Teknik pembesaran udang vannamei (litospanaeus vannamei) secara intensif di PT. Koyo Segoro Endah Unit Sumber Lancar 2 Dusun Bayem Desa Besuki, Kec. Besuki, Kab. Tulungagung, Jawa Timur
NOVIA PUTRI PURNOMO.TBP.16.3.02.025. Teknik Pembesaran Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei)Secara Intensif Di PT. Koyo Segoro Endah Unit Sumber Lancar 2 Dusun Bayem Desa Besuki Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur Dibawah bimbingan Bapak Ir. Teguh Harijono, MP selaku dosen pembimbing I dan Bapak Mohsan Abrori, S.Pi, M.Si selaku dosen pembimbing II.
Udang vannamei merupakan jenis udang andalan ekspor Indonesia yang memiliki permintaan tinggi di pangsa pasar ekspor dan dikembangkan setiap tahunnya. Udang vannamei sendiri banyak diminati oleh pangsa pasar terbesar Amerika Serikat dan Jepang. Produksi udang vannamei di Indonesia dikembangkan dengan budidaya sistem tradisional hingga intensif. Budidaya udang vannamei teknologi intensif merupakan budidaya udang padat modal dan teknologi tinggi. Budidaya intensif banyak diterapkan oleh para petambak udang vannamei guna memenuhi permintaan pasar ekspor udang vannamei yang setiap tahunnya semakin meningkat.
TujuandariKerja Praktek Akhir (KPA)iniadalahsebagai berikut :
1. Mengetahuicarapembesaranudangvannamei (Litopenaeusvannamei) secara intensif sebagaimana diterapkan di PT. Koyo Segoro Endah Unit Sumber Lancar
2. Dapatmengetahuihasildaripembesaranudangvannamei(Litopenaeus vannamei)secara intensifdiantaranyamengetahuijumlahhasilpanenudangvannamei, kualitashasil panen udang vannamei, danSR (survival rate).
Kerja Praktek Akhirinidilakukan di PT. KoyoSegoroEndah Unit SumberLancar 2 DusunBayemDesaBesukiKecamatanBesukiKabupatenTulungagungProvinsiJawaTimur yang dilaksanakanpadatanggal4Maretsampai24 Mei 2019.
Teknikpengumpulan data yang digunakandalamKerja Praktek Akhiriniadalahobservasi, wawancaradanpartisipasilangsung.
KegiatanPembesaranudangvannameimeliputi :persiapan media budidaya, pengadaan dan penebaran benur, dan pemeliharaan udang vannamei. Persiapan lahan budidaya dengan pengeringan bertujuan untuk membunuh organisme patogen serta membunuh telur, larva dan stadia hama.Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara merata keseluruh dinding dan dasar tambak. Kapur yang akan diberikan dicampur dengan air terlebih dahulu agar tidak terbawa angin, kapur yang digunakan adalah jenis kapur gamping. Pemasangan kincir dilakukan secara manual yang diletakkan diatas pemberat yang telah disiapkan guna kincir dapat mengambang dan diberi tiang sebagai penahan serta ujung-ujung dari kincir diikat di tempat yang sudah disiapkan agar kincir tidak bergeser pada saat pengoperasiannya. Pengisian air tambak ini dilakukan dengan memompa air laut dan langsung dialirkan ke dalam petak tandon pengendapan. Setelah melalui proses filtrasi di tandon pengendapan air langsung dialirkan kedalam tandon treatment, di dalam tandon treatment diberi kaporit dengan dosis 10 ppm, setelah itu didiamkan selama 24 jam agar kotoran mengendap, kemudian air dialirkan ke dalam petakan setinggi 50 cm, kemudian diberi kaporit dengan dosis 100 ppm, didiamkan selama 2 sampai 3 hari kemudian air ditambah hingga ketinggian 100 cm, kemudiandilakukansterilisasi air darihamadanpenyakit yang adapada air. Pemasangan kincir air sebanyak 8 sampai 13 unit dengan luas petakan 2000 hingga 4000 m2. Penumbuhan plankton dengan menggunakan fermentasi probiotik Super NB.
Pengadaan dan penebaran benur, benur yang digunakan berasal dari CPP Baja Situbondo, caraaklimatisasi suhu dilakukan dengan cara menyiram – nyiram kantong benur dengan air petakan selama 15 – 20 menit, dengan kepadatan rata – rata 100-120 ekor/m2.Manajemen pakandenganpakanalamiberupa plankton danpakanbuatanberupa crumble dan pellet dengan merk irawan dari PT. CP Prima.cara pemberian pakan yaitu dengan menggunakan auto feeder yang diletakkan ditengah tambak. Monitoring kualitas air fisikayaitu suhu, DO, pH, salinitas, kualitas air biologiyaitu kecerahan, identifikasi plankton danwarna air.Pengendaliankualitas air berupasirkulasi,danpenyiponan. Monitoring pertumbuhandengan sampling.Pengendalianhamadanpenyakit.
Hasilpembesaranbudidayaudangvannameimeliputipanendanpascapanen.Panendibagimenjadi 2 yaitupanenparsialempat kali danpanen totaldenganjumlahkeseluruhan petak 6 yaitu 6,687.50 kg, petak 10 yaitu 4,586.00 kg, petak 11 yaitu 4,808.00 kg, dan petak 15 yaitu 5,626.50 kg. Pascapanenmerupakan proses pemasaranberlangsungdengandidistribusikan langsung ke supliyer dan perusahaan pengolahan udang di daerah semarang dan banyuwangi.
BerdasarkankegiatanKerjaPraktekAkhirTeknikPembesaranUdangvannameisistemintensif di PT. Koyo SegoroEndah Unit SumberLancar 2 DesaBesukiKecamatanBesukiKabupatenTulungagungJawaTimur, dapatdisimpulkanbahwa : (1) Persiapantambaksudahbaik, dibuktikandengantidakadanyahamaserta plankton tumbuhdenganbaikdantidakadanyakerusakanataukebocoranpadapematangmaupunbakbudidaya (2) Teknologi yang diterapkan adalah budidaya Intensif dengan penebaran 100 - 120 ekor/m2 (3) Hasil panen PT. KSE dapat dikatakan bagus ditandai dengan hasil panen total sebagai berikut :
• Petak 6 : menghasilkan total biomass sebanyak 6.687,50 kg dengan size 39, ABW 25,6 gram, dengan populasi total 260.813 ekor maka diperoleh SR 57,02 %.
• Petak 10 : menghasilkan total biomass 4.586 kg dengan size 38,50, ABW 25,9 gram, dengan populasi 176.561 ekor maka diperoleh SR 63,62%
• Petak 11 : menghasilkan total biomass 4.808 kg dengan size 46, ABW 21,7 gram, dengan populasi 221.168 ekor maka diperoleh SR 95,06%.
• Petak 15 : menghasilkan total biomass 5.626,50 kg dengan size 50, ABW 20 gram, dengan populasi 281.325 ekor maka diperoleh SR 88,40%.
Dari kesimpulan di ataspenulisdapatmemberikan saran (1)Sebaiknyapenerapan biosecurity lebihditingkatkanlagidenganmemasangBird Scaring Device (BSD) karena di lokasibudidayamasihseringditemukanburungpemangsa yang berkeliarandanmemangsaudangvannamei yang dibudidayakan (2) Sebaiknya untuk persiapan lahan dan treatment air lebih diperhatikan dan diperketat lagi untuk menghindari terserangnya penyakit.







