Teknik pembesaran udang vannamei (litospanaeus vannamei) secara semi intensif di CV Segoro Madu desa Kalianget Barat Kec. Kalianget Kab. Sumenep, Jawa Timur
LUTFI FADLIANA 16.3.02.018. Teknik Pembesaran Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Secara Semi Intensif di CV. Segoro Madu Desa kertasada Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur. Di Bawah Bimbingan Bapak Ir. Moh. Zainal Arifin, Mp selaku Dosen Pembimbing I dan Bapak Mohsan Abrori, S.Pi, M.Si selaku Dosen Pembimbing II.
Udang vannamei merupakan salah satu produk ekspor unggulan dengan permintaan pasar dalam negeri maupun luar n egeri yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan produksi udang vannamei dalam negeri semakin meningkat dan kebutuhan udang vannamei semakin bertambah. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, untuk memenuhi tingginya permintaan pasar, berkembanglah sistem budidaya udang vannamei secara intensif guna meningkatkan produktifitas dan perbaikan dari sistem budidaya sebelumnya dengan keunggulan padat tebaran yang tinggi, kebutuhan protein dan pakan yang efisien, tidak mudah terserang penyakit dan waktu pemeliharaan yang lebih singkat.
Maksud dari pelaksaan Kerja Praktek Akhir (KPA) ini adalah untuk mengikuti seluruh kegiatan teknik pembesaran udang vannamei (Litopenaeus vannamei) secara semi intensif di tambak udang CV. Segoro Madu Desa Kalianget Barat Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura Provinsi Jawa Timur.
Adapun tujuan dari pelaksanaan Kerja Praktek Akhir (KPA) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang teknik pembesaran udang vannamei (Litopenaeus vannamei) secara semi intenif, dan mengetahui hasil budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) meliputi produksi, size, pertumbuhan, SR dan FR.
Kerja Praktek Akhir dilaksanakan di CV. Segoro Madu di desa di Desa Kertasada Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura Provinsi Jawa Timur 4 Maret – 14 mei 2019. Metode yang digunakan untuk Kerja Praktek Akhir adalah metode survey dan partisipasi langsung.
Persiapan tambak dalam kegiatan pembesaran udang vannamei yang dilakukan adalah perbaikan kontruksi meliputi perbaikan plastik HDPE (High Density Polythylene), anco dan lainnya, pengeringan yang dilakukan selama 1 – 2 minggu bertujuan membersihkan bakteri dan sisa – sisa pakan dengan penyemprotan air dengan tekanan tinggi pada petak pembesaran dan untuk membersihkan sterilisasi dengan cara penyemprotan menggunakan kaporit dengan dosis 30 ppm, pemasangan peralatan budidaya pada petak pembesaran meliputi pemasangan kincir, pemasangan anco, pemasangan alat sipon, pemasangan tali tambang dan meteran tinggi air, selanjutnya dilakukan kegiatan persiapan air meliputi sumber air, pengisian dan sterilisasi air, penumbuhan plankton. Pada awal pengisian air 120 cm dengan memompa air payau pada sumur bor.
Benur yang digunakan yaitu benur dari PT. CPB Rembang. Benur yang digunakan berupa PL 10, Benur yang ditebar pada petak A dengan luas 1.086 m2 sebanyak 88.000 ekor sehingga didapatkan padat tebar 81 ekor/m2.
Pakan yang digunakan adalah pakan merk Irawan dengan kandungan protein 28-30%. Dosis pakan menggunakan Blind Feeding Program pada DOC 1 – 30 dengan dosis paka 1 – 3 kg/ 100.000 ekor dan berdasarkan Feeding Rate dan kontrol anco. Sehingga FCR yang diperoleh 2,04. Cara pemberian dengan penebaran manual menggunakan rakit.
Pengelolaan kualitas air yang dilakukan adalah pengukuran parameter kualitas air harian (fisika) dan mingguan (kimia), penyiponan, penambahan air, pembuangan plankton mati, aplikasi probiotik dan fermentasi. Hasil dari pengukuran parameter kualitas air adalah : Harian a) kecerahan 15-60 b) Warna air hijau muda, hijau, hijau coklat, Coklat c) Tinggi air 60-80 cm; Mingguan a) Alkalinitas 178-316 ppm b) TOM 62,6 – 102,6 ppm c) Salinitas 10-35ppt.
Monitoring pertumbuhan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pertumbuhan udang serta menentukan dosis pakan. Monitoring pertumbuhan dilakukan mulai DOC 30 selanjutnya dilakukan dalam jangka 1 minggu sekali hingga panen dengan melihat kontrol anco dan menggubnakan jala.
Hama yang menyerang pada tambak adalah ikan dan udang liar, ular, burung pemangsa. Pengendalian ikan dan udang liar menggunakan kaporit, ular dengan menangkap nya langsung, dan burung pemangsa dipasangkan BSD (Bird Scaring Device) agar burung tidak menyerang.
Penyakit yang menyerang pada petakan adalah WFD (White Faces Dieses) dan pencegahannya adalah dengan cara penyiponan, mengurangi 5 cm, pakan dikurangi 50%.
Panen dan pasca panen, pemanenan menggunakan sistem parsial dan total. Panen secara parsial dilakukan 1 kali pada umur udang 76 jumlah panen parsial 408 kg, size 64. Panen total dilakukan pada umur 83 dengan total panen 636 kg, sehingga memperoleh total panen 1.044 kg, size 64, ABW 15.6, SR 78%, dan Total pakan 2.133 kg dengan FCR 2.04.
Dari kesimpulan hasil Kerja Praktek Akhir yang dilaksanakan, dengan hasil 1 – 2 ton/petak dengan luasan 1.086 m2. Saran yang dapat diberikan adalah Sebaiknya penerapan biosecurity lebih ditingkatkan lagi, seperti pemasangan BSD (Bird Scaring Device). Sebaiknya ada pemanfaat limbah kegiatan pembesaran udang vannamei sehingga keseimbangan daya dukung lingkungan tetap tejaga, menghindari resiko terjadinya penyebaran penyakit menular dan agar mutu sumber air tetap terjaga. Penambahan cek kualitas air lebih dilaksanakan seperti PH, DO, Suhu dan lain – lain.







