Teknik pembesaran udang vannamei (litospanaeus vannamei) secara intensif di PT Suri Tani Pemuka, Desa Bomo, Kec. Blimbingsari, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur
FAJAR ABDI SAMUDERA. 16.3.02.006. Pembesaran Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Secara Intensif Di PT. Suri Tani Pemuka Unit Tambak Udang Bomo Banyuwangi Jawa Timur. Di bawah bimbingan Bapak Nasuki S.Pi.,MP selaku dosen pembimbing I dan Bapak Ir. Moh. zainal Arifin MP selaku dosen pembimbing II.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (2015), Menjelang akhir tahun 2015 sejumlah evaluasi dan gagasan baru menyeruak untuk terus mendongkrak produksi maupun pemasaran udang nasional, baik untuk pasar ekspor maupun domestik. Ditambah lagi dengan target produksi udang vannamei hingga 600 ribu ton pada 2016 nanti. Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan, produksi komoditas udang di Indonesia pada 2015 bakal naik 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga bakal lebih besar berkontribusi dalam perekonomian nasional serta regional.Dengan melihat potensi lahan dan potensi pengembangan serta teknologi yang sudah kita miliki, produksi udang nasional tahun 2015 ditargetkan sebesar 785.900 ton, atau meningkat sekitar 32 persen dari produksi udang tahun 2014.
Dalam budidaya udang vannamei dengan penerapan pola budidaya intensif sangat menguntungkan karena dapat menggunakan padat tebar yang tinggi, dengan padat tebar 158 ekor/ m2 .Salah satu tambak udang vannamei yang menggunakan sistem intensif yaitu PT. Suri Tani Pemuka.. Berdasarkan pertimbangan di atas, maka penulis ingin mempelajari lebih lanjut tentang teknik pembesaran udang vannamei yang dikelola secara intensif di PT. Suri Tani Pemuka.
Proses pembesaran udang vannamei melalui tahapan sebagai berikut :
Persiapan lahan dilakukan untuk memastikan kesiapan kolam sebelum pengisian air agar bebas dari kotoran, kebocoran dan bebas dari bakteri, virus dan biota lain yang merugikan. Adapun tahapan proses persiapan lahan di PT. Suri Tani Pemuka Unit Tambak Udang Bomo sebagai berikut.
a. Pengeringan
Tujuan dari pengeringan adalah membunuh bibit penyakit, mengoksidasi senyawa tereduksi seperti amonia, H2S, nitrit, dan lain-lain Pengeringan yang dilakukan di PT. Suri Tani Pemuka Unit Tambak Udang Bomo selama 2 - 3 minggu. selama proses pengeringan dilakukannya perbaikan petakan, pembersihan kotoran dan dasar tambak serta sterilisasi tambak
b. Pembersihan kotoran dan dasar tambak
Pembersihan kotoran lumpur ini dilakukan dengan cara dikeruk dan dikumpulkan dalam keranjang karung dan dibuang. Sedangkan untuk membersihkan tritip yang menempel cukup dengan mengkerok atau mencukil dengan menggunakan sekop.
c. perbaikan petak budidaya
Perbaikan petakan dilakukan dengan cara menambal plastik dasar yang bocor, menambal dasar semen, perbaikan wadah jebakan lumpur, sirap, pintu air, jembatan anco dan anco, pipa outlet dan wadah klekap.
d. Sterilisasi tambak
Sterilisasi tambak dilakukan dengan menggunakan HCL yang sudah dilarutkan dengan air secara merata menggunakan sprayer / pompa tahan asam pada dinding dan dasar tambak.
e. Pemasangan dan pengecekan sarana tambak
Untuk penataan letak kincir yang digunakan di PT. Suri Tani Pemuka Unit Tambak Udang Bomo adalah sistem sirkular dan sistem searah dengan jarak antar kincir dan pematang 5 - 10 m.
Penebaran benur di PT. Suri Tani Pemuka yaitu menggunakan aklimatisasi .Waktu penebaran dilakukan ketika kondisi suhu lingkungan tidak tinggi, penebaran dapat dilakukan pagi pada pukul 05.00WIB sehingga dapat mengurangi tingkat stress.
