Kelayakan dasar ditinjau dari penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Standard Sanitation Operating Procedures (SSOP) pada proses pembekuan ikan kakap merah (Lutjanus sanguineus) bentuk whole gilled gutted scale (WGGS) di PT Marindo Makmur Usaha Jaya Sidoarjo Jawa Timur
Ikan memiliki kandungan gizi yang sangat penting oleh tubuh manusia sehingga ikan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pengolahan. Kesadaran masyarakat Indonesi akan pentingnya makan ikan mengakibatkan jumlah permintaan konsumsi ikan semakin meningkat dan semakin diminati oleh masyarakat maka ikan diolah menjadi produk yang beragam, salah satunya menjadi sosis ikan. Sosis merupakan makanan yang dibuat dari daging yang telah dicincang, dihaluskan dan diberi bumbu-bumbu, dimasukkan dalam pembungkus berbentuk bulat panjang.
Hampir semua daging dapat diolah menjadi sosis namun, sekarang ini terdapat variasi terbaru dalam pengolahan sosis. Sekarang ini telah dibuat sosis yang berbahan baku dari ikan lele yang disebut sosis ikan lele.
Studi kelayakan usaha menilai keberhasilan suatu usaha dalam suatu keseluruhan sehingga semua faktor harus dipertimbangkan dalam suatu analisis terpadu yang meliputi faktor-faktor lain yang berkenaan dengan aspek teknis, pemasaran keuangan, hukum, serta manfaat ekonomi dan sosial (Kasmir dan Jakfar, 2003).
Maksud dan Tujuan Kerja Praktek Akhir ini adalah:
• Maksud dari pelaksanaan Kerja Praktek Akhir (KPA) ini adalah mempelajari tentang proses pengolahan sosis ikan lele, mempelajari tentang proses pemasaran sosis ikan lele, dan menentukan layak tidaknya usaha tersebut untuk dikembangkan.
• Tujuan Kerja Praktek Akhir ini adalah menambah pengetahuan dan keterampilan tentang pemasaran pengolahan sosis, mampu menentukan bahwa usaha tersebut layak atau tidak untuk dikembangkan.
Metode pengambilan data yaitu metode survei dan magang. Teknik pengumpulan data:
• Observasi
• Wawancara langsung
• Dokumentasi
Adapun teknik pengolahan data:
• Editing
• Tabulating
Kerja Praktek Akhir ini dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2018 – 6 Juni 2018. Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek Akhir pada UD. Berkah Adi Putra Desa Jeblog Kecamatan Talun Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur.
Produk sosis ikan lele yang diproduksi oleh UD. Berkah Adi Putra dimulai dari tahap proses penerimaan bahan baku, penyiangan dan pencucian, pemfilletan, pemisahan kulit, penggilingan daging, pencampuran bumbu, Stuffing, pemasakan, pendinginan, pengemasan, penyimpanan.
UD. Berkah Adi Putra pada pemasaran produk sosis ikan lele memiliki segmentasi pasar yang dituju yaitu kalangan menengah kebawah dan kalangan menengah keatas.
Manajemen sumber daya manusia di UD. Berkah Adi Putra masih bersifat sederhana dan belum memiliki bagian khusus untuk menengani sumber daya manusia. Saat ini, jumlah karyawan tetap berjumlah 8 orang. Karyawan UD. Berkah Adi Putra kebanyakan terdiri perempuan dan berasal dari daerah sekitar perusahaan.
Dalam proses perekrutan karyawan, UD. Berkah Adi Putra tidak melakukan proses prekrutan, secara terstruktur dan tidak melalui tes, sistem perekrutan dilakukan secara kekeluargaan.
Izin usaha merupakan suatu bentuk persetujuan atau pemberian izin dari pihak berwenang atas penyelenggaraan suatu kegiatan usaha oleh seseorang pengusaha atau suatu perusahaan. UD.Berkah Adi Putra memiliki beberapa perizinan yang telah disahkan dan mendapatkan sertifikat.
Perencanaan usaha pengolahan sosis ikan lele didapatkan dari Investasi awal usaha sosis ikan lele sebesar Rp 140.829.000, dan perkiraan pendapatan kotor pertahun sebesar Rp 1.514.000.000.
Analisis Investasi Usaha didapatkan penentuan lamanya umur proyek usaha 20 tahun, Tingkat bunga = 12% pertahun, Jumlah biaya variabel adalah 634.376.000/usaha/tahun, Nilai sisa pada tahun ke-20 sebesar Rp 45.000.000/usaha/tahun.
Dari analisis investasi usaha didapatkan nilai B/C ratio lebih dari 1 yaitu 1,579027 , dan nilai IRR positif sebesar 70 % yang berada di atas social opportunity cost of capital, sehingga usaha tersebut dinyatakan layak untuk dijalankan.
Untuk analisis performance , GFI dari usaha tersebut yaitu Rp 1.514.000.000, sehingga penghasilan bersih diperoleh sebesar Rp 1.058.068.471,50, dari usaha tersebut diperoleh keuntunan Rp 998.181.511,50 sehingga diperoleh R/C ratio :1, 52. artinya usaha ini menguntungkan.







