Teknik Pembenihan Ikan Nila (Orecrhomis Nilotikus) dengan sistem sex reversal di PT. Aquafarm Nusantara, Desa Wunut, Kec. Tulung, Kab. Klaten, Jawa Tengah
RIZAL MUHAMMAD NIT. 16.3.02.031. Tenik Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dengan Sistem Sex Reversal di PT. Aquafarm Nusantara, Desa Wunut, Kec. Tulung, Kab. Klaten, Jawa Tengah. Di Bawah Bimbingan Bapak Ir. Teguh Harijono MP. dan Bapak Ir. Moh. Zainal Arifin MP. Selaku Pembimbing.
Tujuan Kerja Praktek Akhir adalah untuk mengetahui cara pembenihan ikan nila dengan sistem sex reversal. Mengetahui hasil dari pembenihan ikan nila sistem sex reversal yang meliputi fekunditas, hasil panen benih ikan nila, kualitas benih jantan ikan nila, hatching rate dan survival rate ikan nila.
Kerja Praktek Akhir dilaksanakan mulai tanggal 4 Maret sampai dengan 24 Mei 2019. KPA dilaksanakan mengunakan metode survei dengan pola magang. Sumber data yang digunakan adalah data primer data sekunder. Teknik pengumpulan data observasi, partisipasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data yang digunakan editing dan tabulating.
Pengelolaan Induk Ikan Nila meliputi persiapan media pemeliharaan dengan bak yang digunakan untuk pemeliharaan induk yaitu bak beton berbentuk persegii panjang berukuran 2,5 m x 2 m x 2 m. Sebelum digunakan bak dicuci menggunakan air tawar tanpa deterjen. dengan kaporit 60 %, dengan dosis pemberian 250 gr kaporit ,disi air dengan ketinggian air 150 - 170 cm.
Seleksi Induk, Pemilihan calon induk dilakukan dengan pemilihan induk yang di pemeliharaan unit Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Waduk Wadaslintang Wonosobo dan pemilihan induk dari kolam pembesaran yang terdapat di PT. Aquafarm Nusantara. Pemilihan induk didasarkan pada ukuran dan kondisi fisik ikan, kriteria induk yang dipilih yaitu ikan berumur 7 – 10 bulan yang sehat dan tidak cacat dan tubuh besar dengan mencapai berat 700 gram untuk betina dan 900 kg untuk jantan.
Pengelolaan pakan induk nila, pakan diberikan pada kolam induk dilakukan dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Jumlah pakan 2 kg/hari yang diberikan sebanyak 2 kali. Sedangkan pengelolaan kualitas air pada induk nila Parameter untuk kolam pemijahan yaitu suhu 29,2 ℃, DO 4,89 – 5,12 ppm, pH 7,5 – 8,5.
Teknik pemijahan ikan nila, Pemijahan yang dilakukan di PT. Aquafaram Nusantara adalah pemijahan alami, dengan persilangan antara ikan nila merah jantan dengan nila hitam betina.
Persiapan kolam pemijahan, Ada dua macam kolam pemijahan yaitu kolam pemijahan skala kecil dan kolam pemijahan skala besar. Kolam pemijahan skala kecil/kolam beton berukuran 13 m x 2,3 m x 1,7 m.pemijahan skala besar/kolam tanah. Kolam yang digunakan berukuran antara 300 – 1100 m2, dengan kedalaman antara 1 – 1,5 m dasar kolam pasir berbatu. Persiapan kolam pemijahan dimulai dari pembersihan kolam, pemberian kaporit, pengeringan dan pengisian air. Dosis pemberian kaporit untuk kolam pemijahan besar 8 ppm kaporit.
Seleksi induk matang gonad. Induk yang dipijahkan dengan berat rata – rata 700 gr untuk betina, dan 900 gr untuk jantan,diperoleh sebanyak 953 eekor betina dan 280 ekor jantan yang matang gonad dan siap dipijahkan
Diperoleh larva pada pemijahan kolam tanah sebanya 370.000 dan 400.000 ekor larva, pada kolam beton sebanyak 80.000 ekor larva. Penebaran larva dengan padat penebaran yaitu 120.000 /bak dan 1.885 ekor/m3. Pakan yang digunakan, yaitu pakan buatan berbentuk bubuk 581 yang sudah digiling halus dan dicampur dengan metyltestosteron ngan dosisi 89 mg/kg pakan, (protein 40%, kadar air 12%, serat 3% dan lemak 6%) dosis pemberian 500 gr – 1500 gr untuk 120.000 ekor yang dilakukan selama maksimal 22 hari. Pengukuran kualitas air dilakukan setiap 2 hari sekali, hasil pengukuran yaitu suhu 25 - 29 0C, DO 4,5 - 6 ppm, pH 7. Pengelolaan kualitas air dilakukan dengan adanya sirkulasi air secara nerus menerus selama 24 jam. Monitoring larva dengan pengukuran panjang larva yang dilakukan 3 hari sekali kali yaitu pada pagi hari diperoleh data D3 1,05 cm; D6 1,5; D9 1,9;D12 2,4;D15 2,9; D18 3,3cm.
Hama yang umumnya menyerang larva atau benih ikan nila yaitu, keong dan ular. Penyakit yang ditemukan adalah parasit Argulus, Streptococuss dan Tricodina tidak dilakukan penanganan apapun.
Benih ikan nila dipanen mamiliki saat berumur minimal 18 hari. Diperoleh hasil panen 86.000 ekor larva dari padat tebar awal sebanyak 120.000 ekor/kolam, dengan sr 71% dan total pakan 15,4 kg, Pengemasan larva maupun benih dilakukan secara manual, baik mulai persiapan alat sampai pengangkutan ke mobil angkut. Dalam satu plastik, terdapat 4.000 benih, disi air 15 liter dan pemberian oksigen 1 : 3.
Disimpulkan bahwa : (A) Kegiatan pembenihan ikan nila dengan system sex reversal di PT. Aqafarm farm nusantara cukup baik, ditandai dengan : (1)Secara teknis pembenihan ikan nila dengan system sex reversal yang dilakukan di PT. Aquafarm memiliki peralatan yang cukup lengkap, terjadwal. (2) Dengan dosis pencampuran pakan dan metyltestosteron sebanyak 89 mg/kg yang dilarutkan pada ethanol 90% dengan lama pemeliharaan minimal 18 hari . (B) Hasil pembenihan ikan nila sudah baik ditandai dengan (1) Produksi larva yang diperoleh dari pemijahan di kolam tanah dengan induk sebanyak 772 ekor betina dan 220 jantan dan pada kolam beton sebanyak 180 ekor betina, 60 ekor jantan yang berumur 1-1,5 tahun dengan ukuran 700-1500 gr, pada kolam tanah menghasilkan 770.000 ekor larva dengan rata-rata per induk menghasilkan 997 ekor larva, sedangkan kolam beton meghasilkan 160.000 ekor larva dengan rata-rata per induk menghasilkan 888 ekor larva. (2) Pemeliharaan larva yang baik, dibuktikan dengan benih yang dihasilkan sebanyak 86.000 ekor dari padat tebar 120.000 ekor/kolam dengan SR 71%.(3) menghasilkan benih berkelamin jantan sebanyak 90%
Sedangkan yang disarankan Sebaikya dilakukan pengelolaan limbah agar tidak mencemari lingkungan dan memaksimalkan dalam penerapan biosecurity agar ikan terhindar dari penyakit dan kontaminasi dari luar







