Teknik pembesaran udang vannamei (litospanaeus vannamei) secara intensif di PT. Piramide Paramount Indonesia Desa Poncosari Kec. Srandakan, Kab. Bantul Yogyakarta, Jawa Timur
REYNURA DEVARIFNA ARSADIVIDYA.TBP.15.3.02.030 Teknik Pembesaran Udang Vannamei secara Intensif di PT. Piramide Paramount Indonesia, Bantul, Yogyakarta.. Dibawah Bimbingan Bapak Ir. Moh. Zainal Arifin, MP dan Bapak Ir. Teguh Harijono, MP selaku Dosen pembimbing I dan II, serta Ibu Lusiana BR Ritonga, S.Pi, MP selaku Dosen Penguji.
Tujuan dari Kerja Praktek Akhir ini adalah untuk Mempelajari teknik budidaya udang vannamei secara intensif dan untuk mengetahui hasil produksi budidaya udang vannamei secara intensif pada PT. Piramide Paramount Indonesia, Bantul, Yogyakarta.
Persiapan Tambak meliputi pengeringan petakan (3-4 hari), pembersihan petakan, perbaikan petakan, perbaikan saluran outlet, dan perbaikan kincir, selanjutnya dilakukan pemasangan kincir dan sterilisasi sarana budidaya dilakukan penyemprotan HCL dengan dosis 1% didiamkan selama 2 hari, lalu dilakukan penebaran kapur gamping sebanyak 18,3 ppm (75 kg). Setelah ditebar kapur gamping petakan di isi air tandon yang telah di treatmen TCCA 12,2 ppm (50 kg) dan H²O² 3,66 ppm (15 liter). Petakan di isi air sampai ketinggian 30 cm lalu ditebar kapur tohor sebanyak 73,2 ppm (300 kg) lalu air ditambah sampai ketinggian 120 cm. Setelah pengisian air dilakukan perbaikan pada Crab Protecting Device (CPD). Persiapan media dilakukan aplikasi fermentasi dedak dengan kandungan 250 gr ragi dan penambahan 750 ZA diperam selama 2 hari dengan pengaplikasian 2 hari sekali selama satu minggu sebelum penebaran. Dosis pemberian sebanyak 5 kg/aplikasi.
Benur yang ditebar berkualitas F1 berasal dari PT. Summa Situbondo yang dilengkapi dengan sertifikat SPF. Jumlah benur yang ditebar sebanyak 427.800 ekor dengan luasan petakan 3411m² dan padat tebar yang diperoleh adalah 125 ekor/m². Proses penebaran benur diawali dengan pengecekan kondisi benur dan kondisi air petakan, selanjutnya dilakukan proses aklimatisasi suhu dan aklimatisasi salinitas lalu benur ditebar pada petakan.
Pengelolaan pakan yang digunakan adalah Blind Feeding pada DOC 1-30 dilanjutka dengan Indek DOC 31-panen dengan ketetapan pakan indek sebesar 0,5. Total pakan yang digunakan selama proses budidaya sebesar 5.418 kg, frekuensi pemberian pakan sebanyak 4 kali yaitu pada jam 06.00, 10.00, 14.00, dan 18.00. Feed additive yang diberikan pada pakan berupa probiotik Special Lacto dengan dosis 200 ml/kg pakan dan diberikan pada pakan ke-2.
Pengelolaan kualitas air dilakukan harian dan mingguan dan diperoleh hasil sebagai berikut Hasil rata-rata dari pengukuran yaitu : Salinitas 17,2, Kecerahan Pagi 62,2cm, Kecerahan Siang 60,3cm, NH⁴ 0,19 mg/l, NO² 2,49 mg/l, NOᵌ 16,86 mg/l, TOM 15,41 mg/l, Ketinggian Air 115cm, Total Plankton 76.488,09.
Pengendalian hama dan penyakit hanya bersifat pencegahan dan tidak diberikan obat, pencegahan hama dan penyakit dilakukan pada awal persiapan petakan meliputi sterilisasi petakan. Pada saat proses budidaya ditemukan 2 penyakit yaitu WFD dan IMNV.
Monitoring pertumbuhan dimulai pada DOC 38, 44, 51,58,65 dengan ADG 0,16 sampai 0,25, namun pada sampling DOC 65 mengalami penurunan ADG sebesar -0,27.
Hasil panen yang diperoleh sebesar 4.287,20 kg dengan total pakan yang digunakan sebanyak 5.418 kg sehingga diperoleh FCR 1,26. ABW dari udang diperoleh 11,67 (size 85,66) dengan SR 90,45 dan diperoleh populasi sebanyak 385.020 ekor. Hasil per meter yaitu 1,2 kg/m². harga yang diperoleh adalah RP. 54.000/kg
1. Kesimpulan yang diperoleh adalah Analisis teknis yang dapat disimpulkan pada proses budidaya udang vannamei yaitu:
a. Fasilitas yang ada di PT. Pyramide Paramount Indonesia cukup lengkap dalam menunjang budidaya secara intensif.
b. Persiapan lahan budidaya yang sudah baik ditandai dengan tidak adanya pathogen.
c. Penebaran benur dilakukan dengan baik ditandai dengan tidak ada kematian di awal proses budidaya.
d. Manajemen pakan cukup baik, ditandai dengan ADG yang stabil di 0,16 – 0,25 gr dengan FCR 1,26.
e. Manajemen kualitas air kurang baik, ditandai dengan beberapa parameter masih jauh dari ambang batas optimal dan memicu terserangnya penyakit WFD dan IMNV. Hasil rata-rata dari pengukuran yaitu : Salinitas 17,2, Kecerahan Pagi 62,2cm, Kecerahan Siang 60,3cm, NH⁴ 0,19 mg/l, NO² 2,49 mg/l, NOᵌ 16,86 mg/l, TOM 15,41 mg/l, Ketinggian Air 115cm, Total Plankton 76.488,09.
2. Hasil panen cukup baik ditandai dengan tonase mencapai 4.287,20 kg, FCR 1,26, SR 90,45%, ABW 11,67 (size 85,66) dengan harga Rp. 54.000/kg.
Dari kegiatan KPA dapat disarankan :
1. Meningkatkan dan mengoptimalkan bioscurity pada proses budidaya untuk mengurasi terjangkitnya penyakit yang menyerang sehingga hasil panen lebih dapat optimal.
2. Perlu ditingkatkan dalam aplikasi probiotik dan penyesuaian dosis agar kualitas air dalam kondisi optimal dan tidak memicu terserangnya penyakit.
3. Perlu dilakukan pengukuran suhu dan ammonia untuk menentukan tindakan selanjutnya.
4. Perlu ditingkatkan frekuensi penyiponan agar akumulasi dari sisa pakan dan lumpur yang menyebabkan tumbuhnya bakteri merugikan menurun.







