Manajemen pemasaran produk olahan perikanan (value added) di UD Az-Zahra Desa Kebonagung Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur
Perikanan di Indonesia memberikan hasil yang sangat melimpah. Ikan dan udang merupakan salah satu sumber protein yang sangat dibutuhkan oleh manusia, karena kandungan proteinnya tinggi, mengandung asam amino esensial, nilai biologi yang tinggi. Namun, ikan dan udang memiliki kelemahan yaitu bahan pangan yang mudah rusak (perishable food). Pengolahan merupakan salah satu cara untuk mempertahankan ikan dari proses pembusukan, salah satunya dengan pengolahan produk (value added). Cara pengolahan (vallue added) yang mampu menambah harga nilai jual dan meningkatkan nilai tambah.
Maksud dari pelaksanaan Kerja Praktek Akhir (KPA) adalah : Berpartisipasi langsung pada kegiatan produksi produk olahan perikanan, berpartisipasi langsung pada kegiatan pemasaran serta mempelajari manajemen pemasaran produk olahan perikanan, memperoleh data teknis dan data ekonomi terkait dengan pemasaran produk olahan perikanan, membuat biaya pemasaran dan analisa SWOT di UD. Az-Zahra.
Tujuan dari pelaksanaan Kerja Praktek Akhir (KPA) ini adalah : Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai manajemen pemasaran produk olahan perikanan (value added) di UD. Az-Zahra.
UD. Az Zahra merupakan salah satu unit usaha berbentuk Usaha Dagang (UD) pada bidang pengolahan hasil produk perikanan value added dalam bentuk frozen. Produk yang dihasilkan adalah martabak udang, springroll udang, samosa seafood, dan crispy delly seafood. Bahan baku pembuatan produk tersebut yaitu udang vannamei, limbah trimming ikan beku, dan fillet ikan dori. Limbah trimming yang digunakan adalah ikan laut yang memiliki tekstur daging jelly fish seperti lamadang, tenggiri, dan sebagainya yang didapat dari beberapa perusahaan pembekuan ikan yang berada di wilayah Sidoarjo. Selain bahan baku udang dan ikan juga terdapat jenis bahan baku yang lain yaitu ayam dan sayur, dimana pembuatan produk yang berbahan baku ayam dan sayur tergantung dari permintaan konsumen.
Pembuatan produk value added di UD. Az-Zahra umumnya sama secara keseluruhan yaitu mulai dari penerimaan bahan baku, pencairan/thawing, pencucian, pencacahan, penimbangan, pencampuran, pencetakan, penggorengan, penirisan, pembekuan, pengemasan, dan penyimpanan.
Produk yang sudah ditiriskan kemudian dibekukan dengan cara dimasukkan kedalam freezer beserta nampannya dan diatas produk dilapisi plastik. Suhu pembekuan dalam freezer adalah -18⁰ C sampai -20⁰ C.
Produk yang telah dikemas kemudian disimpan dalam freezer dengan suhu -18⁰ C sebelum disalurkan pada distributor atau konsumen. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas produk selama penyimpanan. Penyimpanan dan pengeluaran produk dilakukan dengan sistem FIFO (First In First Out).
Mengenai konsep alternatif langkah manajemen pemasaran yang meliputi, konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, pihak UD. Az-Zahra telah melaksanakan kecuali pada konsep pemasaran berwawasan sosial. Pada konsep pemasaran berwawasan sosial pihak perusahaan mengikuti pameran, bazar yang diselenggarakan dari Dinas Kelautan dan Perikanan serta mengikuti perkumpulan asosiasi UKM. Namun dalam beberapa kegiatan tersebut pihak UD. Az-Zahra jarang aktif mengikuti. Pihak Ud. Az-Zahra juga belum pernah mengadakan event atau acara khusus untuk mengenalkan produk kepada masyarakat umum.
Mengenai sistem pemasaran yang dilakukan oleh pihak UD. Az-Zahra yaitu terdapat 2 sistem pemasaran yang dilakukan yaitu sistem pemasaran secara langsung dengan jalan pihak konsumen langsung datang untuk membeli produk langsung ke UD. Az-Zahra. Sistem pemasaran yang kedua yaitu secara semi langsung dimana pihak UD. Az-Zahra melaksanakan pemasaran melalui perantara reseller dengan jalan reseller menjadi penyalur terakhir pihak konsumen.
Dalam pendekatan pasar dalam rangka pengembangan pemasaran pihak UD. Az-Zahra dapat melakukan beberapa pilihan konsep pendekatan, seperti pendekatan produksi pendekatan produk, pendekatan penjualan, dan pendekatan pemasaran serta pengembangan bauran pemasaran “4P”.
Biaya pemasaran dalam satu bulan yang dikeluarkan oleh UD. Az- Zahra yaitu sebesar Rp 2.301.360 dan Jadi jumlah biaya pemasaran yaitu Rp 200.000 + Rp 20.000 + Rp 55.360 + 276.000 + Rp 1.750.000 = Rp 2.301.360 /bulan. Untuk biaya pemasaran per unit yaitu dihitung jumlah biaya pemasaran dibagi jumlah unit yang dipasarkan per bulan = Rp 2.301.360 : 1.730 pack = Rp 1.330 per unit.
Untuk biaya pemasaran pada setiap produk yaitu :
CDS =361/1.730×1.330=Rp 277
SMS =442/1.730×1.330=Rp 339
SPU =252/1.730×1.330=Rp 193
MU =215/1.730×1.330=Rp 165
SMS SYR=50/1.730×1.330=Rp 38
SP SYR =30/1.730×1.330=Rp 23
SPA =151/1.730×1.330 =Rp 116
MA =229/1.730×1.275 =Rp 176







