Teknik Identifikasi Penyakit Koi Herpes Virus (KHV) pada ikan air tawar (Chyprinidae) dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Jakarta 1
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan dua pertiga wilayahnya terdiri dari lautan. Lautan banyak menghasilkan devisa negara, terutama dalam sektor perikanan yang merupakan sumber utama pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional. Penyakit Koi Herpes Virus. Kematian ikan mas yang diduga terkena Virus Herpes Koi ( KHV ) di Kecamatan Lampihong ( 13 Februari 2017 ) terus terjadi, angkanya sudah mencapi 100 ton. Untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran penyakit KHV perlu dilakukan pengkajian untuk mengetahui kemungkinan ikan-ikan lain sebagai pembawa atau Carrier bagi penyakit KHV. Karena di Indonesia banyak jenis ikan yang dibudidayakan seperti ikan nila, patin, lele, bawal, mujair, dan tawes disamping ikan mas, koi, mas koki, komet, dan sebagainya (Mustahal et al, 2006 dalam Suci S. 2018 ).
Maksud dari Kerja Praktek Akhir ini adalah mengikuti dan melakukan kegiatan identifikasi penyakit virus khususnya Koi Herpes Virus (KHV) pada ikan air tawar melalui penerimaan sampel, sterilisasi alat, preparasi sampel, ekstraksi DNA, Amplifikasi DNA, elektroforesis, dan pembacaan hasil uji. Tujuan dari Kerja Praktek Akhir ini adalah Memperoleh pengetahuan tentang cara identifikasi penyakit KHV. Dan Memperoleh data tentang banyaknya sampel pengujian virus Koi Herpes Virus ( KHV ) pada ikan air tawar di BBKIPM Jakarta 1
Kerja Praktek Akhir dilaksanakan dari tanggal 4 Maret 2019 sampai dengan 24 Mei 2019 di Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keaman Hasil Perikanan Jakarta 1. Metode pemeriksaan virus yang digunakan di BBKIPM Jakarta 1 ini menggunakan Metode PCR dengan Kit IQ 2000. Metode ini dilakukan dengan proses awal yaitu Nekropsi dengan organ target insang, Ekstraksi sampel menggunakan Lysis Buffer , Amplifikasi, Elektroforesis dan pembacaan Hasil .
proses amplifikasi dengan pemberian primer-primer kedalam DNA template, lalu dimasukkan kedalam mesin PCR ± 1-2 jam dengan pengaturan program PCR sebagai berikut.
• Denaturasi : 94ºC, 20 detik
• Annnealing : 62ºC, 20 detik
• Extension : 72 ºC,30 detik
• Jumlah siklus : 30
Data hasil identifikasi yang diperoleh selama 3 bulan KPA dari jumlah lalulintas Ikan air tawar yang masuk diperoleh 40 kode sampel yang berasal dari daerah Tanggerang, Banten. Baik sampel dari Ekspor, Import, Monitoring dan Domestik. yang terdiri dari Ikan Koi, Ikan Koki, Ikan Mas, dan Ikan Komet, dari sampel tersebut hasil yang didapat yaitu negatif adapun gejala klinis yang ditemukan sirip, insang pucat dan tubuh ikan terdapat pendarahan, diduga ikan terkena infeksi sekunder bakteri Aeromonas sp. dan negative virus KHV
KESIMPULAN
Dari pelaksanaan Kerja Praktek Akhir di Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan dapat diperoleh kesimpulan, sampel yang diujikan untuk deteksi Koi Herpes Virus pada ikan air tawar dengan metode PCR, dari 40 sampel yang diperiksa menunjukkan hasil negative virus KHV. Dari sini terlihat bahwa penyebaran Koi Herpes Virus masih rendah di daerah Tanggerang, Banten.
DAFTAR PUSTAKA
Suci saniyah. 2018. Pencegahan Penyakit Koi Herpes Virus pada Ikan Mas ( Cyprinus
carpio L ). Sidoarjo : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo.







