Manajemen pakan pada pembesaran udang vannamei (lipotenaeus vannamei) di PT. Sidojoyo wutama unit tambak wijaya desa Bimorejo, Kec. Wongsorejo Banyuwangi Jawa Timur
MOH JUNAIDI. 16.3.02.020. Manajemen Pakan pada Pembesaran Udang Vannamei (litopenaeus Vannamei) di PT. Sidojoyo Wutama desa Bimorejo Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Di bawah Penguji 1. Ir. Teguh Harijono MP, Penguji 2. Mohsan Abrori, S.Pi, M.Si dan Penguji 3. Agus Widodo, S.Pi, MT.
Tujuan dari Kerja Praktek Akhir ini adalah untuk mengetahui manajemen pakan pada pembesaran udang vannamei dan untuk mengetahui efisiensi serta efektifitas pemberian pakan pada pembesaran udang vannamei secara intensif di PT. Sidojoyo Wutama Banyuwangi.
Kerja Praktek Akhir ini dilaksanakan pada tanggal 4 Maret sampai dengan 24 Mei 2018 di tambak udang vannamei intensif (Litopenaeus Vannamei) Secara Intensif di PT. Sidojoyo Wutama Desa Bimorejo Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Jawa timur.
Persiapan tambak yaitu kontruksi tambak berupa beton yang dilapisi plastik HDPE. Pengeringan tambak selama 10 - 15 hari. Pencucian petakan menggunakan air tawar. Perbaikan kontruksi tambak dilakukan jika terdapat kerusakan pada petakan seperti kebocoran didasar atau dinding tambak dll. Pemasangan kincir pada awal penebaran dipasang sebanyak 12 kincir dengan range 2. Persiapan air media dengan ketinggian air 140 cm, sterilisasi air menggunakan Kuprisulfat dengan dosis 2 ppm, Delstar dengan dosis 0,9 dan Kaporit dengan dosis 27 ppm. Penumbuhan plankton adalah menggunakan kultur bakteri AT-BAK 25 liter. Fermentasi dedak 3 kg.
Benur yang ditebar berasal dari hatchery Ayen bali dan Ndaru laut Situbondo. Benur yang ditebar adalah benur PL 10, dilakukan aklimatisasi suhu, salinitas pada sore hari. Padat tebar pada tambak wijaya adalah 118-127 ekor/m2.
Pengelolaan pakan menggunakan blind feeding dengan 2 kg pakan untuk setiap 100.000 ekor benur, dengan kenaikan pakan umur 1 - 10 hari penambahan pakan perhari 200 gr, umur 11 - 20 hari penambahan pakan perhari 400 gr. Program pacsa blind feeding menggunakan Program lanjutan dari program pakan buta (blind feeding program. Frekuensi pemberian pakan dilakukan pada DOC 1 - 6 hari 3 kali sehari yaitu 06.00, 14.00, 18.00 dan pada DOC 7 – panen 5 kali sehari yaitu pada pukul 06.00, 10.00, 14.00, 18.00 dan 21.30. Cara pemberian dengan secara manual dan menggunakan autofeeder. Feed additive menggunakan proshrimpplus 5 gr/kg dan probiotik 100 ml/kg pakan
Hasil parameter kualitas air suhu sore 27,7 ⁰C – 30,6 ⁰C dan pada malam hari suhu 29 ⁰C – 33,5 ⁰C, salinitas rata-rata berkisar 32 ppt, pH pada pagi yaitu 7,3 – 8,3 sedangkan sore hari 7,5 – 8,8, DO pada pagi hari berkisar antara 3.8 ppm – 6 ppm dan pada malam hari 3.6 ppm - 4.5 ppm, TOM rata-rata 107 ppm, amoniak rata-rata berkisar 0,06 ppm, ammonium rata-rata berkisar 2,1 ppm, Nitrit rata-rata berkisar 0,48 ppm, Nitrat rata-rata berkisar 17 ppm dan phospat rata-rata berkisar 1,2 ppm.
Pengendalian kualitas air meliputi penyiponan dilakukan 4 - 5 hari sekali. Aplikasi Kaptan diberikan setiap 4 hari sekali dengan dosis 10 kg kaptan dicampur dengan super NB dengan dosis 3,5 liter. Aplikasi dolomit dilakukan 2 kali seminggu pada pukul 08.00 wib dengan dosis 1,2 ppm. Aplikasi probiotik yang digunakan yaitu kultur AT - Bak dengan dosis 7,5 ppm dicampurkan pada pakan pada umur 1 – 35 hari pada pagi hari pukul 08.00 wib, dan merk probiovin dengan dosis 5 gr/kg dicampur dengan fermentasi saponin.
Hama terdapat kepiting, Pencengahan hanya dilakukan aplikasi delstar 0,9 ppm pada saat persiapan media. Penyakit terdapat panyakit WFD Penyakit WFD disebabkan oleh bakteri vibrio paramoticus yang hidup pada organ pencernaan udang. Pengendalian yang dilakukan ada selalu treatment air sebelum digunakan dan menjaga kondisi dasar petakan selalu bersih dengan perlakuan sipon dan pemberian pakan dicampur dengan probiotik At-bak.
Kegiatan monitoring pertumbuhan dilakukan dengan sampling. Kegiatan sampling dilakukan mulai saat umur 24 hari dan kemudian dilanjutkan 7 hari sekali. Berikut ini hasil dari monitoring pertumbuhan rata-rata ADG yang didapat 0,34 dengan ABW rata-rata berkisar 5,88 - 20.23 gr size 49.
Pemanenan dilakukan parsial total. Pada panen parsial dilakukan pada umur 63 hari dan panen total pada umur 87 hari. Pemanenan dilakukan pada pagi hari pukul 08.00. Hasil panen petak A2 DOC 87 hari, tonase 3,783.5 kg, size 48,8, populasi 198,688 ekor, FCR 1.49, SR 69,8% dan produktivitas/m2 yaitu 1.6 kg.
Dari hasil kerja praktek akhir di PT. Sidojoyo Wutama Unit Tambak Wijaya Desa Bimorejo Kecamatan Wongsorejo Kabupaten banyuwangi Provinsi Jawa Timur, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut: a. manajemen pakan menggunakan program pakan blind. Program pacsa blind feeding menggunakan Program lanjutan dari program pakan buta (blind feeding program) penambahan dan pengurangan pakan per hari dilihat dari kontrol anco yang antara 2 - 4 kg dan pengurangan pakan 30 % dengan dosis anco 0,3 % dari total per hari dan pengecekan anco 2 - 2,5 jam. b. Efisiensi pakan cukup baik ditandai 9 petak FCR berkisar 1.26 – 1.90 dengan Rata-rata 1.46 masih dalam kondisi optimal. Akan tetapi petak 5 tidak baik berkisar FCR 1.90. hal ini dikarenakan pada 30 – panen mengalami penurunan nafsu makan akibat terdapat penyakit WFD.
Saran yang diberikan yaitu : a. Perlu ditingkatkan dalam pengelolaan kualitas air yang baik, biar terhindar dari penyakit yang masuk pada proses budidaya. b. Perlu efisiensi dalam menentukan pakan dan pemberian pakan, biar kandungan organik tidak tinggi yang mengakibatkan kondisi kualitas air menurun. c. Perlu adanya unit pengelolaan limbah agar limbah tidak merusak lingkungan sekitar tambak.







