Manajemen pemasaran ikan lele pada farm fish Boster Centre Sinar Gedangan Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur
Usaha Ikan lele merupakan usaha yang dapat dilakukan mulai dari benih sampai dengan ukuran konsumsi. Dalam melakukan usaha, pemasaran merupakan faktor terpenting dalam sebuah usaha. Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian terhadap program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran dan hubungan yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud mencapai tujuan-tujuan organisasi (Mahyuddin ,2012).
Maksud dari Pelaksanaan Kerja Praktek Akhir (KPA) ini adalah untuk mengetahui cara pembesaran dan pemasaran ikan lele di Farm Fish Boster. Tujuan dilaksanakan KPA yaitu untuk menambah pengetahuan, keterampilan serta pengalaman tentang kegiatan pembesaran dan pemasaran ikan lele, dan untuk mengetahui cara pemasaran yang baik serta rincian biaya dalam kegiatan pemasaran.
Kerja Praktek Akhir (KPA) yang dilaksanakan di Farm Fish Boster Centre mulai tanggal 16 Maret sampai 6 juni 2018 telah terlaksana kurang lebih selama 80 hari.
Metode yang digunakan yaitu metode survei dan magang; Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif dan kuantitatif; Sumber data yang digunakan yaitu, sumber data primer dan sekunder; Teknik pengumpulan data yaitu, dokumentasi, observasi, wawancara, dan kuisioner; Teknik pengolahan data yaitu, editing dan tabulating; Teknis analisis data yaitu analisis data teknis dan ekonomis (Narbuko, 2001).
Farm Fish Boster Center terletak dikawasan Pergudangan Sinar Gedangan Blok G37 Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur, Lokasinya juga terletak di sebelah pabrik es batu. Hal ini cukup bagus untuk kelangsungan budidaya ikan lele terutama ketika pasca pemanenan. Unit ini merupakan tempat dilakukannya riset sistem budidaya boster karena proses budidaya dilakukan dengan mengaplikasikan produk multivitamin dan obat-obatan yang diproduksi oleh PT. Indosco Dwi Jaya Sakti yang diberi nama Boster.
Dalam pembesaran ikan lele tahap yang perlu dilakukan yaitu persiapan media yang meliputi pengeringan kolam dan pengisian air, penebaran benih, pencampuran pakan untuk pakan ikan, pemberian pakan, monitoring kualitas air, pengendalian hama dan penyakit, grading setiap 21 hari sekali, dan panen.
Fungi manajemen yang meliputi planning (perencanaan), actuating (pergerakan), organizing (pengorganisasian), controlling (pengawasan). Perencanaa yang dilakukan Boster yaitu memasarkan ikan lele dengan berjualan keliling di seluruh perumahan di Sidoarjo, mengembangkan kualitas unggul yang tidak dimiliki ikan lain, melakukan promosi melalui pameran, kunjungan, pelatihan, dan media sosial. Pengorganisasian dalam pemasaran masih belum sempurna, pemasaran hanya memiliki dua pekerja yaitu pemasaran menggunakan mobil berkeliling diperumahan Sidoarjo dan pemasaran menggunakan sepeda motor di pasar kawasan Waru. Penggerakan yaitu pemilik usaha mengarahkan pekerja atau anggota keluarga yang membantu usaha untuk melakukan pekerjaannya dengan baik dan teliti agar hasilnya baik, pengawasan yaitu pemilik usaha selalu terjun langsung dalam pengawasan di lapangan. Tetapi yang terjadi tidak sepenuhnya dikontrol oleh pemilik usaha, sehingga perencanaan yang telah direncanakan dari awal tidak semua terlaksana.
Unsur manajemen terdiri dari manusia, uang, material, mesin dan metode. Manusia, dalam penerapannya perusahaaan merekrut karyawan hanya berdasarkan kerabat dekat karyawan yang sudah bekerja disana. Rata – rata karyawan Boster adalah alumni dari Akademi Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, dan SMK Perikanan. Uang yang digunakan untuk modal usaha yaitu modal uang milik sendiri. Material yang digunakan untuk pemasaran yaitu ikan lele, tanpa adanya material ini proses pemasaran tidak akan berjalan dengan lancar. Mesin yang digunakan dalam pemasaran hanya mobil pick up dan sepeda motor. Metode penjualan/pemesanan yaitu dengan berkomunikasi via telepon, berjualan keliling, berjualan dipasar, kunjungan, pelatihan, bazar dan dibeli oleh Boster pengolahan untuk diolah menjadi olahan ikan.
Bauran pemasaran terdiri dari tempat, harga, produk, dan promosi. Tempat pemasaran ikan lele yaitu Farm Fish Boster Centre, Boster olahan, perumahan di Sidoarjo dan pasar Waru. Harga yang di tetapkan relatif murah yaitu 20.000/kg. Produk yang dimiliki merupakan produk berkualitas unggul yaitu Ikan dengan warna daging yaitu warna daging putih bersih, tidak pucat dan baunya tidak berbau lumpur/tanah seperti ikan lele pada umumnya. Promosi yang telah dilakukan yaitu melakukan promosi melalui pameran/bazar yang sering diadakan di wilayah Sidoarjo dan Surabaya, pelatihan dan kunjungan yang diadakan di Farm Fish Boster Centre sendiri, berjualan keliling di perumahan Sidoarjo, dan berjualan di pasar Waru.
Sistem pemasaran di Boster ada dua yaitu langsung dan semi langsung. Pemasaran langsung yaitu pembeli datang langsung ke perusahaan, Pemasaran keliling dan pemasaran di pasar Waru. Pemasaran semi langsung yaitu adanya pengepul yang membeli ikan dalam jumlah banyak dan sudah menjadi pelanggan tetap Boster, selain itu ada Boster olahan yang membeli ikan juga untuk dipasarkan menjadi olahan.
Biaya pemasaran adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk dipasaran seperti gaji karyawan, promosi, transportasi, kemasan, dan bahan bakar minyak. Biaya pemasaran dalam satu bulan yang dikeluarkan untuk kegiatan pemasaran pada Farm Fish Boster Centre adalah Rp 3.305.800, dan biaya pemasaran dalam 1 kg ikan lele yaitu sebesar Rp 4.000.
Kesimpulan : Media pemeliharaan yang digunakan adalah bak fiber, dengan saluran pembuangan atau pipa di tengah (central drain), Pemasaran ikan lele menggunakan mobil untuk berkeliling disekitar perumahan sidoarjo, dan sepeda motor berjualan dipasar kawasan Waru. Produk ikan lele yang dihasilkan sangat berkualitas dengan warna daging yaitu putih bersih, tidak pucat dan baunya tidak berbau lumpur/tanah seperti ikan lele pada umumnya. Biaya pemasaran yang dikeluarkan untuk satu kg ikan sebesar Rp 4.000







