Pakan Udang : nutrisi, formulasi, pembuatan, pemberian
Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan budidaya udang adalah ketersediaan pakan baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Buku ini menyajikan informasi bagi para praktisi, maupun akademisi, dalam rangka pengadaan pakan buatan yang bermutu dengan harga yang terjangkau, maupun untuk pengembangan formula-formula pakan udang yang lebih baik.
Sebagai pembahasan awal dalam buku ini memaparkan tentang makanan udang dan kebiasaan makan pada berbagai jenis udang seperti udang windu, udang putih, udang vannamei, dan udang galah.
Kebutuhan nutrisi pada udang dibahas dalam bab ketiga dalam buku ini, yang mencakup kebutuhan protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
Berbagai fomulasi pakan udang, dibahas dalam bab keempat dan kelima, diantaranya tentang berbagai metode formulasi pakan, dan beberapa formulasi pakan untuk berbagai jenis udang di antaranya; formulasi pakan untuk udang windu dengan berbagai stadia, formulasi pakan udang putih, formulasi pakan udang vannamei, dan formulasi pakan udang galah.
Bahan baku pakan udang dibahas pada bab enam,. Bahan baku pakan berasal dari bahan hewani maupun bahan nabati. Bahan baku hewani misalnya berasal dari, ikan, bekicot, limbah udang,keong mas, cacing tanah, limbah kodok, kulit kepiting dan rajungan, darah ternak, tiram, kerang hijau, tepung bulu ayam, dan tepungtulang. Bahan baku pakan yang berasal dari tumbuhan atau nabati, misalnya; dedak, kedelai, bungkil kelapa, daun lamtoro, daun singkong, tepung singkong, limbah nanas, daun kacang panjang, tepung terigu, dll.
Pada bab ke tujuh sampai dengan bab kesembilan dalam buku ini membahas tentang teknik pembuatan pakan, pengemasan, dan penyimpanan pakan, serta analisis kualitas pakan udang dengan menggunakan analisis sederhana, analisisi laboratorium, dan pengujian langsung pada udang budidaya.
Pada bab kesepuluh dan kesebelas dalam buku ini, membahas tentang pakan untuk larva dan pascalarva, baik berupa pakan buatan maupun pakan alami dari kultur plankton seperti tetraselmis, skeletonema, chaetoceros, rotifera, dan artemia.
Pada bab kesebelas membahas tentang teknik pemberian pakan, yang meliputi cara dan tempat pemberian, waktu pemberian, jumlah pakan, dan frekuensi. Dalam buku ini juga dilengkapi dengan pembahasan tentang hubungan antara pakan, kualitas air dan penyakit. (Mardiah)







