Teknik pembesaran udang vannamei (litospanaeus vannamei) secara intensif menggunakan sistem Bakteri Heterotroph dengan semi biofloc di PT Suri Tani Pemuka Unit Tambak Udang Bomo Banyuwangi, Jawa Timur
ILHAM BAIHAQI. TBP. 16.3.02.011. Teknik Pembesaran Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Secara Intensif Menggunakan Sistem Bakteri Heterotroph dengan Semi Biofloc di PT. Suri Tani Pemuka terletak di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Di bawah bimbingan Bapak Agus Widodo, MT selaku dosen pembimbing I dan Ibu Lusiana Br. Ritonga, MP selaku dosen pembimbing II.
Menurut Ditjen Perikanan Budidaya (2014), produksi perikanan budidaya ke depan optimis meningkat dengan kenaikan pencapaian target produksi sebesar 353 persen. Rasa optimis tersebut didasari oleh masih luasnya potensi lahan perikanan budidaya di Indonesia.
Maksud dari pelaksanaan Kerja Praktek Akhir (KPA) ini adalah ini adalah ikut serta dalam kegiatan teknik pembesaran udang vannamei (Litopenaeus vannamei) secara intensif di PT. Suri Tani Pemuka meliputi persiapan tambak, persiapan penebaran, penebaran, pemeliharaan, manejemen pakan, pengelolaan kualitas air, monitoring pertumbuhan, pengendalian hama dan penyakit hingga panen dan pasca panen.
Tujuan dari Kerja Praktek Akhir (KPA) ini adalah mengetahui Teknik Pembesaran Udang Vannamei secara intensif.
Pelaksanaan Kerja Praktek Akhir (KPA) ini dimulai pada tanggal 4 Maret sampai 24 Mei 2019, di PT. Suri Tani Pemuka yang berlokasi di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
Petak tambak berbentuk persegi panjang tetapi pada sudut petakan dibuat melengkung sehingga pada tambak tersebut tidak terdapat sudut mati, dengan ukuran yang bervariasi antara 2300 – 4600 m2. Tinggi air 140 – 170 cm sedangkan tinggi dasar tambak ke pematang 2,1 – 2,3 meter. Lebar pematang bervariasi yaitu 2 – 3 meter
Pemasangan kincir dilakukan pada saat tambak belum terisi air. Pemasangan kincir dipasang pada jarak 10 – 15 meter dari pematang. Jarak antar kincir 7 – 15 meter. treatmen air tandon yang selanjutnya disalurkan pada semua petak tambak. Untuk mendapatkan persiapan pengelolaan air yang optimal, hendaknya memulai pengisian air 15 - 17 hari sebelum penebaran benur (DOC 0). Isi kolam budidaya dengan menggunakan air laut dari tandon hingga ketinggian maksimum yang diinginkan (1.3 – 1.6 meter).
Jumlah benur yang di tebar pada petak H4 adalah 589.248 ekor dengan luasan 3700 m2 . Waktu penebaran dilakukan ketika kondisi suhu lingkungan rendah, penebaran dilakukan pagi pada pukul 07.00 WIB. Serta dilakukan aklimatisasi suhu.
Penentuan dosis pemberian pakan pada udang usia tebar DOC-0 sampai dengan DOC-40 mengacu pada penggunaan program blind feeding. Program pakan pasca blind feeding dilakukan mulai DOC40 – panen. Jumlah pakan ditentukan dari tingkat SR, jumlah tebar, berat udang dan target pertumbuhan udang
Treatment air di PT Suri Tani Pemuka menggunakan bahan-bahan yaitu Kaptan, dolomit, ZA, Thiobacillus sp, Bacillus mix dan kalsium Peroksida yang bertujuan untuk mencapai stabilitas kualitas air yaitu pH 7.8 – 8.6.
. Pemantauan pertumbuhan dan populasi dilakukan dengan cara sampling. Dari hasil sampling juga dapat disimpulkan seberapa efisien pakan yang telah diberikan dengan pertumbuhan udang. Sampling ini dilakukan setelah udang berumur >40 hari. Penyakit yang biasa menyerang udang pada Unit tambak PT Suri Tani Pemuka yaitu IMNV (Infectious Myonecrosis Virus). Pada kalangan petambak penyakit IMNV (Infectious Myonecrosis Virus) ini lebih dikenal dengan “mio”.
Produksi hasil pembesaran udang vannamei secara intensif di PT Suri Tani Pemuka dikatakan baik dengan biomas 8.375 kg dan mendapatkan size 61, tingkat kehidupan 93,3 % dan FCR panen 1,1. Pada siklus ini petak H4 mendapatkan keuntungan Rp. 286.399.340 dan R/C Rationya 2,2.







