Manajemen usaha pembenihan ikan nila merah Nilasa (Oreochromis niloticus) pada Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB) Kecamatan Cangkringan Sleman, Yogyakarta+CD
Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) adalah salah satu ikan unggulan budidaya perikanan air tawar. Ikan nila merah merupakan komoditas perikanan yang memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai ikan budidaya. Prospek pasar ikan nila merah selain pasar dalam negeri juga diekspor ke beberapa negara seperti Hongkong dan Amerika. Pasar dalam negeri ikan nila merah banyak digemari masyarakat, terutama masyarakat pulau Jawa. Jawa Barat merupakan daerah yang pertama kali mengembangkan ikan nila dan tidak kurang dari 500 juta ekor benih setiap musim dijual ke berbagai propinsi di Indonesia. Peningkatan produksi budidaya akan meyebabkan peningkatan permintaan benih sebagai input untuk kegiatan budidaya pembesaran ikan nila merah.
Magsud dari Kerja Praktek Akhir ini adalah mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan manajemen usaha pembenihan ikan nila merah nilasa, memperoleh data primer terkait dengan manajemen usaha pembenihan ikan nila merah nilasa, membuat analisis usaha pembenihan ikan nila merah nilasa pada Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB) Kecamatan Cangkringan Sleman Yogyakarta.
Tujuan dari Kerja Praktek Akhir ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang manajemen usaha pembenihan ikan nila merah nilasa (Oreochromis niloticus) serta mengetahui hasil analisanya.
Metode yang digunakan dalam KPA ini adalah metode survey dan magang yang dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2018 sampai dengan 6 Juni 2018. Sumber data berasal dari data primer dan data sekunder. Data peroleh melalui teknik observasi dan wawancara. Data yang telah terkumpul diolah melalui editing dan tabulating, kemudian untuk selanjutnya dianalisis.
Ruang Lingkup Pembenihan
Persiapan lahan terdiri dari pengeringan dilakukan selama 3 – 7 hari tergantung cuaca, pengapuran dengan dosis 250 gram/m2, pemupukan dengan dosis 250 gram/m2. Setelah itu dalam persiapan air harus menggenangi dasar kolam dengan air setinggi 10 – 15 cm. Dengan kedalaman air seperti ini sinar matahari masih bisa menembus dasar kolam sehingga berbagai macam tumbuhan dan hewan berkembang biak. Biarkan kondisi tersebut selama 2 – 3 hari. Warna air akan terlihat kehijauan , itu tandanya pakan alami sebagai biota air dan ikan telah tumbuh. Setelah itu ketinggian air bisa dinaikan hingga 60 – 75 cm dan kolam siap untuk ditebari benih ikan. Selanjutnya dalam pemilihan digunakan adalah induk yang siap memijah atau bakalan induk yang siap memijah. Induk yang berkualitas baik kondisi sehat, bentuk badan normal, sisik besar dan tersusun rapi, kepala relatif kecil dengan badan, badan tebal dan berwarna mengkilap (tidak kusam), gerakan lincah dan memiliki respon yang baik terhadap pakan tambahan. Dan membedakan antara jantan dan betina. Lalu pemeliharaan induk dilakukan dengan cara dipelihara dengan 1 ekor/m2, pemupukan untuk menumbuhkan plankton dalam air sebagai pakan alami dengan dosis 250 gram/m2 dan pemeliharaan pemijahan dilakukan perbandingan 100 jantan dan 300 betina pada kolam 400 m2. Setelah itu dilakukan pemeliharaan larva dilakukan dengan cara mengambil larva dari induk, memberi pakan berprotein tinggi berupa serbuk, memberi pakan alami. Lalu pendederan benih Dalam ukuran tertentu dilakukan grading atau pemisahan ukuran karena pertumbuhan yang tidak merata. Dengan adanya sampling tersebut dapat dilakukan pendederan setiap ukuran, pendederan dapat dilakukan setiap minggu sesuai dengan perkembangan. Terakhir panen benih dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menghindari suhu panas karena dapat mengakibatkan stres dan kematian, panen dilakukan sesuai dengan permintaan pasar
Fungsi Manajemen
• Perencanaan : meliputi pengaturan tujuan dan mencari cara bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Planning telah dipertimbangkan sebagai fungsi utama manajemen dan meliputi segala sesuatu yang manajer kerjakan
• Organisasi : proses dalam memastikan kebutuhan manusia dan fisik setiap sumber daya tersedia untuk menjalankan rencana dan mencapai tujuan yang berhubungan dengan organisasi.
