Higiene perusahaan dan kesehatan kerja (Hiperkes)
Hiperkes adalah ilmu dan aplikasinya yang bertujuan mewujudkan tenaga kerja sehat dan produktif. Dalam buku ini dibahas secara mendetail tentang higiene perusahaan dan kesehatan kerja.
Pada bab 1 sampai 5 dalam buku ini membahas tentang hal umum seputar kesehatan kerja, seperti defenisi, tujuan, hubungan dengan kedokteran, pencegahan dan kesehatan masyarakat, kesehatan dan produktifitas, organisasi, sejarah dan hari depan higiene perusahaan dan keselamatan kerja (Hiperkes), dan perundang-undangan.
Memasuki bab 6 dalam buku ini, pembahasan tentang gangguguan kesehatan dan daya kerja, yang mencakup pencegahan terhadap gangguan, kesehatan dan daya kerja, penyakit akibat kerja,cacat akibat kerja.
Bab 7 membahas faktor fisis diantaranya; kebisingan, radiasi, getaran mekanis, iklim (cuaca) kerja, tekanan udara tinggi dan rendah, penerangan di tempat kerja, bau-bauan di tempat kerja.
Bab 8 membahas tentang toksikologi hiperkes / industry, yang meliputi pengertian, konsep, dan informasi dasar, toksikologi dalam kaitan pekerjaan dan lingkungan kerja, pemaparan efek, dan indikatornyamonitoring biologis, Nilai Ambang Batas (NAB) factor kimia, Batas Sehat Pemaparan Kerja (BSPK), dan Batasa pemaparan Kerja Operasional (BPKO).Bab 9 membahas tentang penyakit paru akibat kerja,
Bab 10 sampai 11 membahas tentang racun logam dan metalloid beserta persenyawaanya; keracunan oleh zat kimia organis, seperti keracua oleh derivate ter arang batu, keracunan halogen-hidrokarbao, keracunan alcohol dan diol, keracuanan ester, aldehida,, keton, dan eter; keracunan peptisida forfor organic.
Bab 12 dan 13 membahas tentang zat korosif dan racun gas seperti asam sianida, asam sulfide, karbonmonoksida, dan racun gas lainnya serta tata cara menyelamatkan korban.
Bab 14 sampai 16 membahas tentang dermatosis akibat kerja, factor biologis penyakit akibat kerja, dan faal kerja dan ergonomik.
Bab 17 sampai 20 membahas tentang gizi kerja, factor psikilogis, kecelakaan kerja, dan kebersihan dalam perusakaan
Bab 21 sampai 26 membahas tentag higiene perusahaan yang mencakup maksud tujuan, proses produksi, koreksi cara, tempat dan lingkungan kerja, alat-alat higiene perusahaan/industri; higiene perusahaan dan kesehatan kerja pertambangan, higiene perusahaan dan kesehatan kerja pertanian, perkebunan, dan kehutanan, higiene perusahaan dan kesehatan kerja industri maritim, higiene perusahaan dan kesehatan kerja industri tekstil, higiene perusahaan dan kesehatan kerja industri kimia.
Bab 27 sampai 29 membahas tentang kesehatan kerja yakni; kesehatan kerja tenaga pimpinan, kesehatan tenaga kerja pegawai negeri, dan kesehatan tenaga kerja wanita.
Bab 30 sampai bab 32 membahas tentang; statistik dan riset dalam higiene perusahaan dan kesehatan kerja, tenaga higiene perusahaan dan kesehatan kerja di perusahaan, dan berbagai topik yang berkaitan seperti alergi akibat kerja, kangker akibat kerja, penyakit jantung dan kadiovaskuler dan pekerjaan, ginjal dan pekerjaan, alat pencernaan, dan diabetes mellitus. (Mardiah).