Pengelolaan pakan adalah salah satu kunci keberhasilan dalam proses kegiatan usaha budidaya udang vannamei. Hal hal yang perlu di perhatikan adalah jenis dan kandungan nutrisi pakan, bentuk dan ukuran pakan, dosis dan jumlah program pemberian pakan, frekuensi dan waktu pemberian pakan, teknik pemberian pakan, pemberian feed additive.
Kegiatan monitoring pertumbuhan dilakukan dengan sampling menggunakan jala. Kegiatan sampling pada petak F9 dilakukan saat umur udang 53 hari dan dilakukan setiap 7 hari sekali dan dilakukan pada pagi hari dengan hati hati dan cepat .Sampling bertujuan untuk mengetahui berat rata - rata (ABW), pertambahan berat rata - rata harian (ADG) dan estimasi total biomassa.
Keberadaan hama dan penyakit dapat mengganggu kelangsungan hidup udang vannamei baik secara langsung dan tidak langsung.
1. Pengendalian hama
hama yang terdapat pada tambak ia lah ikan, udang liar, kepiting, dan rajungan. Dilakukan dengan cara pemberian kaporit diharapkan agar semua hama dapat mati sebelum melakukan penebaran.
2. Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian penyakit dilakukan dengan cara memberikan nutrisi lengkap pada pencampuran pakan berupa mineral, protein, lemak, vitamin khusus nya vitamin C untuk menjaga daya tubuh udang
1. Panen
Panen dilakukan dengan cara memasang jaring kondom pada pintu keluar (outlet) agar ketika air dikeluarkan, udang akan mengikuti arus air dan masuk ke dalam jaring kondom. Sebelum pintu air dibuka, terlebih dahulu dipasang jaring panen di pintu keluar.
2. Pasca panen
Penanganan udang pasca panen dilakukan dengan cara mencuci udang dengan air tawar terlebih dahulu Kemudian dilakukan sampling untuk dicari ukuran yang seragam dan juga sesuai kriteria panen. Udang yang tidak sesuai kriteria penen, seperti keropos (rusak), terkena penyakit, moulting dan undersize dipisahkan dari keranjang panen.
Kegiatan pemasaran dilakukan pada saat udang akan panen. Lebih tepatnya lagi seminggu sebelum panen. Biasanya pembeli (pihak coldstorage) yang akan membeli akan datang sendiri dengan membawa peralatan baik es, meja sortir maupun krat atau keranjang.
FAJAR ABDI SAMUDERA. 16.3.02.006. Pembesaran Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Secara Intensif Di PT. Suri Tani Pemuka Unit Tambak Udang Bomo Banyuwangi Jawa Timur. Di bawah bimbingan Bapak Nasuki S.Pi.,MP selaku dosen pembimbing I dan Bapak Ir. Moh. zainal Arifin MP selaku dosen pembimbing II.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (2015), Menjelang akhir tahun 2015 sejumlah evaluasi dan gagasan baru menyeruak untuk terus mendongkrak produksi maupun pemasaran udang nasional, baik untuk pasar ekspor maupun domestik. Ditambah lagi dengan target produksi udang vannamei hingga 600 ribu ton pada 2016 nanti. Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan, produksi komoditas udang di Indonesia pada 2015 bakal naik 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga bakal lebih besar berkontribusi dalam perekonomian nasional serta regional.Dengan melihat potensi lahan dan potensi pengembangan serta teknologi yang sudah kita miliki, produksi udang nasional tahun 2015 ditargetkan sebesar 785.900 ton, atau meningkat sekitar 32 persen dari produksi udang tahun 2014.
Dalam budidaya udang vannamei dengan penerapan pola budidaya intensif sangat menguntungkan karena dapat menggunakan padat tebar yang tinggi, dengan padat tebar 158 ekor/ m2 .Salah satu tambak udang vannamei yang menggunakan sistem intensif yaitu PT. Suri Tani Pemuka.. Berdasarkan pertimbangan di atas, maka penulis ingin mempelajari lebih lanjut tentang teknik pembesaran udang vannamei yang dikelola secara intensif di PT. Suri Tani Pemuka.
