Teknik pembesaran udang vannamei (litospanaeus vannamei) Sistem intensif di CV Lautan Sumber Rejeki, Kec. Blimbingsari, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur
MUHAMMAD IRFAN FAUZI 16.3.02.023 Teknik Pembesaran Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) Sistem Intensif Di CV. Lautan Sumber Rezeki Desa Watukebo Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur di bimbing oleh Ir. Teguh Harijono, MP selaku dosen pembimbing I dan Mohsan Abrori S,Pi M,Si, Selaku dosen pembimbing II.
Tujuan dari Kerja Praktek Akhir ini adalah untuk mengetahui teknik budidaya udang vannamei (Litopenaeus Vannamei) secara intensif dan untuk mengetahui hasil produksi dalam pembesaran uang vannamei secara intensif di CV. Lautan Sumber Rezeki Banyuwangi.
Persiapan tambak meliputi pengeringan petakan seminggu, pembersihan petakan, perbaikan kontruksi tambak, dan perbaikan kincir, selanjutnya pemasangan kincir dan sterilisasi air menggunakan BKC 10 ppm dan HCL 3,2 ppm dilakukan pada hari ke-12 sebelum tebar, kuprisulfat 2 ppm dilakukan pada hari ke-11 sebelum tebar dan bestacide 1,5 ppm, selanjutnya penumbuhan plankton dilakukan hari ke-9 sebelum tebar menggunakan kaptan 8,7 ppm, ZA 5 ppm, bacillus sp 5 ppm, biolacto 10 ppm, bioshrimp 10 ppm dengan target utama dari pada penumbuhan plankton adalah berwarna hijau muda yang menandakan plankton jenis Green Algae.
Benur yang ditebar adalah F1 berasal dari Hatchery PT. STP Bali, Ndaru Laut Banyuwangi dan Dewi Windu Situbondo yang dilengkapi dengan sertifikat SPF. Jumlah rata-rata tebar sebanyak 576.575 ekor dengan luasan 4.587 m2 dan padat penebaran 125/m2. Proses penebaran benur diawali dengan pengecekan kondisi benur dan kondisi air petakan, selanjutnya dilakukan aklimatisasi suhu lalu benur ditebar pada petakan.
Pengelolaan pakan menggunakan program blind feeding pada DOC 1 – 30, dilanjutkan dengan index pada DOC 31 – panen dengan ketetapan index 0,45 pada DOC 31 – 40, index 0,55 pada DOC 41 – 50, sedangkan index 0,6 pada DOC 51 – panen. Frekuensi pemberian pakan dilakukan sebanyak 3 kali sehari dari mulai udang DOC 1 - 13 pada pukul 06.00 WIB, 10.00 WIB, 14.30 WIB, pada DOC 14 - panen dilakukan sebanyak 4 kali sehari yaitu pada pukul 06.00 WIB, 10.00 WIB, 14.30 WIB, dan 19.00 WIB
Pengelolaan kualitas air dilakukan harian dan mingguan dan diperoleh hasil rata-rata sebagai berikut : suhu 28 – 31 oC, salinitas 25 – 30 ppt, kecerahan 25 – 80 cm, pH 7,6 – 9,1, DO 3,49 – 6,90 ppm, Alkalinitas 120 - 180 ppm, Amonia 0,012 – 0,052 ppm, Nitrit 0,031 – 0,672 ppm, Nitrat 15 - 30 ppm, Phospat 0,251 – 1,414 ppm.
Pengendalian hama dan penyakit hanya bersifat pencegahan dan tidak ada tindakan, dilakukan pada awal persiapan tambak dengan pemberian disenfektan. Penyakit yang menyerang udang vannamei di CV. Lautan Sumber Rezeki Banyuwangi yaitu IMNV (Invection Myonecrosi Virus).
Monitoring pertumbuhan, dilakukan dengan cara sampling 10 hari sekali pada DOC 40, 50, 60 hari dengan ADG 0,2 – 0,23
Panen udang pada 14 petak. Panen Total rata-rata/petak 4.227 Kg dengan size 106,5 ekor, Jumlah Total Hasil Panen 59.177 Kg, Kualitas produk (hasil panen) Baik 57.324 Kg, BS 1.853 Kg, Sintasan SR 5.432.094 ekor (78,5%) dengan FCR 1,15
Pasca panen udang kemudian dimasukkan kedalam truk box yang telah dilengkapi dengan box yang berisi es untuk menjaga dan mempertahankan kesegaran udang setelah dipanen.
Kesimpulan yang didapat dari Hasil Kerja Akhir yaitu Pembesaran udang vannmmei di CV. Lautan Sumber Rezeki Banyuwangi sudah baik ditandai Fasilitas Budidaya di CV. Lautan Sumber Rezeki Banyuwangi memenuhi standart sistem budidaya intensif, Persiapan lahan budidaya yang sudah baik ditandai dengan tidak adanya pathogen, parameter kualitas air optimal, dan tumbuhnya plankton. Penebaran benur dilakukan dengan baik ditandai dengan tidak ada kematian di awal proses budidaya. Manajemen pakan cukup baik, ditandai dengan ADG yang stabil di 0,2 – 0,23 gr dan FCR 1,15, Manajemen kualitas air kurang baik, ditandai dengan beberapa parameter masih jauh dari ambang batas optimal. Manajemen kesehatan udang kurang baik, ditandai dengan adanya penyakit yang menyerang di akhir proses budidaya yaitu IMNV belum bisa dikendalikan dan dilakukan pemanenan. Hasil Budidaya cukup baik di tandai rata-rata SR tinggi tetapi SIZE kecil yaitu 106,5 dikarenkan penyakit IMNV Total produksi 59.177 kg. Kualitas hasil produksi = Baik 57.324 Kg, BS 1.853 Kg. Sintasan (SR) = 78,5 %. FCR = 1,15
Sedangkan saran yang dapat berikan adalah perlu Meningkatkan dan mengoptimalkan bioscurity pada proses budidaya untuk mengurangi terjangkitnya penyakit yang menyerang sehingga hasil panen lebih dapat optimal. Sebaiknya sterilisasi air menggunakan kaporit agar budidaya lebih aman dan tidak beresiko pada saat proses budidaya. Menggunakan NaOH untuk menetralkan HCL. Dilakukannya aklimatisasi salinitas pada saat penebaran benur, karena proses ini sangat penting untuk memastikan benur di tebar dengan keadaan sehat. Menggunakan probiotik pemblokir phospat agar tidak blooming plankton dan mengatasi BGA dan Dinoflagellata.







