. 6.188.760, sementara untuk biaya setiap kilogramnya yaitu Rp. 479,-/kg.
Dari hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa: (1) Produk yang dipasarkan PT. Delta Mina Perkasa yaitu ikan hasil laut terutama jenis ikan pelagis dengan komoditi utama yaitu ikan Baby Tuna, Cakalang, Deho, Layang dan Salem. Produk masih dipasarkan di pasar lokal terutama Jawa Timur seperti di Madura, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Malang dan Tulungagung. (2) Alur proses penyimpanan produk yang ada di perusahaan yaitu hanya: proses penerimaan, sortasi size, penyimpanan atau pembekuan dan penjualan. Akan tetapi dalam proses penerimaan produk terkadang ada kendala, produk yang diterima tidak sesuai dengan yang telah dipesan dari produsen. (3) Pengelolaan sumberdaya manusia yang ada diperusahaan yaitu mulai dari uraian tugas melalui job descriptions, rekruitmen, seleksi, pemeliharaan karyawan pemberian kompensasi dan pemutusan hubungan kerja. (4) Manajemen pemasaran di PT. Delta Mina Perkasa telah terlaksana dengan baik. Akan tetapi dalam konsep produksi perusahaan tidak melaksanakan proses produksi. Perusahaan tidak melaksanakan pemasaran secara langsung karena perusahaan sudah menjadi pihak kedua setelah produsen. Selain itu dalam pemasaran produk terkadang adanya tunggakan pembayaran, pesaing usaha dibidang yang sama, bermacam – macamnya karakter dari konsumen, terjadi pemadaman listrik, sedang musim ikan lokal juga menjadi kendala tersendiri. (5) Dari hasil perhitungan biaya pemasaran, didapatkan asumsi biaya pemasaran yaitu: pada bulan April dengan total produk yang terjual 17003,7 kg, biaya pemasaran sebesar Rp. 6.660.111, sementara untuk biaya setiap kilogramnya yaitu Rp. 391,7,-/kg. pada bulan Mei dengan total produk terjual 12920 kg, biaya pemasaran sebesar Rp. 6.188.760, sementara untuk biaya setiap kilogramnya yaitu Rp. 479,-/kg.
Dari kesimpulan diatas dapat disarankan bahwa: (1) Untuk wilayah pemasaran sebaiknya lebih diperluas lagi guna meningkatkan omset penjualan, perlu adanya promosi yang lebih luas misal melalui media online guna mempromosikan produk yang dipasarkan sehingga dapat mempermudah konsumen untuk mengetahui produk apa yang ada di perusahaan. (2) Perlu adanya komunikasi yang lebih baik dengan produsen sehingga tidak terjadi kesalahan dalam proses pembelian produk. (3) Perlu adanya penambahan komoditi ikan yang dipasarkan sehingga pilihan untuk para pelanggan atau konsumen lebih banyak. (4) Perlu dilaksanakan survei pasar seperti survei harga, survei produk yang dibutuhkan konsumen dan survei pesaing usaha yang sama guna membawa agar perusahaan berada pada koridor pemasaran yang lebih menguntungkan. (5) Perlu adanya komunikasi yang baik dengan PLN sehingga perusahaan bisa mengetahui jika ada pemadaman listrik. (6) Adanya konsistensi dalam pelayanan terhadap pelanggan, selain itu komunikasi dengan pelanggan juga harus selalu dijaga.







