Manajemen produksi ikan tongkol (Euthynnus affinis) beku di PT Karya Mina Putra Desa Purworejo Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang Jawa Tengah
Hasil perikanan Indonesia, baik dalam bentuk segar maupun olahan,semakin diminati pasar dalam maupun luar negeri. Peningkatan permintaan ini memang sangat kita harapkan mengingat tingginya potensi hasil perikanan Indonesia. Yang menjadi masalah, produk ini dalam bentuk segar cepat mengalami kemunduran mutu.oleh karena itulah perlu upaya mempertahankan mutu dengan cara penanganan yang tepat agar ikan tetap sempurna segar atau dalam wujud olahan. Bahkan dengan cara mengawetkan dan mengolahnya, secara ekonomis nilai tambah produk juga meningkat. (Nasution, arumi. 2015).
Adapun tujuan dari Kerja Praktek Akhir (KPA) adalah untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dalam penerapan manajemen produksi khususnya pada pembekuan ikan tongkol (Euthynnus affinis).
Kerja Praktek Akhir (KPA) ini akan dilaksanakan selama 80 hari dimulai pada tanggal 19 Maret 2018 sampai 6 Juni 2018 di PT. Karya Mina Putra, Kaliori Rembang. Metode yang digunakan adalah metode survei dan magang, adapun teknik pengolahan data dengang menggunakan editing, tabulating dan analizing. PT. Karya Mina Putra berada di desa Purworejo, Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang, 20 menit dari pusat kota. Berdiri mulai dari januari 1994 dengan nama UD. Karya Mina dan beruabah nama menjadi PT. Karya Mina Putra mulai dari 2013 sampai sekarang. Adapun visi dari PT. Karya Mina Putra “Teratas karena kualitas, tertinggi karena prestasi”, dengan kegiatan pokoknya yang beruapa pengolahan ikan beku atau frozen dan pengolahan ikan asin.
Ikan tongkol yang masuk ke dalam perusahaan ada 2 jenis, yaitu Grade A dan Grade B. Grade A dan B hanya memiliki sedikit perbedaan, adapun perbedaan Grade A dan Grade B hanya terletak pada keadaan ikan. Untuk ikan Grade A ikan yang masuk ikan yang tidak mengalami kecacatan atau mulus sedangkan yang masuk ke Grade B adalah sebagai berikut.
1Ikan tongkol yang mengalami pecah perut
Kulit dan bagain lain terkeluapas atau lecet tapi tidak menyebabkan dagingnya keluar
Dalam PT. Karya Mina Putra memiliki pola produksi yang menggunakan batasan adapun batasannya adalah
Batasan bahan baku : Bahan baku ikan tongkol masuk hanya 2 sampai 3 ton per hari
Batasan permintaan : 1 kali dalam 1 minggu dan maksimal 3 kali dalam 1 minggu jika ikan banyak
Batasan kerja mesin : 6 jam pemakaian dan 1 jam di istirahatkan
PT. Karya Mina putra sudah melaksanakan planning, organizing, actuating and controling (POAC) dengan baik. Dalam hal ini planning yang sudah direncanakan oleh PT. Karya Mina Putra antara lain adalah penambahan pengolahan surimi di perusahaan, pembongkaran dan perbaikan tempat pemindangan untuk digunakan sebagai tempat pembuatan surimi. Untuk organizing, adanya akan diadakan penambahan karyawan yang akan ditempatkan pada cabang yang berada di sidoarjo. Sementara actuating yang sudah dilaksanakan oleh perusahaan adalah perbaikan tempat pengolahan ikan beku satu setengah tahun yang lalu, pemanbahan cold storage yang barusaja selesai dilakukan dan yang lain. Controlling antara lain pengawasan kepada proses pengolahan , kerja karyawan, kerja mesin dan kualitas mutu produk. Adapun alur proses pembekuan khususnya ikan tongkol sebgai berikut.
1 Bahan baku masuk
2 Penimbangan 1
3 Pencucian
4 Pengkodean
5 Penataan diloyang
6 Memasukkan ke ABF
7 Pengeluaran dari ABF
8 Pelepasan ikan dari loyang
9 Pengemasan ikan
10 Penyimpanan ikan di CS
11 Penimbangan 2
Pengiriman ikan
Sementara itu pengawasan mutu dari ikan tongkol beku diantaranya adalah standar ikan masuk atau bahan baku masuk yang mengacu pada Analisa bahaya PT. KMP dan SNI 01-2346-2006 (uji organoleptik dan sensorik), sedangkan untuk GMP dan SSOP mengacu pada SNI 01-2693.2-2006 (tuna segar untuk sashimi), SNI 01-2729-1-2006 (Ikan segar), SNI 01-2346-2006 (uji organoleptik dan sensorik), KEP.01/MEN/2007 Bab V D (persyaratan jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan). Selain itu harus juga memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produk antara lain.
Faktor ikan
Dalam hal ini ikan merupakan faktor utama, dikarenakan ikan merupakan bahan bakunya, yang artinya bahwa jika ikannya mempunyai kualitas jelek dari awalnya maka produknya sudah dipastikan akan jelek juga. Dalam hal ini ikan mempengaruhi sebanyak 80% dari produksi yang ada.
