Teknik pembesaran udang vannamei (litospanaeus vannamei) secara intensif di CV Anugrah Desa Seletreng Kec. Kapongan, Kab. Situbondo, Jawa Timur
Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) berasal dari daerah subtropis pantai barat Amerika, mulai dari Teluk California di Mexico bagian utara sampai ke pantai barat Guatemala
Tujuan Kerja Praktek Akhir adalah Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknik pembesaran udang vannamei (Litopenaeus vannamei) intensif di CV Anugrah Seletreng. Mengetahui sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalabm kegiatan pembesaran udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Mengetahui produksi udang vannamei(Litopenaeus vannamei) meliputi SR, FCR pada pembesaran udang vannamei
Kerja P raktek Akhir ini telah dilaksanakan pada tanggal 4 Maret sampai dengan 24 mei 2019 bertempat di tambak udang vannamei CV. Anugrah desa Sletreng Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo Provinsi Jawa Timur.
Tambak CV. Anugrah Seletreng merupakan perusahaan yang berdiri tahun 2017 yang sudah berjalan 5 priode dan dirintis oleh Bapak Minsun dengan menyewa lahan di daerah Desa Seletreng Kecamatan Kaponggan Kabupaten Situbondo Provinsi JawaTimur Luas lahan yang disewa 2,5 Ha dengan terdiri dari 6 petakan.
Proses pengeringan tambak yang dilakukan selama 10 – 14 hari dengan bantuan sinar matahari. Selama proses pengeringan, pembersihan lumut yang menempel pada dinding, dasar, kincir maupun jembatan anco dilakukan, karena lumut bisa menjadi carier (pembawa penyakit), Pembersihan dilakukan menggunakan air tawar. Untuk mengalirkan air tawar dari pompa menggunakan selang. Dinding tambak disemprot dengan air tawar menggunakan pompa air semprot bertekanan tinggi dinding dan dasar tambak digosok dengan sikat hingga dasar tambak bersih dari lumut, lumpur dan kotoran.
Perbaikan konstruksi dilakukan pada petakan yang terdapat kerusakan seperti kebocoran di dasar atau dinding petakan. Perbaikan juga dilakukan pada saluran pemasukan air yang bocor. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kebocoran pada saat proses budidaya.
Pemasangan kincir dilakukan setelah perbaikan kostruksi tambak selesai, Tujuannya yaitu kincir dipasang dengan patok supaya tidak bergerak atau berubah posisi, tetap mengarah pada arah yang telah ditetapkan, untuk menjaga kualitas air pada tambak, selain itu salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pasok oksigen terlarut pada tambak
Pengisisan air dilakukan setelah seluruh persiapan dasar tambak selesai dan air dimasukkan kedalam tambak secara bertahap dengan ketingian 90 cm. Ketinggian air tersebut dibiarkan selama 2-3 minggu dan di ber perlakuan/ treatment sampai air benar-benar siap ditebari benih udang. Tinggi air dipetak pembesaran selama budidaya diupayakan >130 cm.
Penumbuhan plankton pada tahap awal budidaya yaitu dengan cara pemupukan pada air menggunakan fermentasi probiotik Super NB. Super NB merupakan probiotik yang mengandung bakteri menguntungkan seperti Bacillus sp, Pseudomonas sp, Nitrosomonas sp, Aereobacter sp, Nitrobacter sp. Jenis – jenis bakteri tersebut berguna untuk menunjang pertumbuhan plankton dan meningkatkan populasi bakteri yang menguntungkan.
Benur yang digunakan berasal dari hatchery PT. STP (Suri Tani Pemuka) Banyuwangi. Kualitas benur merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam budidaya udang vannamei. Benur yang digunakan adalah benur F1 stadia PL 10 yang telah bersetifikat SPF (Specific Pathogen Free). dilakukan penghitungan benur secara manual untuk mengetahui jumlah benur dalam satu kantong. Penghitungan dilakukan dengan cara mengambil sampel 2 kantong
Penebaran benur udang vannamei di CV. Anugrah Seletreng dilakukan dengan cara memasukan kantong benur kedalam petakan tambak dengan tujuan untuk mengaklmatisasi.Tujuan dari aklimatisasi ini adalah untuk mengadaptasikan benur udang vannamei dengan air tambak, karena suhu air kantong benur lebih rendah dibandingkan dengan suhu air petakan. aklimatisasi suhu dilakukan dengan cara memasukkan kantong benur ke petakan tambakyang dilakukan hingga suhu air dalam kemasan mendekati suhu air petakan yang dicirikan dengan munculnya embun didalam kantong benur.
Jenis pakan yang digunakan berasal dari PT. Suri Tani Pemuka, dengan bentuk crumble dan pellet.Penentuan dosis pemberian pakan pada udang umur 1 hari sampai dengan panen, program pakan yang digunakan adalah dengan metode Index. Metode index merupakan salah satu metode program pakan yang berdasarkan DOC dan target ADG
Pemberian pakan dilakukan mulai 2 kali sehari sampai 5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan untuk udang umur 1 hari dilakukan sebanyak 2 kali sehari yaitu pada pukul 11.00 dan 15.00. Pada umur 2 – 12 hari dilakukan sebanyak 3 kali sehari yaitu pada pukul 06.00, 11.00, dan 15.00, umur 13 - panen dilakukan sebanyak 4 kali sehari yaitu pukul 06.00, 11.00, 15.00, dan 19.00
Dalam pengelolaan kualitas air, kegiatan monitoring parameter kualitas air merupakan hal wajib yang harus dilakukan monitoring kualitas air yang di ukur antara lain Suhu berada pada kisaran 25oC - 29oC pada pagi hari, 28oC – 31oC pada siang hari, Salinitas di tambak menunjukkan angka pada kisaran 27 – 31 ppt, pH rata – rata pengukuran pH harian adalah 7,7 – 8,3 pada pagi hari dan 8,1 – 9,4 pada siang hari.
Kegiatan monitoring pertumbuhan dilakukan dengan sampling. Kegiatan sampling pada p1, p2,p3 dan p4 dilakukan saat umur udang 33 hari, dilakukan setiap 7 hari sekali sampai panen, Sampling bertujuan untuk mengetahui berat rata-rata udang (ABW), pertambahan berat rata-rata harian(ADG) dan estimasi total biomassa.Sehingga dapat mengestimasi jumlah pakan/hari hingga sampling berikutnya
Pengendalian yang dilakukan untuk mencegah terdapatnya hama dan penyakit yaitu pada persiapan lahan dilakukan pencucian dan pengeringan, penggunaan air media yang sudah dilakukan treatmen dan pengendapan, penggunaan benur yang berkualitas bebas penyakit bersetifikat SPF dan melakukan penanggulanganhama dengan pemasangan CPD (Crab Protecting Device)
Panen yang dilakukan adalah panen total. Waktu pemanenan pada pagi hari. Cara pemanenan yaitu dengan membuka pintu out-let dan diikuti dengan pemasangan jaring kondom, sehingga udang yang keluar tertampung dijaring. Setelah pemanen, hasil panen dicuci dengan air bersih, direndam dengan air es, disortir, ditimbang, dan dimasukan di box penyimpanan, di box penyimpanan disusun bagian dasar es selanjutnya udang dengan ketebalan masing-masing 10 cm dan pada bagian atas es.







