Teknik pembesaran udang vannamei (litospanaeus vannamei) secara intensif dengan sistem minimal water exchanged di CV. Surya Alam Sejahtera, Desa Cibungur, Kec. Sukaresmi, Kab. Pandeglang, Banten
Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu sumber daya hayati laut yang banyak dibudidayakan secara tradisional, semiintensif dan intensif oleh pembudidaya udang di pertambakan Indonesia merupakan salah satu dari 10 kelompok besar negara produsen udang dunia pada tahun 2015 - 2019 catatan mentri klautan dan prikanan menyatakan bawa potensi air payau sebanyak 2.964.331 ha sudah dimanfaatkan oleh warga indonesia sebanyak 650.509 ha (21,9%) untuk bahan expor indonesia sebanyak 62.124,02 ton dan untuk target 2018 sebanyak 65.560,94 ton.
Maksud dari pelaksanaan Kerja Praktek Kerja Akhir (KPA) ini adalah ikut serta dalam kegiatan teknik pembesaran udang vannamei (Litopenaeus Vannamei) Secara Intensif Dengan Sistem Minimal Wateter Exchanged di CV.Surya Setia Sejarah. Desa Penimbangan, Kecamatan Pandeglan, Kabupaten Banten, Provinsi Jawa Barat meliputi persiapan tambak, pemeliharaan hingga panen dan pasca panen.
CV. Surya Setia Sejarah. terletak di Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglan, Provinsi Banten. CV. Surya Setia Sejarah Ditinjau dari segi topografinya, lokasi ini termasuk dataran rendah dengan ketinggian dari permukaan laut sekitar 5 meter 10 meter dari tepi pantai.
Persiapan tambak meliputi pengeringan, perbaikan konstruksi tambak, pemasangan kincir, pegisian air dan sterilisasi air, serta penumbuhan plankton
Pengeringan tambak biasanya dilakukan selama 1-2 minggu, Pengeringan dilakukan bertujuan untuk memutus siklus hidup patogen dengan cara menggosok dasar kolam dan dinding kolam dengan waring dan menyemprot air laut yang suudah ditritmen dengan tekanan tinggi sambil digiring ke arah Central agar kotoran langgsung terbuang lewat outlet
Sebelum dilakukan pengisian air dilakukan perbaikan konstruksi dilakukan pada petakan yang terdapat kerusakan seperti kebocoran di dasar atau dinding petakan gar tidak terjadi kebocoran pada saat proses budidaya
Pemasangan kincir dilakukan setelah perbaikan kostruksi tambak dan pengisian air sudah selesai dan pemasangan kincir diikatkan pada bambu yang sudah ditancapkan pada pemberat yang sudah di taruh di titik tertentu kincir sendiri bermanfaat untuk Meningkatkan DO, Menjaga nilai DO, Menstabilkan suhu perairan dan meratakannya, Menciptakan arus yang bertujuan untuk mengumpulkan lumpur atau kotoran kearah central drain
Pengisian air dilakukan pada petakan setelah seluruh persiapan dasar tambak selesai dengan ketinggian 110 – 120 cm sedangkan obat sterilisasi menggunakan treclor 35 ppm dan kupri sulfat 10 ppm
Penumbuhan plankton pada tahap awal budidaya yaitu dengan cara penebaran fermentasi beclis fermentasi beclis merupakan probiotik yang mengandung bakteri untuk merangsang pertumbuhan plankton
Benur yang ditebar di A-8 dari PT. STP anyer banten sebanyak 373.320 dan kepadatan 124 m2 dengan stadia PL-10 mempunyai keseragaman ukuran sekitar 8-10 mm.
Program Pemberian Pakan yang diterapkan ada 3(1). blain feeding(2). menggunakan acuan FR(3). acuan FR dengan cara di sampling, Pemberian pakan mulai dari awal tebar sampai sampai panen secara manual pemberian pakan sebanyak 5 kali sehari
Monitoring kualitas air terbagi menjadi 2 (1). parameter fisika meliputi suhu, salinitas, kecerahaan, warna air, tinggi air (2). Meliputi DO, PH, alkalinitas, NH4, PO4, nitrit.
Pembuangan hasil sentral dilakukan karena kotoran organik semakin lama akan semakin banyak disebabkan oleh feses udang, sisa pakan dan pengendapan dari klekap/ plankton mati.
Kegiatan monitoring pertumbuhan dapat dilakukan dengan sampling. Kegiatan sampling dilakukan mulai saat umur udang 25 hari namun pada DOC 25 – 43 hanya pengukuran panjang saja seterusnya sampling seperti biasanya.
Pemanenan terdiri udang vanamei di CV. Surya setia sejahtera hanya mengguakan panen total tanpa panen parsial Alat dan bahan yang digunakan untuk panen total yaitu, blong, timbangan, keranjang, tali, mobil pick-up panen total dilakukan pada DOC 94 dengan hasil panen 8.329,00 dengan pakan sebannyak 10,087 size 45 SR 101,2 % dan FR 1,211 %
Penanganan udang pasca panen, setelah udang terkumpul, udang dibawa ke gudang panen untuk dilakukan penyortiran. Penyortiran dilakukan oleh tim sortir yang tugasnya untuk memisahhkan udang yang tidak masuk dalam kriteria penjualan seperti tubuuh hyang kropos/ protol, lembbek, terkena penyakit dan under size
Dari kegiatan budidaya uduang vaname dengan sistem minimal water echanged
Persiapan tambak meliputi pengeringan yang menempuh waktu 1 - 2 minggu, perbaikan konstruksi tambak, Pemasangan kincir, pengisian air dengan ketinggian air 110 – 120 cm, sterilisasi air menggunakan kupri sulfat dengan dosis 10 ppm dan penumbuhan plankton treclor dengan dosis 35 ppm.
Pengelolaan kualitas air cukup baik dibuktikan dengan seluruh parameter pengecekan kualitas air sudah dibatas optimal seperti :
Suhu (26 – 31 °C), Kecerahan (33 – 32 cm), pH (7,6 – 8,1), DO (>2 mg/l), Saliniitas (25,85 ppt), dan Alkalinitas (95,10).
Sedangkan parameter kualitas air yang melebihi batas optimal seperti : Nitrit (1,75 ppm), NH4 (2,21 ppm) dan PO4- (3,5 ppm) dan tidak dilakukan pengukuran nitrat dan tom.
Hasil panen cukup baik bahwa penebaran sebanyak 373.320 ekor dan hasil panen mendapatkan 8.329,00 kg dengan rata – rata ADG 0,3 gr, size 45 ekor / kg, SR 101,5 % dan FCR 1211 %
Adapun saran yang dapat diberikan yaitu
Sebaiknya untuk pengelolaan kualitas air lebih di tingkatkan lagi terutama dibagian parameter yang melebihi batas optimal seperti nitrit, NH4 dan pospat, serta penanganan harus dilakukan sebelum terjadi goncangan kualitas air.
Sebaiknya dilakukan pengukuran nitrat dan tom.