• Pelaksanaan : peran manajer untuk mengarahkan pekerja yang sesuai dengan tujuan organisasi.
• Controlling : memastikan bahwa kinerja sesuai dengan rencana. Hal ini membandingkan antara kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan
Unsur – Unsur Manajemen Usaha
• Man : Manusia dianggap sebagai capital asset dalam manajemen perusahaan.
• Money : Dalam dunia modern yang merupakan faktor yang penting sebagai alat tukar dan alat pengukur nilai suatu usaha. Suatu usaha yang diukur pula dari jumlah uang berputar pada perusahaan itu.
• Material adalah bahan-bahan yang akan diolah menjadi produk yang siap di jual yang dalam budidaya meliputi induk, pakan, sarana dan prasarana, dll
• Mesin yang digunakan tidak terlalu ada, karena dikerjakan dengan manual, tetapi ada mesin berupa kincir air yang digunakan dalam keadaan kolam memiliki kualitas air jelek.
• Metode adalah cara dan sistem pelaksanaan pekerjaan, namun tidak hanya terbatas pada sistem, seperti pada balai berupa metode cara budidaya ikan dan membuat pakan alami
• Pasar yang diterget yaitu para pembudidaya, serta kerjasama dengan balai lain untuk memenuhi benih. Dan juga kerjasama dengan para pembudidaya
Bauran Pemasaran
• Produk : produk yang dihasilkan yaitu benih ikan nila, produk yang dihasilkan harus berkualitas untuk menjaga kepercayaan kepada pelanggan
• Harga : harga benih disini bervariasi dan sudah diatur dalam peraturan sehingga sudah tetap. Yaitu 2 – 3 cm harga Rp 25, 3 – 5 cm harga Rp 70, 5 – 7 cm harga Rp 100
• Tempat : tempat pemasaran berada pada balai tersebut dan juga ada disebelah balai terdapat tempat penjualan khusus benih ikan nila yang dimiliki oleh Kelompok Budidaya Ikan (POKDAKAN) masyarakat setempat tetapi pihak balai juga ikut berkontribusi untuk mengatur dan membimbing kelompok tersebut dalm hal pemasaran benih ikan nila.
• Promosi : Promosi yang dilakukan BPTPB Yogyakarta melalui media sosial, pertemuan dengan kelompok tani, kerjasama dengan dinas perikanan. Semua dilakukan guna untuk mempromosikan ikan nila, karena dengan adanya promosi semua orang bisa tahu tentang balai tersebut.
Distribusi dan Transportasi
• Distribusi Langsung : kegiatan penyaluran atau penjualan barang yang dilakukan secara langsung oleh produsen ke konsumen. Karena pada BPTPB Yogyakarta tidak menjual melalui perantara seperti tengkulak tetapi langsung kepada konsumen
• Transportasi : Pada BPTPB Yogyakarta sudah mempunyai kendaraan angkut sendiri untuk mengirim benih kepada konsumen, mulai dari sepeda motor, hingga mobil pick up. Itu semua dilakukan untuk memuaskan para pelanggan sehingga konsumen
Analisa Usaha
a. Penerimaan
Biaya tetap sebesar Rp 6.120.150, Total larva sebesar 525.000 ekor, total benih yang dihasilkan dalam satu siklus 420.000 ekor, total penerimaan Rp 10.500.000, dan keuntungan atau laba sebesar Rp 4.379.850
b. Break event point (BEP)
Break event point merupakan suatu nilai di mana hasil penjualan produksi sama dengan biaya produksi sehingga pengeluaran sama dengan pendapatan. Memperoleh BEP unit 41.608 ekor dan BEP harga Rp 1.042.440
c. Return cost ratio (R/C Ratio)
merupakan gambaran pembandingan terbaik antara suatu usaha dan hasil yang dicapai. Memperoleh R/C Ratio sebesar 1,7







