Manajemen usaha pengolahan produk vallue added springroll pada UD. Az-Zahra Food, di kecamatn Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur + CD
Salah satu komoditi penting dari sektor perikanan Indonesia adalah udang. Selain itu, tingginya kandungan protein dalam udang sangat dibutuhkan oleh manusia karena selain mudah dicerna, juga mengandung asam amino dengan pola hampir sama dengan asam amino yang terdapat dalam tubuh manusia. Namun kandungan air yang tinggi sehingga udang termasuk komoditi yang sangat mudah rusak/busuk (perishable food) atau mudah dicemari bakteri pembusuk.
Upaya untuk mengatasi sifat mudah busuk tersebut, antara lain adalah dengan cara pengolahan dan pengawetan ikan. Oleh karena itu diperlukan cara pengolahan (value added) yang mampu menambah harga nilai jual dan meningkatkan nilai tambah. Diversifikasi produk olahan udang berbentuk springroll banyak diminati konsumen. Peluang dan potensi pasar untuk produk olahan udang cukup bagus. Demi memenuhi kebutuhan permintaan pasar terhadap permintaan produk springroll, perlu adanya manajemen yang baik untuk menjalankan usaha tersebut.
Maksud dari pelaksanaan KPA ini antara lain :
1. Ikut berpartisipasi didalam setiap tahapan manajemen usaha springroll udang pada UD. Az-Zahra Food.
2. Mengetahui sacara langsung manajemen usaha springroll udang pada UD. Az-Zahra Food.
3. Memperoleh data teknis dan data ekonomi terkait kegiatan usaha pengolahan springroll udang.
4. Membuat analisis usaha pengolahan springroll udang.
Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah :
1. Memperoleh pengetahuan tentang teknis manajemen usaha springroll udang pada UD. Az-Zahra Food.
2. Memperoleh keterampilan dalam manajemen usaha springroll udang pada UD. Az-Zahra Food.
3. Mengetahui hasil analisis usaha springroll udang pada UD. Az-Zahra Food.
Kerja Praktek Akhir (KPA) ini dilaksanakan mulai tanggal 19 Maret 2018 sampai tanggal 06 Juni 2018 di UD. Az-Zahra Food kecamatan Sukodono. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pola magang. Sumber data yang diambil adalah data primer dan data sekunder. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, observasi dan wawancara. Teknik pengolahan data dilakukan dengan teknik editing, tabulating dan analizing.
Springroll udang merupakan produk olahan hasil perikanan yang dibuat dari daging udang dengan penambahan tepung terigu, soun dan sayuran seperti wortel, kentang, daun bawang, bawang prey serta campuran bumbu-bumbu seperti minyek wijen, bawang putih, penyedap rasa, merica, garam dan gula yang dibungkus dengan menggunakan kulit lumpia. Kemudian digoreng setengah matang dan dikemas dalam bentuk beku (Saparinto, 2011).
Secara garis besar proses pembuatan springroll udang sama seperti springroll pada umumnya meliputi penerimaan bahan baku, pencairan, pencucian, pencincangan bahan baku, penimbangan, pencampuran, pencetakan, penggorengan, penirisan, pembekuan, pengemasan dan penyimpanan (Sumarni, 2007).
Sanitasi dan higiene merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas atau mutu akhir pada produk (Purnawijayanti, 2001). Sanitasi bahan baku dengan melakukan pencucian terhadap udang yang datang untuk mengurangi kotoran yang dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri. Sanitasi bahan pembantu yang digunakan telah sesuai pada SNI tentang air dan es. Sanitasi peralatan juga telah dilakukan dengan baik karena sebelum dan sesudah digunakan selalu dalam keadaan bersih. Sanitasi ruangan sudah memenuhi standar ruang proses meskipun belum semua sesuai standar. Higiene karyawan juga belum sepenuhnya diterapkan karena karyawan hanya memakai apron dan tidak menggunakan masker maupun penutup kepala orang.
Penerapan fungsi manajemen pada pengolahan springroll udang UD. Az-Zahra Food sudah cukup baik, dengan perencanaan setiap harinya yang berjalan dengan baik dan perencanaan kedepan untuk mengembangkan usaha. Dengan perencaan yang baik tersebut UD. Az-Zahra masih terkendala dalam pengorganisasian tenaga kerja yang sangat minim yang berdampak pada penggerakan tenaga kerja untuk pengembangan usaha kedepan.
