manajemen usaha pembesaran lele mutiara (Clarias batrachus) pada Unit Kerja Budidaya Air Tawar (UKBAT) Wonocatur desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Yogyakarta
Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah, khususnya dalam bidang kelautan dan perikanan. Indonesia memiliki potensi yang melimpah dalam pengambangan budidaya ikan tawar dan laut maupun pengolahannya. Meskipun secara statistik konsumsi ikan di Indonesia masih terbilang rendah, yakni 30,47 Kg/kapita/tahun, jika dibandingkan Malaysia yang sudah mencapai 45 Kg/tahun/kapita (Kelautan dan Perikanan, 2010). Namun potensi budidaya ikan air tawar tetap menjanjikan. Karena faktanya produksi ikan air tawar terus meningkat dari tahun ke tahun. Ikan lele merupakan salah satu komoditas unggulan ikan air tawar. Pengembangan usahanya dapat dimulai dari pembenihan sampai dengan konsumsi. Setiap segmen usaha tersebut sangat menjanjikan bagi pelaku utama pembudidaya. Dengan lahan budidaya yang masih potensial di Indonesia, menjadikan budidaya lele menjadi pilihan yang utama untuk berwirausaha.
Setiap usaha dari skala yang paling kecil pun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses produksi, pemasaran, pemanfaatan sumber daya manusia dan penjualan dapat berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang kurang efektif dan deskripsi pekerjaan yang kurang jelas. Dalam usaha ikan lele, kegiatan manajemen merupakan aspek penting yang harus diterapkan. Dengan menggunakan Manajemen maka kegiatan akan lebih terarah dan terkendali. Karena ujung dari sebuah usaha adalah keuntungan, baik keuntungan secara material maupun secara sosial (Kelautan dan Perikanan dalam Angka, 2010).
Teknik Pembesaran lele meliputi : Persiapan Kolam, Pengisian Air Kolam, Penebaran Benih, Pengelolaan Pakan, Pengelolaan Kualitas Air, Pengendalian Hama dan Penyakit, Panen dan Pascapanen.
Fungsi-Fungsi Manajemen : Planning (perencanaan) Perencanaan yang dilakukan pada UK BAT Wonocatur dimulai dari persiapan kolam hingga panen dan pascapanen, dengan harapan penjualan dan stok konsumsi ikan lele, Organizing (pengorganisasian) Pengorganisasian yang dilakukan pada UK BAT Wonocatur dilaksanakan dengan melakukan pembagian tugas pada masing masing bagian unit pelaksana Pembesaran Lele Mutiara diantaranya organisasi UK BAT Wonocatur terdiri dari Kepala UK BAT Wonocatur, Teknisi dan Keamanan Actuating (penggerakan) Pelaksanaan kegiatan UK BAT Wonocatur dilakukan oleh masing-masing tenaga kerja yang ada pada UK BAT Wonocatur, untuk meningkatnya kinerja dari pembesaran lele mutiara maka dilakukan penerapan sistem kerja yang direncanakan guna untuk memperoleh ikan lele konsumsi yang berkualitas. Controlling (pengendalian/ pengawasan) Pengawasan dilakukan oleh unsur pimpinan kepala UK BAT Wonocatur dengan memonitor secara langsung maupun tidak langsung kinerja 4 tenaga kerja, Yudi, Alam, Maryanto sebagai Teknisi lapangan yang bergerak pada berlangsungnya proses pembesaran lele mutiara serta Ari dan Rohman sebagai piket keamanan lingkungan UK BAT Wonocatur.
Unsur Manajemen pada UK BAT Wonocatur yaitu sebagai berikut : Manusia (Man) Sumber daya manusianya sendiri terdiri dari 5 orang, yang memiliki tugas masing – masing. Kepala/Manajer UK BAT Wonocatur, Teknisi, dan Keamanan Lingkungan. Uang (Money) Sumber dana untuk melaksanakan kegiatan operasional Tahun Anggaran 2018 UK BAT Wonocatur Sleman mendapat dukungan dana dari APBD Provinsi Yogyakarta. Bahan (Material) Adapun penggunaan bahan yang dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan produksi Lele Mutiara pada UK BAT Wonocatur sendiri antara lain: Air Tawar, Kolam, Indukan dan Benih Ikan Lele, pakan, dll. Mesin (Machine) Mesin yang digunakan sebagai penunjang untuk proses Pembesaran Ikan Lele Mutiara berupa 4 Lampu penerang. Metode (Method) Metode yang dilakukan di UK BAT Wonocatur adalah budidaya Lele secara Intensif. Metode intensif ini diterapkan karena : Memiliki SR tinggi, Pertumbuhan Cepat, Padat Tebar Tinggi, FCR Rendah. Pasar (Market) Untuk penjualan UK BAT Wonocatur sendiri menjual Benih dan Ikan ukuran konsumsi kepada pengepul yang sudah bermitra dengan UK BAT Wonocatur, dengan datang langsung ke lokasi UK BAT Wonocatur.
Analisa usaha merupakan pemerikasa keuangan untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai selama usaha perikanan tersebut berlangsung. Dengan analisis usaha pengusaha dapat membuat perhitungan dan menentukan tindakan untuk memperbaiki, serta meningkatkan kauntungan dalam usahanya. Analisa usaha mencakup beberapa hal.
Biaya tetap yang dikeluarkan untuk kegiatan pembesaran ikan lele Mutiara di UK BAT Wonocatur, Sleman, Yogyakarta adalah Rp 102.793.500/tahun., Biaya variabel yang dikeluarkan dalam waktu 1 tahun untuk pembesaran ikan lele Mutiara di UK BAT Wonocatur, Sleman, Yogyakarta adalah Rp 219.009.000. Biaya total yang dikeluarkan pada kegiatan pembesaran ikan lele Mutiara adalah Rp 321.802.500/tahun. Penerimaan (TR) yang didapat dalam 1 tahun yaitu Rp 392.616.000 Keuntungan yang diperoleh pada kegiatan pembesaran ikan lele Mutiara sebesar Rp 70.813.500/tahun. Revenue Cost Ratio (RC Ratio) Pembesaran ikan lele Mutiara di UK BAT Wonocatur mendapatkan nilai R/C ratio sebesar 1.2. Break Event Point (BEP) Titik impas akan dicapai jika UK BAT Wonocatur berhasil menjual ikan lele Mutiara ukuran konsumsi sebanyak 12.235 kg dan Sedangkan untuk jumlah uang yang harus didapatkan untuk mencapai titik impas pada kegiatan pembesaran ikan lele Mutiara di UK BAT Wonocatur adalah sebesar Rp 232.039.503/tahun. Payback Period (PP) Modal yang dikeluarkan untuk kegiatan pembesaran ikan lele Mutiara akan kembali setelah 1.1 tahun melakukan produksi atau 1 tahun 1 bulan.







