Teknik pembesaran udang vannamei (litospanaeus vannamei) secara intensif di PT. Alam Citra Sarana Intan Desa Pagar Carang Kec. Suboh, Kab. Situbondo, Jawa Timur
LA ODE ERIK BUDI YANTO. NIT. 16.3.02.016 Teknik Pembesaran Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) di PT. Alam Citra Sarana Intam Unit 2 Desa Pagar Carang Kecamatan Suboh Kabupaten Situbondo Provinsi Jawa Timur. Di bawah bimbingan Bapak Nasuki.MP, selaku penguji I, Bapak Ir. Teguh Hari Jono MP selaku penguji II dan lusiana BR Ritonga MP selaku penguji III.
Tujuan Kerja Praktek Akhir ini adalah Untuk mengetahui teknik budidaya udang vannamei (litopenaeus vannamei) secara intensif yang dilaksanakan di PT. Alam Citra Sarana Intam Situbondo dan untuk mengetahui hasil produksi dalam pembesaran uang vannamei secara intensif di PT. Alam Citra Sarana Intam.
Persiapan tambak meliputi Pengeringan selama 2 bulan menggunak HCL 3,7 ppm, Perbaikan kontruksi tambak meliputi dinding pematang dan dasar tambak, pemasangan kincir.
Pengisian dan sterilisasi air tambak yaitu : Tambak diisi air laut sebanyak 100 cm dibiarkan selama 3 hari untuk melihat tingkar evaporasi dan kebocoran tambak kemudian air dinaikkan 140 cm dan diberi , keesokan harinya diberi Cuprisulfat 2 ppm, tahap terakhir diberi Trichloroisocyanuric acid 20 ppm, kemudian penumbuhan plankton menggunakan kultur probiotik Super NB dengan dosis 25ppm. Setelah plankton tumbuh penebaran benur yang berasal dari PT. Ndaru laut Situbondo dengan kualitas F1 di lengkapi dengan sertifikat SPF, jumlah rata-rata tebar sebanyak 250.000 ekor dengan luasan 2.500 m2 dengan kepadatan rata – rata 100 ekor/m2. Proses penebaran benur dilakukan aklimatisasi suhu lalu benur ditebar pada petakan.
Pengelolaan pakan menggunakan program blind feeding pada umur 1 – 30 hari dan pada DOC > 30 menggunakan penetapan feeding rate dan kontrol anco, pemberian pakan yaitu ditebar secara merata keseluruh bagian tepi tambak atau feeding area dengan frekuensi pemberian 2 kali sehari pertama selanjutnya 4 kali sampai habis blind feeding dan 5 kali untuk seterusnya hingga panen.
Pengelolaan kualitas air dilakukan harian dan mingguan dengan hasil rata-rata salinitas 28-30 ppt, suhu 26-28oC, pH 7,6-9,1, kecerahan 30-70 cm.
Pencegahan serta pengendalian dari serangan hama dan penyakit. Untuk pencegahan hama dan penyakit dilakukan pada persiapan tambak dengan dilakukan pengeringan terlebih dahulu dan sebelum pengisian air kedalam petakan dilakukan yaitu harus dipersiapkan penyaringan air terlebih dahulu, supaya hama trisipan tidak masuk kedalam petakan tambak, dan untuk lingkungan tambak harus bersih dari kotoran – kotoran yg ada dan disetiap keliling petakan dipasang tembok pembatas.
Monitoring pertumbuhan dilaksanakan secara rutin mulai DOC 30, dengan cara sampling dengan frekuensi 10 hari sekali selama kegiatan budidaya udang vannamei berlangsung, dengan ADG 0,25-0,64.
Pemanenan yang dilakukan adalah panen total. Panen total dilakukan pada umur 70 size 82 dengan biomassa 2.440 kg, dengan perhitungan SR mencapai 80 % dan FCR 1,6. Pasca panen udang kemudian di masukan kedalam mobil box yang telah dilengkapi dengan esbatu untuk mejaga kesegaran udang.
Kesimpulan yang didapat dari hasil Kerja Praktek Akhir yaitu Fasilitas budidaya di PT. Alam Citra Sarana Intam situbondo memenuhi standar system budidaya intensif. Persiapan lahan budidaya yang sudah baik ditandai dengan tidak adanya pathogen, parameter kualitas air optimal,dan tumbuhnya plankton. Manajemen pakan cukup baik, ditandai dengan ADG 0,25-0,64. Manajemen kualitas air kurang baik, ditandai dengan beberapa parameter yang agak jauh dari ambang batas optimal dan memicu terjadinya penyakit. Manajemen kesehatan udang kurang baik, ditandai dengan adanya penyakit yang menyerang di akhir proses budidaya yaitu White Feses Deases (WFD), belum bisa dikendalikan dan dilakukan pemanenan. Hasil Budidaya cukup baik di tandai SR tinggi tetapi SIZE kecil yaitu 82 di karenakan penyakit WFD dengan Total produksi 2.440 kg, kualitas hasil produksi = Baik 2.395kg, BS 45kg, sintasan (SR) = 80 %, FCR = 1,6
Saran yang dapat diberikan pada pelaksanaan praktek kerja akhir di PT. Alam Citra Sarana Intam Situbondo yaitu Meningkatkan dan mengoptimalkan biosecurity pada proses budidaya untuk mengurangi terjadinya penyakit yang menyerang, sehingga hasil panen lebih optimal. Mengecek dengan cermat lagi fasilitas pokok agar tidak terjadi masalah teknis pada proses budidaya yang sedang berlangsung. Seharusnya ada instalasi pengolahan air limbah agar limbah yang di buang tidak mencemari perairan laut yang mana air laut adalah media hidup udang.







