Manajemen usaha Pembenihan ikan hias di UPTD Perikanan Budidaya Air Tawar, Kab. Tulungagung. Jawa Timur
Banyaknya komoditas perikanan di Indonesia, budidaya ikan hias saat ini semakin banyak diburu masyarakat. ikan hias dapat dikatakan memiliki prospek yang sangat besar (Daelami, 2001). Prospek bisnis ikan hias di Indonesia cukup cerah. beberapa faktor pendukung dalam menerjuni usaha budidaya ikan hias antara lain pembudidayaan relatif mudah, bukan sekedar hiburan, bernilai jual ekonomis. maka pola pengembangan tersebut meliputi beberapa subsistem budidaya ikan hias dari persiapan sampai panen benih. Pentingnya manajemen yang digunakan dalam usaha pembenihan ikan hias ini baik secara berkelompok maupun kegiatan usaha yang dilakukan oleh seseorang.
Maksud dari pelaksanaan Kerja Praktek Akhir (KPA) ini adalah berpartisipasi langsung dan Mengetahui manajemen pembenihan ikan hias secara langsung dengan mengetahui tentang aspek menjalankan usaha. Tujuan dari KPA ini adalah Untuk menambah pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan cara menjalankan usaha yang baik dan rincian biaya dalam berwirausaha.
Karya Ilmiah Praktek Akhir (KIPA) ini telah dilaksanakan pada tanggal 04 Maret 2019 sampai dengan 24 Mei 2019, di UPT Perikanan Budidaya Air Tawar Kabupaten Tulungagung Provinsi Tulungagung. Metode KIPA yang digunakan adalah metode survei dan magang. Sumber data : Observasi atau pengamatan dan Interview atau wawancara. Teknik pengolahan data : editing dan tabulating.
Planning (Perencanaan): Perencanaan modal, Target Produksi, Perencanaan Sarana Dan Prasarana yang digunakan pada pembenihan ikan hias, Proses pemijahan ikan hias meliputi Persiapan kolam, persiapan induk, teknik pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva, pengelolaan kualitas air, pengendalian hama dan penyakit, pemanenan, hingga pemasaran. Organizing (Organisasi): struktur organisasi dengan uraian tugas masing-masing di UPTD PBAT Tulungagung. Actuating (Penggerakkan) Bentuk pengarahannya adalah dengan melakukan perkumpulan atau diskusi. pengarahan secara langsung dimana kepala UPTD akan mengarahkan kepada anggotanya untuk mengerjakan tugasnya sesuai dengan perencanaan yang ada. SOP (Standar Operasional Prosedur) yang terdiri dari SOP Pemijahan, SOP Perawatan Benih, SOP perawatan Induk, dan tata tertib. Controlling (Pengontrolan) dilakukan langsung oleh ketua UPT PBAT yang bertugas mengawasi pembudidayaan hingga memastikan ikan hias yang akan dijual, memperhatikan para anggota yang terlibat pada usaha tersebut. Tindakan jika salah satu karyawan melanggar peraturan atau berbuat salah tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) akan mendapatkan teguran atau peringatan secara langsung oleh kepala UPTD PBAT Tulungagung.
Analisa usaha biaya investasi Rp67.494.000, biaya tetap Rp4.108.104, biaya variabel Rp664.000. SR 80% dengan modal awal Rp4.772.104, pendapatan Rp6.000.000, Laba Rp1.227.896. Ratio biaya dan pendapatan (R/C) = 1,26 Artinya dari pengeluaran Rp1 akan menghasilkan 1,26, R/C >1 berarti usaha tersebut layak untuk dijalankan dan dikembangkan. BEP Harga yang diperoleh yaitu sebesar Rp4.619.308, BEP Unit = 18.477 dan PP 55 siklus atau untuk ikan hias koi.
Analisa usaha biaya investasi Rp11.022.000, biaya tetap Rp906.158, biaya Variabel Rp305.000. SR 80% dengan modal awal Rp 1.211.158, pendapatan Rp900.000, laba Rp-311.158, Ratio biaya dan pendapatan (R/C) = 0,74 Artinya dari pengeluaran 1 rupiah akan menghasilkan 0,74 , berarti usaha tersebut tidak layak untuk dijalankan karena R/C