Lingkungan dan Tempat Penangkapan
Lingkungan dan tempat penangkapan merupakan salah satu yang mempengaruhi dari kualitas ikan yang ditangkap, hal ini dikarenakan lingkungan tempat penangkapan akan mempengaruhi dari pertumbuhan ikan. Jika lingkungan ikan saat ditangkap bersih dari pencemaran dan sampah laut maka ikan dapat dipastikan dalam kualitas yang baik, sedangkan jika saat ditangkap ikan berada di lingkungan yang ada pencemaran laut maka ikan dapat tercemar dan berbahaya untuk di konsumsi.
Cara Panen Atau Penangkapannya
Dalam panen atau penangkapan ikan, mempunyai peran dalam menentukan kualitas dari ikan itu sendiri. Dengan penangkapan yang benar maka kerusakan pada tubuh ikan dapat dihidari karena jika tubuh ikan rusak maka bakteri pembusuk akan lebih mudah dan banyak masuk, hal itu yang nanti menyebabkan ikan mudah busuk dan kualitasnya menurun.
Proses pengolahan
Hal ini dikarenakan biasanya terjadi kesalahan saat proses pengolahan yang menyebabkan kualitas ikannya turun. Biasanya saat pengolahan kesalahan terjadi pada pembersihan ikan yang kurang teliti dan pada penyimpanan ikan yang kurang baik. Itulah yang menyebabkan ikan mengalami penurunan kualitas sehingga harga ikan juga turun.
Kualifikasi penentuan SDM dilakukan oleh PT. Karya Mina Putra
Dalam penentuan SDM ada beberapa ketentuan yang dibuat dan setiap perusahaan mempunyai kualifikasi sendiri-sendiri dalam menentukanya. Tapi ada beberapa hal yang sama dalam perekrutan semua perusahaan, antara lain.
Tes psikologi
Tes wawancara
Penyeleksian CV
Pemeliharaan SDM dari perusahaan di bagi menjadi keselamatan kerja dan kesehatan kerja yang mana keselamatan kerja pada PT. Karya Mina Putra sudah baik denga melengkapi semua mesin dengan pengaman, adanya antar jemput dari perusahaan untuk karyawan agar tidak terjadi apa-apa saat di jalan, tetapi untuk perlengkapan kerja khususnya pada bagian pengolahan masih belum lengkap khususna pada pakaian kerja yang masih dalam pembuatan dikarenakan pakaian kerja yang dulu sudah banyak yang tidak bisa dipakai. Untuk kesehatan kerja, perusahaan sudah membuat poli kesehatan yang ada dua dokter dan siap untuk membantu karyawan yang kurang sehat atau mengalami kecelakaan kerja, selain itu diadakan kegiatan donor darah oleh perusahaan sebagai bentuk kegiatan sosial, dan juga agar karyawan lebih sehat lagi.
Kesimpulan
Dengan adanya deskripsi produk bertujuan agar masyarakat tahu tentang produk yang diolah pada PT. Karya Mina Putra. Adapun produk yang olahan merupakan ikan tongkol beku atau frozen fish dengan disimpan dengan suhu 〖-20〗^0 C dan suhu pusat ikan 〖-18〗^0 C, untuk masa penyimpanan selama 1 tahun dengan mempertahankan sistem rantai dingin.
Dapat diketahui dalam aspek manajemen produksi bertujuan untuk mengatur segala proses produksi agar sesuai dengan porsi kerja masing-masing. Dapat diketahui bahwa ikan yang dapat diproduksi PT. Karya Mina Putra hanya 2 – 3 ton per hari, hal tersebut dikarenakan adanya pembatasan dalam bahan baku yang masuk, penggunaan mesin, permintaan produksi dan produksinya bersamaan dengan ikan jenis lain sehingga jikan berlebih akan mengalami kesulitan mengolahnya. Dalam penerapan POAC yang ada sudah cukup bagus tetapi untuk pelaksanaan pada perjualannya hanya pada lokal saja sehingga perlunya perluasan pemasaran hingga luar negeri.
Dilihat dari aspek pembekuan ikan dapat diketahui bahwa hal ini bertujuan untuk memberi tahu masyarakat bahwa PT. Karya mina Putra sudah menerapkan sistem pembekuan yang berdasarkan SNI. Walaupun menerapkan sistem standar pemerintah dalam prosesnya ada beberapa yang tidak sesuai yaitu tidak ada proses penggelasan pada produk dan masih tidak sesuainya baju produksi yang dipakai sehingga bisa terjadi kontaminasi silang dengan produk.
Berdasarkan dari aspek pengawasan bertujuan bahwa produksi yang dilakukan pada PT. Karya Mina Putra sudah mengacu pada SNI, GMP, SSOP dan HACCP, walaupun begitu masih perlu adanya perbaikan yang berkaitan dengan produksi khususnya pada perbaikan tempat produksi yang lantainya mulai terkelupas dan penggunaan baju produksi yang masih belum seutuhnya sesuai. Dan juga selain faktor kesalahan dalam produksi ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi produk khususnya adalah faktor ikannya sendiri. Jika
Berdasarkan dari aspek kualifikasi dan pemeliharaan SDM bermaksud untuk mencari karyawan yang sesuai dengan pekerjaan yang diperlukan dan juga mengetahui pemeliharaan perusahaan terhadap karyawan yang mana sudah baik dilakukan. Adapun penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada perusahaan sudah dapat dikatakan baik sehingga membuat karyawan disana nyaman. Tetapi masih adanya satu orang yang memegang 2 jabatan sekaligus yang nantinya dapat berdampak tidak baik bagi perusahaan
S