Proses pembesaran udang vannamei melalui tahapan sebagai berikut :
Persiapan lahan dilakukan untuk memastikan kesiapan kolam sebelum pengisian air agar bebas dari kotoran, kebocoran dan bebas dari bakteri, virus dan biota lain yang merugikan. Adapun tahapan proses persiapan lahan di PT. Suri Tani Pemuka Unit Tambak Udang Bomo sebagai berikut.
a. Pengeringan
Tujuan dari pengeringan adalah membunuh bibit penyakit, mengoksidasi senyawa tereduksi seperti amonia, H2S, nitrit, dan lain-lain Pengeringan yang dilakukan di PT. Suri Tani Pemuka Unit Tambak Udang Bomo selama 2 - 3 minggu. selama proses pengeringan dilakukannya perbaikan petakan, pembersihan kotoran dan dasar tambak serta sterilisasi tambak
b. Pembersihan kotoran dan dasar tambak
Pembersihan kotoran lumpur ini dilakukan dengan cara dikeruk dan dikumpulkan dalam keranjang karung dan dibuang. Sedangkan untuk membersihkan tritip yang menempel cukup dengan mengkerok atau mencukil dengan menggunakan sekop.
c. perbaikan petak budidaya
Perbaikan petakan dilakukan dengan cara menambal plastik dasar yang bocor, menambal dasar semen, perbaikan wadah jebakan lumpur, sirap, pintu air, jembatan anco dan anco, pipa outlet dan wadah klekap.
d. Sterilisasi tambak
Sterilisasi tambak dilakukan dengan menggunakan HCL yang sudah dilarutkan dengan air secara merata menggunakan sprayer / pompa tahan asam pada dinding dan dasar tambak.
e. Pemasangan dan pengecekan sarana tambak
Untuk penataan letak kincir yang digunakan di PT. Suri Tani Pemuka Unit Tambak Udang Bomo adalah sistem sirkular dan sistem searah dengan jarak antar kincir dan pematang 5 - 10 m.
Penebaran benur di PT. Suri Tani Pemuka yaitu menggunakan aklimatisasi .Waktu penebaran dilakukan ketika kondisi suhu lingkungan tidak tinggi, penebaran dapat dilakukan pagi pada pukul 05.00WIB sehingga dapat mengurangi tingkat stress.
Pengelolaan pakan adalah salah satu kunci keberhasilan dalam proses kegiatan usaha budidaya udang vannamei. Hal hal yang perlu di perhatikan adalah jenis dan kandungan nutrisi pakan, bentuk dan ukuran pakan, dosis dan jumlah program pemberian pakan, frekuensi dan waktu pemberian pakan, teknik pemberian pakan, pemberian feed additive.
Kegiatan monitoring pertumbuhan dilakukan dengan sampling menggunakan jala. Kegiatan sampling pada petak F9 dilakukan saat umur udang 53 hari dan dilakukan setiap 7 hari sekali dan dilakukan pada pagi hari dengan hati hati dan cepat .Sampling bertujuan untuk mengetahui berat rata - rata (ABW), pertambahan berat rata - rata harian (ADG) dan estimasi total biomassa.
Keberadaan hama dan penyakit dapat mengganggu kelangsungan hidup udang vannamei baik secara langsung dan tidak langsung.
1. Pengendalian hama
hama yang terdapat pada tambak ia lah ikan, udang liar, kepiting, dan rajungan. Dilakukan dengan cara pemberian kaporit diharapkan agar semua hama dapat mati sebelum melakukan penebaran.
2. Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian penyakit dilakukan dengan cara memberikan nutrisi lengkap pada pencampuran pakan berupa mineral, protein, lemak, vitamin khusus nya vitamin C untuk menjaga daya tubuh udang
1. Panen
Panen dilakukan dengan cara memasang jaring kondom pada pintu keluar (outlet) agar ketika air dikeluarkan, udang akan mengikuti arus air dan masuk ke dalam jaring kondom. Sebelum pintu air dibuka, terlebih dahulu dipasang jaring panen di pintu keluar.
2. Pasca panen
Penanganan udang pasca panen dilakukan dengan cara mencuci udang dengan air tawar terlebih dahulu Kemudian dilakukan sampling untuk dicari ukuran yang seragam dan juga sesuai kriteria panen. Udang yang tidak sesuai kriteria penen, seperti keropos (rusak), terkena penyakit, moulting dan undersize dipisahkan dari keranjang panen.
Kegiatan pemasaran dilakukan pada saat udang akan panen. Lebih tepatnya lagi seminggu sebelum panen. Biasanya pembeli (pihak coldstorage) yang akan membeli akan datang sendiri dengan membawa peralatan baik es, meja sortir maupun krat atau keranjang.







