Marikultur : prinsip dan praktik budi daya laut
Marikultur atau budi daya laut adalah bagian dari budidaya perairan atau akuakultur. Dalam buku ini tidak hanya berisi tentang penjelasan tentang marikultur secara teoritis, tetapi juga praktiknya. Oleh penulisnya buku ini ditujukan sebagai rujukan informasi untuk kepentingan akademik maupun untuk kepentingan pengembangan (penelitian dan penerapan).
Pembahasan dalam buku ini meliputi, ekosistem pesisr dan laut yang meliputi terumbu karang, mangrove, lamun, estuaria, pulau-pulau kecil, pantai, laut terbuka, dan laut dalam.Pembahasn selanjutnya yakni tentang sumber daya hayati laut, yang terdiri dari semberdaya : ikan, krustasea, moluska, ekhinodermata, sponge, mamalia laut, reptile laut, alga, karang.
Memasuki bab empat dan seterusnya, pembahasan berfokus pada kegiatan marikultur, yang meliputi; potensi dan prospek, ruang lngkup, tujuan, dan area marikultur, prinsip pemilihan lokasi marikultur, sarana pemeliharaan biota marikultur seperti : hampang, jaring kurung dasar, keramba, sekat, jaring tancap, keramba jaring apung, teknik budidaya kerang/ tiram, teknikbudidaya kerang mutiara, teknik budidaya rumput laut.
Pada bab delapan membahas tentang pembenihan biota marikultur, bab 9 tentang pembesran berbagai biota marikultur, seperti pembesaran ikan, udang, lobster, rajungan, kepiting bakau, kerng/tiram, tiram mutiara, sotong dan cumi-cumi, abalone, kima, kerang darah, rumput laut, penyu, dan teripang.
Bab 10 dan 11 membahas tentang, pakan, pemberian pakan, dan juga kultur pakan, yakni ; klorela, tetraselmis, skeletonema, khaetokeros,, dunaliela, rotifera, artemia, kutu air, dan juga tentang pengayaan gizi pakan.
Bab terakhir dari buku ini memaparkan tentang hama dan penyakit yang meliputi; pencegahan hama an penyakit, penyakit parasitic, penyakit bakterial, penyakit viral, penyakit jamur, serta berbagai hama dan gangguan lainnya. (Mardiah)







