Teknik pembesaran udang vannamei (litospanaeus vannamei) secara intensif di CV Muara Mas Unit Cungkingan, Desa Badean, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur
FAJAR AHMAD MA’RUF. TBP. 16.3.02.007. Teknik Pembesaran Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) Secara Intensif di CV.Muara Mas Unit Cungkingan Desa Badean, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Dibawah bimbingan Bapak Nasuki,MP dan Bapak Ir. Teguh Harjono, MP selaku dosen pembimbing.
Kerja Praktek Akhir ini dilaksanakan pada tanggal 4 Maret-24 Mei 2019 dengan tujuan untuk mengetahui teknik budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) secara intensif dan untuk mengetahui hasil produksi dalam pembesaran udang vannamei secara intensif di CV. Muara Mas Banyuwangi
CV.Muara Mas memiliki luas lahan sebesar +4 ha dengan jumlah 16 petak dan diamati 8 petak selama Kerja Praktek Akhir. Konstruksi petakan tambak berbentuk persegi panjang dengan luas kisaran 2.608 m² - 4.789 m2 terbuat dari beton. Sumber pasok air lautnya berasal dari perairan selat Bali.
Pengeringan tambak dilakukan + 1 bulan, penambalan dilakukan bilamana terdapat kerukasan pada petakan kebocoran didasar dan dinding petakan. Pemasangan kincir dilakukan pada petakan dengan dipatok supaya tidak bergerak/ berubah posisi, artinya tetap mengarah pada arah yang telah ditetapkan dengan jarak 5-6 meter dari pematang kolam, Pengisian air dan sterilisasi air menggunakan Trichlor dengan dosis 20 ppm bertujuan untuk membunuh berbagai jenis mikroorganisme dan lumut yang ada pada petakan.
Sebleum benur ditebar, dilakukan pengamatan visual, Kemudian dilakukan penghitungan benur secara manual untuk mengetahui jumlah benur dalam 1 kantong. Setelah dilakukan penghitungan kemudian dilakukan prosses aklimatisasi suhu 15-20 menit dengan padat tebar benur rata-rata yaitu 109 ekor/m2.
Pengelolaan pakan terdiri dari kandungan nutrisi, program blind feeding, pasca blind feeding berdasarkan SOP CV.Muara Mas kontrol anco, pengelolaan kualitas air meliputi Penyiponan yang dilakukan mulai dari umur 25 dan dilakukan setiap 3 hari sekali, pergantian air dilakukan setiap 3-5 hari sekali tergantung penyusutan, penguapan, dan pengurangan air memalui proses penngetapan air lumpur. Pengelolaan kualitas air terakhir yaitu dengan aplikasi probiotik, ada 2 jenis probiotik yang digunakan di CV.Muara Mas Unit Cungkingan yaitu jenis probotik Aquazyme 13 ppm, Thionat 6 ppm.
Monitoring pertumbuhan, dilakukan dengan cara sampling pada umur 42 dan kemudian dilanjutkan 7 hari sekali. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan pada awal persiapan tambak dengan pemberian disenfektan. Penyakit yang menyerang udang vannamei di CV. Muara Mas yaitu WFD (White Feses Disease) dan IMNV (Invection Myonecrosis Virus).
. Panen udang secara total pada DOC 82 hari. Total rata-rata/petak 2.484 kg dengan size 79 . Jumlah total hasil panen sebanyak (19.873,5 kg), Kualitas Produksi (Hasil Panen) Baik (19.209 kg), BS (664,5 kg). Sintasan (Survivale Rate) 1.571.820 ekor (56%).
Kesimpulan yang didapat dari Hasil Kerja Akhir di CV.Muara Mas Unit Cungkingan sudah baik ditandai dengan fasilitas budidaya di CV. Muara Mas memenuhi standart sitem budidaya intensif, persiapan lahan budidaya yang sudah baik ditandai dengan tidak adanya hama maupun pathogen dan tumbuhnya plankton. Penebaran benur dilakukan dengan baik ditandai dengan tidak ada kematian pada awal proses budidaya. Manajemen Pakan kurang baik ditandai dengan ADG 0,14 dan FCR 1,8. Manajemen kualitas air kurang baik, ditandai dengan parameter masih jauh dari ambang batas optimal dan memicu adanya penyakit. Mnajamene kesehatan udang kurang baik, ditandai dengan adanya penyakit yang menyerang di akhir proses budiaya yaitu IMNV yang masih belum bisa dikendalikan dan dilakukan pemanenan. Tidak ada penerapan biosecurity yang menyebabkan hewan masuk ke petakan. Belum adanya pengolahan limbah sehingga mencemari lingkungan. Hasil budidaya kurang baik ditandai dengan rata-rata SR rendah dengan size 79 dikarenakan penyakit IMNV. Total produksi 19. 873,5 kg. Kualitas hasil produksi = Baik 19.209 kg, BS 664,5 kg. Sintasan (SR)= 56 % FCR = 1,8
Sedangkan saran yang dapat diberikan yaitu perlu adanya biosecurity pada proses budidaya untuk mengurangi terjangkitnya penyakit agar hasil panen lebih optimal. Sebaiknya DO diukur agar mengetahui ketika kekurangan oksigen. Pengelolaan kualitas air lebih ditingkatkan untuk pencegahan penyakit yang masuk pada tambak.