Perizinan yang dimiliki oleh UD. Az-Zahra adalah Izin Usaha Dagang, Surat Izin Usaha Perdagangan, Tanda Daftar Perusahaan, Surat Tanda Daftar Usaha Pengolahan Hasil Perikanan, Produksi Pangan Industri Rumah Tanga, sertifikat Halal dan sertifikat ISO 9001:2008.
Dari hasil analisa didapatkan keuntungan Rp. 991.118 dengan nilai B/C ratio dari 1,1 yang berarti usaha tersebut layak untuk dijalankan. Dalam usaha ini memperoleh BEP harga Rp. 3.645.096 dan BEP unit 239 pack untuk kemasan 500 gram serta 26 pack untuk kemasan 250 gram dengan PP 9 hari.
Kesimpulan yang dapat dari hasil pembahasan, sebagai berikut :
1. Penerapan fungsi manajemen pada pengolahan springroll udang UD. Az-Zahra Food sudah cukup baik, dengan perencanaan setiap harinya yang berjalan dengan baik dan perencanaan kedepan untuk mengembangkan usaha. Dengan perencaan yang baik tersebut UD. Az-Zahra masih terkendala dalam pengorganisasian tenaga kerja yang sangat minim yang berdampak pada penggerakan tenaga kerja untuk pengembangan usaha kedepan.
2. Ditinjau dari aspek produksi yang dimulai dari persiapan alat, persiapan bahan – bahan yang akan digunakan, alur proses serta sanitasi dan higiene, UD. Az-Zahra sudah cukup baik. Namun sanitasi dan higiene karyawan masih belum sesuai standar. Higiene karyawan masih belum terjaga yang dapat berdampak pada kontaminasi produk.
3. Pada proses produksinya tidak banyak menggunakan mesin sebagai alat bantu. Sehingga waktu yang dibutuhkan selama proses produksi lebih lama dan kapasitas produksi sulit ditingkatkan serta hasil yang tidak seragam.
4. Dari aspek keuangan, bapak Saad menggunakan uang pribadi sebagai modal awal usaha.
5. Dari perhitungan analisis usaha didapat keuntungan sebesar Rp 991.118 dengan R/C Ratio 1,1 yang diartikan dengan pengeluaran 1 rupiah akan mendapatkan penerimaan 1,1 sehingga keuntungan yang didapat adalah 0,1 rupiah. Diperoleh perhitungan BEP harga Rp. 3.645.096, BEP unit 239 pack untuk kemasan 500 gram serta 26 pack untuk kemasan 250 gram dan PP selama 9 hari.
6. Berdasarkan aspek hukum, dokumen yang sudah dimiliki UD. Az-Zahra adalah izin usaha dagang, surat izin usaha perdagangan, tanda daftar perusahaan, surat tanda daftar usaha pengolahan hasil perikanan, produksi pangan rumah tangga, sertifikat halal dan juga sertifikat ISO 9001:2008. Sedangkan dokumen yang belum dimiliki adalah izin edar dari BPOM.
Saran yang dapat diberikan antara lain :
1. Dengan jumlah karyawan yang sangat minim, UD. Az-Zahra Food terkendala dalam memproduksi produk, maka sebaiknya UD. Az-Zahra melakukan perekrutan karyawan guna mengembangan usaha agar dapat meningkatkan kapasitas produksi produk.
2. Sebaiknya sanitasi dan higiene perlu diperhatikan terutama pada karyawan agar produk terhindar dari kontaminasi. Sehingga perlu lebih dipertegas untuk peraturan penggunaan kelengkapan kerja pada karyawan.
3. Penggunaan mesin dalam proses produksi akan meringankan beban karyawan dan dapat menambah kapasitas produksi. Sebaiknya UD. Az-Zahra menggunakan mesin spiner untuk proses penirisan dan menggunakan metode penggorengan deep fat frying untuk mendapatkan hasil produk yang lebih baik.
4. Dengan izin usaha yang belum lengkap, UD. Az-Zahra mengalami beberapa kendala dalam proses pemasaran. Sebaiknya UD. Az-Zahra segera menyelesaikan pengurusan izin usaha dengan memenuhi semua persyaratan izin usaha yang diajukan.







