Konsep aplikasi budidaya sistem polikultur terintegrasi biomonitoring: menuju akuakultur produktif berkelanjutan
Akuakultur secara global, berkembang pesat dan memiliki pertumbuhan tercepat di sektor produksi makanan untuk kebutuhan manusia, dengan hampir setengah pasokan seafood dunia bersumber dari budidaya (FAO, 2010). Buku ini membahas tentang konsep budidaya berkelanjutan guna mendukung komoditas unggulan perikanan budidaya di Indonesia.
Pembahasan dalam buku ini dimulai dengan mengukur potensi dampak aktivitas budidaya, konsep dan penerapan biomonitoring untuk budidaya berkelanjutan khususnya menggunakan komunitas makrobenthos dalam penentuan tingkat ganggunan lingkungan.
Selanjutnya dibahas pula penerapan budidaya sistem polikultur baik pada sistem tambak maupun sistem Karamba Jaring Apung di lepas pantai (off shore). Dalam upaya pemamtauan kualitas perairan budidaya, dalam buku ini mengulas teknik pengambilan sampel biotik dan abiotik, cara presentasi dan interpretasi data biotik, interpretasi data beerdasarkkan spesies oportuniitis dan trophic groups dari struktur komunitas makroobenths, serta model matematika hubungan faktor biotik dan abiotik.
Pada bab-bab selanjutnya membahas tentang penentuan kapasitas prooduksi budidaya, aplikasi keramba jaring apung bertingkat, pengembangan buudidaya sistem IMTA dan Aplikasi keramba jaring aung bulat bertingkat sistem integrated multi trophic aquacultur (KJABB-IMTA) terintegrasi biomonitoring. (Mardiah)







