Manajemen usaha pembenihan ikan mas (Cyprinus carpio L) pada unit kerja Budidaya Air Tawar (UKBAT) di Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BBTPB) Cangkringan Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan Sleman Yogyakarta
Ikan Mas merupakan salah satu bisnis perikanan yang menjanjikan saat ini. Mengingat kebutuhan ikan mas sangatlah tinggi. Ikan konsumsi yang satu ini diminati oleh semua kalangan, ekonomi kelas atas, menegah hingga kelas bawah. Ikan mas disajikan dalam bentuk aneka sajian yang enak. Tidak heran kalau restoran hingga rumah makan membutuhkan stok ikan mas yang cukup besar. Prospek bisnis budidaya ikan mas masih terbuka lebar, mengingat tidak banyak yang membudidayakan ikan mas.
Maksud dari pelaksanaan Kerja Praktek Akhir (KPA) adalah mengetahui serta mempelajari manajemen pembenihan ikan mas, berpartisipasi langsung pada kegiatan pembenihan dan pemasarannya, serta mengetahui aspek-aspek dalam menjalankan budidaya perikanan. Dan adapun tujuannya yaitu untuk menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman tentang manajemen usaha pembenihan ikan mas, serta untuk mengetahui cara menjalankan usaha yang baik serta rincian biaya dalam berwirausaha.
Kerja Praktek Akhir (KPA) ini dilaksanakan pada tanggal 19 Maret sampai dengan 6 Juni 2018, bertempat di Unit Kerja Budidaya Air Tawar (UKBAT) Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam KPA ini adalah metode survey dan magang. Data peroleh melalui teknik observasi dan wawancara. Data yang telah terkumpul diolah melalui editing dan tabulating, kemudian untuk selanjutnya dianalisis secara deskriptif.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pembenihan ikan Mas merah Najawa di UKBAT yaitu meliputi manajemen pemeliharaan induk, seleksi induk, pemijahan, penanganan telur, pemeliharaan larva, hama dan penyakit, pemanenan dan pemasaran.
Penerapan fungsi manajemen pada UKBAT Cangkringan terdiri dari Planning (perencanaan), Organizing (Organisasi), Actuating (Pengarahan) dan Controlling (Pengawasan).
Planning (Perencanaan) pada UKBAT mempunyai tujuan untuk menunjang peningkatan produksi perikanan budidaya pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya ikan. Memproduksi benih untuk keperluan mengisi kekurangan benih dimasyarakat. Pendapatan yang dihasilkan sebagai Sumber Pendapatan Asli Daerah.
Organizing (Organisasi) UKBAT Cangkringan sudah memilik Struktur Organisasi yang terstruktur dan memiliki tugas masing-masing. Adapun pembagian tugas tersebut yaitu dipipimpin oleh ketua UKBAT dan dibantu oleh 3 Koordinator yaitu dibagian Koodinator pembenihan, Koordinator Induk/calon induk, dan Administrasi.
Actuating (Pengarahan) pemberi petunjuk, bimbingan, binaan, serta pengarahan bagi bawahannya, rekan kerja yang mampu bekerja sama dengan bawahannya, ketua yang mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif agar bawahannya dapat bekerja sebaik mungkin.
Controlling (Pengawasan) menetapkan standar pelaksanaan kegiatan usaha pembenihan ikan mas, menentukan pengukuran pelaksanaan kegiatan usaha dan menganalisa penyimpangan yang terjadi.
Penggunaan analisis SWOT ini yang digunakan oleh UKBAT Cangkringan yang sistematis dan dapat membantu dalam usaha penyusunan suatu rencana yang matang untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi tersebut, baik tujuan jangka panjang maupun tujuan jangka pendek. Adapun penerapan Analisis SWOT yaitu Strenght (Kekuatan), Weaknesses (Kelemahan), Opportunity (Peluang), dan Threats (Ancaman).
Strenght (Kekuatan) yang dimiliki UKBAT yaitu memiliki Strain baru yang sudah diakui secara nasional dan sudah mendapatkan legalitas dari pemerintah sebagai ikan varietas unggul nasional dan kualitas ikan yang terjamin karena ditangani langsung oleh pekerja yang sudah kompeten. Weaknesses (kelemahan) yaitu jangkauan pemasaran yang terbatas dan FCR yang tinggi. Opportunity (Peluang) nya sendiri yaitu permintaan pasar luar daerah menjadi peluang karena lokasi yang strategis dengan bandara dan harga pasar yang tinggi. Threats (Ancaman) yaitu resiko penyakit, pemasaran yang kurang dan harga pakan yang semakin tinggi.
Transaksi penjualan dilakukan secara langsung datang ke UKBAT Cangkringan atau secara tidak langsung melalui telepon. Pemasaran benih ikan mas yaitu meliputi sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta dan Magelang, yang dikirim melalui transportasi darat, untuk pengiriman melalui jalur udara dengan menggunakan pesawat dengan kota tujuan Medan, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Analisa Usaha
Total Biaya Produksi = Rp 6.062.650
Pendapatan = Rp 23.760.000
Keuntungan = total pendapatan – total biaya produksi
= Rp 23.760.000 – Rp 6.062.650
= Rp 17.697.350 per siklus
BEP (Harga) = Rp 1.067.500
BEP (Unit) = 53.375 ekor
R/C = 3,9
Kesimpulan yang dapat diambil adalah pembenihan ikan Mas Merah Najawa di UKBAT yaitu meliputi manajemen pemeliharan induk, seleksi induk, pemijahan, penanganan telur, pemeliharaan larva,hama dan penyakit, pemanenan dan pemasaran. Pemijahan dilakukan secara alami dengan perbandingan induk 1:1 (bobot). Keuntungan usaha pembenihan ikan mas per siklusnya adalah 17.697.350 per siklus. Nilai BEP produksi sebesar 53.575 ekor dan BEP rupiah sebesar Rp. 1.067.500 , itu menunjukan bahwa titik impas usaha akan dicapai pada saat produksi 53.575 ekor dan diperoleh pendapatan Rp. 1.067.500. Pengelolaan manajemen sudah berdasarkan fungsinya yaitu: Planning, Organizing, Actuatting dan Controlling sudah terstruktur dalam kegiatan pembenihan ikan Mas. Pemasaran dilakukan secara langsung ke UKBAT Cangkringan atau secara tidak langsung melalui telepon. Pemasaran benih ikan mas yaitu meliputi sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta dan Magelang, yang dikirim melalui transportasi darat, untuk pengiriman melalui jalur udara dengan menggunakan pesawat dengan kota tujuan Medan, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Saran yang dapat diberikan penulis adalah diharapkan melakukan uji coba pemijahan buatan dan dengan menggunakan striping, penggunaan metode ini diharapkan akan memperoleh hasil yang baik. Sebaiknya dalam Manajemen pembenihan melakukan suatu persiapan yg khusus dan memadai sehingga diharapkan benih yg dihasilkan memiliki kualitas yg sangat baik. Walaupun sudah melaksanakan manajemen berdasarkan fungsinya tetapi harus Adanya evaluasi kembali terhadap pegawai lapangan agar komunikasi antara atasan dan bawahan semakin meningkat Selain itu, memperluas jangkauan pemasaran dikarenakan ikan mas ini merupakan prospek yang sangat menjanjikan dan banyak disukai oleh semua kalangan.







